Surat Yasin Ayat 45-46: Pentingnya Introspeksi Diri untuk Menatap Masa Depan
Jum'at, 07 Januari 2022 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Laman Tafsir Al-Quran menganggap yang menarik dari dua ayat di atas adalah pola kalimat ma baina aidkum dan ma khalfakum yang secara tidak lansung merupakan metode al-Quran mengajar manusia agar selalu introspeksi diri. Setidaknya ada dua hal yang mencakup ini.
Pertama, menurut Sufyan At-Tsauri , pola tersebut sebagai isyarat tentang tanda-tanda yang tampak (yakni dunia) dan tanda-tanda yang tersembunyi (yakni akhirat), melalui keduanya al-Qur’an mengajak ber-tadabbur untuk lebih mengenal Allah SWT.
Kedua, seperti dimaknai oleh Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah, dengan introspeksi diri sebelum melangkah ke depan (ma baina aidikum), memperbaiki planning, serta dampak apa yang akan terjadi. Di samping juga harus belajar dari pengalaman masa lalu (ma khalfakum), agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali.
Kalimat tersebut juga mengingatkan hal yang sama kepada kita, baik sebagai individu ataupun entitas masyarakat. Supaya selalu introspeksi melalui pengalaman lampau agar langkah yang diambil ke depan bisa lebih baik.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 39-40: Ayat-Ayat Sains tentang Perputaran Bulan dan Matahari
Dua metode ini tampak sederhana namun berimplikasi besar untuk sebuah perubahan. Contohnya, Nabi Muhammad ketika hijrah dan telah menetap di Madinah, juga menerapkan metode ini untuk membangun karakter individu yang saleh juga revolusioner.
Nabi selalu mengingatkan perkara akhirat sebagai urgensi utama, dan hal ihwal dunia yang sifatnya sementara. Tujuannya adalah untuk membangun karakter kuat sebagai hamba Tuhan, sehingga segala sesuatu yang akan dikerjakan orientasinya adalah Tuhan.
Pada saat yang sama, Nabi juga selalu mengingatkan perjalanan kelam masa lalu, yang konteks ke depannya adalah perubahan, tujuannya adalah progresifitas, perubahan, dan kemajuan yang tentunya dibangun dengan hablum minnan nas (hubungan sesama manusia) agar bisa memberi manfaat pada sesama.
Jadi, dua metode ini bukanlah sesuatu yang terpisah, namun saling berkaitan, sama seperti siang dan malam, matahari dan bulan, serta masa lalu dan masa mendatang.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 38: Kuasa Allah SWT dalam Pergerakan Matahari
Pertama, menurut Sufyan At-Tsauri , pola tersebut sebagai isyarat tentang tanda-tanda yang tampak (yakni dunia) dan tanda-tanda yang tersembunyi (yakni akhirat), melalui keduanya al-Qur’an mengajak ber-tadabbur untuk lebih mengenal Allah SWT.
Kedua, seperti dimaknai oleh Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah, dengan introspeksi diri sebelum melangkah ke depan (ma baina aidikum), memperbaiki planning, serta dampak apa yang akan terjadi. Di samping juga harus belajar dari pengalaman masa lalu (ma khalfakum), agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali.
Kalimat tersebut juga mengingatkan hal yang sama kepada kita, baik sebagai individu ataupun entitas masyarakat. Supaya selalu introspeksi melalui pengalaman lampau agar langkah yang diambil ke depan bisa lebih baik.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 39-40: Ayat-Ayat Sains tentang Perputaran Bulan dan Matahari
Dua metode ini tampak sederhana namun berimplikasi besar untuk sebuah perubahan. Contohnya, Nabi Muhammad ketika hijrah dan telah menetap di Madinah, juga menerapkan metode ini untuk membangun karakter individu yang saleh juga revolusioner.
Nabi selalu mengingatkan perkara akhirat sebagai urgensi utama, dan hal ihwal dunia yang sifatnya sementara. Tujuannya adalah untuk membangun karakter kuat sebagai hamba Tuhan, sehingga segala sesuatu yang akan dikerjakan orientasinya adalah Tuhan.
Pada saat yang sama, Nabi juga selalu mengingatkan perjalanan kelam masa lalu, yang konteks ke depannya adalah perubahan, tujuannya adalah progresifitas, perubahan, dan kemajuan yang tentunya dibangun dengan hablum minnan nas (hubungan sesama manusia) agar bisa memberi manfaat pada sesama.
Jadi, dua metode ini bukanlah sesuatu yang terpisah, namun saling berkaitan, sama seperti siang dan malam, matahari dan bulan, serta masa lalu dan masa mendatang.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 38: Kuasa Allah SWT dalam Pergerakan Matahari
(mhy)
Lihat Juga :