Akhlak dan Kepribadian Istri-istri Rasulullah SAW yang Wajib Ditiru Kaum Muslimah
Selasa, 01 Februari 2022 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Ini adalah pelajaran yang sangat baik untuk perempuan muslimah. Khadijah istri pertama Rasulullah telah menentramkan Rasulullah dari rasa takut saat beliau didatangin malaikat jibril menyampaikan wahyu untuk pertama kalinya.
Begitulah seharusnya istri muslimah yang sayang kepada suami, hendaknya pandai meghibur suami pada saat dilanda kesedihan baik karena musibah yang menimpa atau kesulitan yang dihadapinya, atau kekurangan harta, sehingga kehidupan rumah tangga tetap baik dan sejahtera. Bukan sebaliknya, isteri menjadi beban dan menjadi sebab marah suami.
4. Betah di rumah
Tempat terbaik bagi perempuan muslimah adalah rumah. Karena rumah tempat melindungi perempuan dari bahaya dan fitnah, tempat istri menyambut dan menghibur suami pada saat pulang dari bepergian, melindungi anak kecil yang sangat butuh perawatan dan pengasuhan ibunya.
Allah Ta'ala berfirman,
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab : 33)
Perempuan muslimah yang betah di rumah sungguh sangat membantu pekerjaan rumah tangga , membantu pendidikan anak kecil yang butuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang, menghibur suami kapan saja pulang dari bepergian. Oleh karena itu, islam menunjukkan kepemimpinan di rumah adalah perempuan terutama pada saat suami sedang keluar.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)
Karena pentingnya keberadaan wanita di rumah maka shalat yang merupakan pokok tiang agama, bagi wanita lebih utama menunaikan shalatnya di rumah dari pada di masjid. Maka bagaimana bila perempuan keluar bukan ke masjid?
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnya, dan shalatnya di kamar lebih utama dari pada salatnya di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud)
Seandainya kebaikan perempuan itu keluar dari rumah, tentu salat mereka di masjid lebih utama. Namun, apa wasiat Rasulullah jika perempuan sering keluar, Beliau bersabda,
” Perempuan itu aurat apabila keluar maka di sambut (dipercantik) oleh setan. “(HR. Tirmidzi) Subhanallah, alangkah indahnya hidup perempuan muslimah bila mau meniru jejak istri Rasulullah, alangkah sejuknya hati suami, alangkah bahagianya anak dan keluarga.
Baca juga: Dosa-dosa Jariyah yang Sering Disepelekan Kaum Wanita
Aktivitas dan Perilaku Sehari-hari
Tak hanya dari sisi kepribadian yang patut diteladani dari sosok para istri Rasulullah, perilaku dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari pun banyak yang harus dicontoh.
5. Mengenakan jilbab atau menutup aurat
Allah Subhanahu wa ta'ala menyuruh istri Rasulullah, putrinya, dan semua istri orang beriman agar berjilbab,
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)
Ibnu Jarir Ath-Thabari menceritakan bahwa Abu Shalih berkata, “Tatkala Rasulullah datang di Madinah sebelum turun ayat ini, istri Nabi SAW dan wanita mukminah malam hari keluar untuk menunaikan hajatnya, sedangkan di jalan banyak kaum pria yag duduk dan bermain-main suka mengganggu; maka turunlah ayat ini, wanita yang merdeka hendaknya berjilbab , agar tidak sama dengan wanita budak. “ (Jami’ul Bayanfi Tafsiril Qur’an)
6. Tidak memerdukan suara
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, As-Sudi berkata, “Wanita dilarang memerdukan suaranya ketika berbicara pada kaum pria karena akan mengakibatkan kerusakan hati mereka (sehingga) jatuh pada perbuatan keji atau zina. Ibnu Zaid berkata, ‘Janganlah wanita berbicara kepada kaum pria yang bukan mahramnya seperti dia berbica lembut kepada suaminya, tetapi hendaknya bicara yang wajar dan keras suaranya."
Begitulah seharusnya istri muslimah yang sayang kepada suami, hendaknya pandai meghibur suami pada saat dilanda kesedihan baik karena musibah yang menimpa atau kesulitan yang dihadapinya, atau kekurangan harta, sehingga kehidupan rumah tangga tetap baik dan sejahtera. Bukan sebaliknya, isteri menjadi beban dan menjadi sebab marah suami.
4. Betah di rumah
Tempat terbaik bagi perempuan muslimah adalah rumah. Karena rumah tempat melindungi perempuan dari bahaya dan fitnah, tempat istri menyambut dan menghibur suami pada saat pulang dari bepergian, melindungi anak kecil yang sangat butuh perawatan dan pengasuhan ibunya.
Allah Ta'ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab : 33)
Perempuan muslimah yang betah di rumah sungguh sangat membantu pekerjaan rumah tangga , membantu pendidikan anak kecil yang butuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang, menghibur suami kapan saja pulang dari bepergian. Oleh karena itu, islam menunjukkan kepemimpinan di rumah adalah perempuan terutama pada saat suami sedang keluar.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها
“Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)
Karena pentingnya keberadaan wanita di rumah maka shalat yang merupakan pokok tiang agama, bagi wanita lebih utama menunaikan shalatnya di rumah dari pada di masjid. Maka bagaimana bila perempuan keluar bukan ke masjid?
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
صلاة المرأة في بيتها أفضل من صلاتها في حجرتها وصلاتها في مخدعها أفضل من صلاتها في بيتها
“Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnya, dan shalatnya di kamar lebih utama dari pada salatnya di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud)
Seandainya kebaikan perempuan itu keluar dari rumah, tentu salat mereka di masjid lebih utama. Namun, apa wasiat Rasulullah jika perempuan sering keluar, Beliau bersabda,
المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان
” Perempuan itu aurat apabila keluar maka di sambut (dipercantik) oleh setan. “(HR. Tirmidzi) Subhanallah, alangkah indahnya hidup perempuan muslimah bila mau meniru jejak istri Rasulullah, alangkah sejuknya hati suami, alangkah bahagianya anak dan keluarga.
Baca juga: Dosa-dosa Jariyah yang Sering Disepelekan Kaum Wanita
Aktivitas dan Perilaku Sehari-hari
Tak hanya dari sisi kepribadian yang patut diteladani dari sosok para istri Rasulullah, perilaku dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari pun banyak yang harus dicontoh.
5. Mengenakan jilbab atau menutup aurat
Allah Subhanahu wa ta'ala menyuruh istri Rasulullah, putrinya, dan semua istri orang beriman agar berjilbab,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)
Ibnu Jarir Ath-Thabari menceritakan bahwa Abu Shalih berkata, “Tatkala Rasulullah datang di Madinah sebelum turun ayat ini, istri Nabi SAW dan wanita mukminah malam hari keluar untuk menunaikan hajatnya, sedangkan di jalan banyak kaum pria yag duduk dan bermain-main suka mengganggu; maka turunlah ayat ini, wanita yang merdeka hendaknya berjilbab , agar tidak sama dengan wanita budak. “ (Jami’ul Bayanfi Tafsiril Qur’an)
6. Tidak memerdukan suara
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, As-Sudi berkata, “Wanita dilarang memerdukan suaranya ketika berbicara pada kaum pria karena akan mengakibatkan kerusakan hati mereka (sehingga) jatuh pada perbuatan keji atau zina. Ibnu Zaid berkata, ‘Janganlah wanita berbicara kepada kaum pria yang bukan mahramnya seperti dia berbica lembut kepada suaminya, tetapi hendaknya bicara yang wajar dan keras suaranya."
Lihat Juga :