Belajar dari Imam Al-Auza'i Menolak Gratifikasi, Berikut Kisahnya

Rabu, 12 Januari 2022 - 21:38 WIB
loading...
Belajar dari Imam Al-Auzai...
Kisah Imam Al-Auzai menolak hadiah pemberian dari seseorang yang meminta tolong kepadanya patut dijadikan pelajaran berharga. Foto ilustrasi/Ist
A A A
Imam Al-Auza'i (88-157 Hijriyah) atau Tahun 774 Masehi adalah ulama ahlussunnah yang juga seorang "Syaikh Islam" di wilayah Syam. Beliau bermukim di Al-Auza', kampung kecil di daerah Bab Al-Faradis, dekat Damaskus. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Amr bin Yuhmad Al-Auza'i.

Imam Al-Auza'i dikenal sebagai salah satu ulama yang teguh menyuarakan keadilan. Melansir dari portal islami.co, Imam Al-Auza'i tidak pernah memandang ras atau agama dalam menyuarakan keadilan. Ketika kaum Nasrani dizalimi, Al-Auza'i tak segan membelanya. Tak heran jika kemudian beliau sangat dihormati oleh kaum Nasrani.

Kemampuan Al-Auza'i dalam berkorespondensi juga menjadi salah satu penunjangnya. Beliau dikenal sebagai penulis yang andal. Kemampuan itu terlihat dari surat-surat yang telah ia tulis. Baik yang ditujukan kepada khalifah ataupun yang lain. Selain bahasa yang digunakan sangat indah, sistematika penulisan yang disajikan juga runtut. Sebagaimana penulis pada umumnya yang menghendaki bahasa indah, namun lupa pada tujuannya. Sementara Al-Auza'i tidak.

Bahkan Khalifah Ja'far al-Manshur pernah mengumpulkan surat-surat Al-Auza'i yang pernah ia terima dan tidak sanggup ia balas seraya mengakui kemampuan Al-Auza'i. Memang seringkali ketika ia mendapat surat dari al-Auza’i dan memerintahkan penulis di kerajaan untuk membalasnya, kebanyakan mereka tak menyanggupinya.

Bahkan Sulaiman bin Mujalid, salah satu penulis terbaik yang dimiliki oleh Khalifah Manshur pun mengakui bahwa kehebatan menulis Al-Auza'i yang mengagumkan:

مَا أحسن ذاك، وإن لَهُ نظْمًا فِي الكتب لا أظن أحدًا من جميع الناس يقدر عَلَى إجابته عَنْهُ

"Sungguh tulisan-tulisan Al-Auza'i dalam suratnya sangatlah bagus. Karena ia punya struktur dan sistematika penulisan yang sangat baik. Berdasarkan perkiraanku, tak satupun orang di dunia ini yang mampu membalas surat tersebut."

Dengan kemampuan itu, masyarakat sekitar yang punya keperluan kepada khalifah tak perlu repot-repot menulis ataupun menghadap langsung kepadanya. Cukup meminta bantuan Al-Auza'i, maka mereka sudah bisa menyampaikan pesannya. Selain lebih mudah, tentu surat dari al-Auza'i akan lebih didengar oleh pihak istana dari pada orang lain.

Dikisahkan, suatu hari Imam Al-Auza'i didatangi oleh salah seorang Nasrani yang hendak mengajukan keringanan jizyah kepada khalifah. Ia tahu, salah satu orang yang dekat dan didengar oleh khalifah adalah Al-Auza'i. Beliau dikenal sebagai sosok pengayom bagi umat Nasrani di daerah Lebanon.

Akhirnya ia pun memutuskan untuk mengunjungi Al-Auza'i guna melancarkan ambisinya tersebut. Ia pun membawa satu tempayan madu murni sebagai 'pelicin' rencananya tersebut.

Sebagaimana tamu pada umumnya, ia bersikap santun dan tak banyak tingkah. Ia salami Al-Auza'i dengan begitu hangat, sekaligus berbasa basi untuk mengawali pembahasan.

"Oh iya ada keperluan apa ya pak?" tanya Imam Al-Auza'i setelah bersalaman dengan orang tersebut.

"Jadi begini, mohon maaf sebelumnya kalau merepotkan. Saya punya keperluan untuk menuliskan surat kepada khalifah perihal pajak/jizyah yang harus saya bayar. Sedangkan Anda tahu sendiri, saya tidak punya akses untuk ke sana."

"Oh iya, apa yang bisa saya bantu?" sela Al-Auza'i menyambut baik permintaan sang Nasrani itu.

"Nah, saya minta tolong kepada bapak untuk menulis dan mengirimkannya kepada khalifah," pinta sang Nasrani.

"Lantas, madu ini untuk apa?" ujar Al-Auza'i sambil menunjuk madu yang dibawa sang Nasrani.

"Oh ini madu untuk Anda pak, sengaja saya membawa ini dari rumah pak."

إن شئت رددت الجرة وكتبت لك, وإلا قبلت الجرة ولم أكتب لك

"Tidak perlu repot-repot, kalau Anda ingin memberi hadiah kepada saya maka akan daya terima madu itu, tapi saya tidak akan membantu Anda. Jika Anda membawa kembali madu itu ke rumah, maka saya akan membantu mengirimkan surat yang Anda minta."

Tamu Nasrani itu hanya tertegun melihat sikap Al-Auza'i yang begitu tegas menolak pemberian yang ia berikan. "Oh begitu ya sudah Pak terima kasih."

Al-Auza'i pun menulis surat sesuai permintaan Nasrani itu. Bahkan ia juga memberi Nasrani tersebut dengan 40 Dinar.

Begitulah teladan para ulama dalam membantu orang lain tanpa pandang bulu. Sekalipun dalam kisah ini sang Nasrani terlihat tulus memberi hadiah, tetapi karena kehati-hatian Imam Al-Auza'i akan suap (gratifikasi), beliau pun menolaknya. Semoga kisah ini menginpirasi kita.

Baca Juga: Kisah Inspiratif: Abaikan Pembesar, Sang Qadhi Pilih Menantu yang Jujur
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Mansa Musa dan Kisah...
Mansa Musa dan Kisah Haji Termegah dan Terkaya dalam Sejarah Dunia
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Rekomendasi
Genom Hiu Greenland...
Genom Hiu Greenland Jadi Petunjuk Memperpanjang Umur Manusia
Data Satelit NASA Selama...
Data Satelit NASA Selama 24 Tahun Ungkap Hal Menakutkan Ini Bakal Terjadi di Bumi
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved