Surat Yasin Ayat 74-75: Kaum Musyrik dan Ketika Berhala Jadi Bahan Bakar Neraka

Jum'at, 04 Februari 2022 - 08:11 WIB
loading...
A A A
Alasan mereka menyekutukan Allah SWT, menurut at-Tabataba’i karena mereka meyakini bahwa Allah SWT telah menyerahkan pengaturan alam semesta kepada sesembahan-sesembahan tersebut; yang baik maupun yang buruk. Mereka menyembah sesembahan itu supaya mendapatkan kerelaannya, sehingga tidak dimurkai atau dihambat rizkinya.

Bahan Bakar
Dalam tafsir al-Wajiz, al-Wahidi menerangkan bahwa yang dimaksud dengan muhdharuun pada ayat 75 adalah berhala-berhala yang disembah orang musyrik ini akan menjadi bahan bakar para penghuni neraka. Artinya berhala-berhala ini akan dihadirkan pula di dalam neraka.

Sedangkan al-Zamakhsyari dalam al-Kasysyaf menjelaskan, orang-orang musyrik mengharapkan agar berhala-berhala yang mereka sembah dapat menolong mereka dari segala bentuk marabahaya, tetapi sebaliknya, berhala itu tidak mampu berbuat apa apa. Bahkan berhala-berhala ini akan menjadi bahan baku api di dalam neraka bagi orang-orang musyrik.

Berbeda dengan mufassir-mufassir sebelumnya, Fakhruddin al-Razi menerangkan ayat 74 surat Yasin ini adalah isyarat dan keterangan tentang puncak kesesatan orang-orang musyrik.

Mereka diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan, akan tetapi malah meninggalkan kewajiban itu dan beribadah kepada selain-Nya, yang bahkan tidak memberikan dampak apa pun.

Orang-orang musyrik ini malah meminta pertolongan kepada berhala itu, padahal berhala ini tidak mampu menolong. Al-Razi mengutip QS al-Anbiya ayat 68, bahwa berhala ini pada akhirnya akan menjadi bahan bakar bagi para penghuni neraka.

Menurut al-Razi, ayat 75 ini mengisyaratkan bahwa pasca ditetapkannya hukuman bagi orang-orang musyrik, berhala-berhala ini akan dihadirkan di dalam api neraka menyertai para penyembahnya ketika di dunia. Hal ini sesuai dengan keterangan dalam QS al-Anbiya ayat 98.

Al-Razi menambahkan, ketika Hari Perhitungan, sesuai dengan QS al-Shaffat ayat 22-23, berhala-berhala ini akan dihadirkan bersama dengan orang-orang yang zalim terhadap diri mereka sendiri.

Sedangkan Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah berpendapat bahwa kalimat wahum lahum jundun muhdharuun pada ayat 75, dapat dipahami dalam arti ‘padahal mereka’ para penyembah itu menjadi ‘pembela mereka’, berhala-berhala ini. Maksudnya adalah kaum musyrik itu selalu menemani, membantu, dan melindungi tuhan-tuhan berhala itu. Padahal yang mereka sembah itu akan dihadirkan pada Hari Kiamat untuk memeroleh balasan amal-amal mereka.

Kata muhdharuun, menurut Quraish dapat juga berarti dihadirkan di tempat mereka, yakni bahwa berhala-berhala itu tidak jauh dari tempat mereka, bahkan selalu hadir bersama kaum musyrik. Meski demikian, berhala-berhala ini tidak dapat membantu atau membela orang musyrik. Artinya bila dalam keadaan dekat dan hadir pun berhala-berhala itu tidak dapat membela dan membantu apa-apa, apalagi kalau jauh.

Adapun menurut Nawawi al-Bantani , mereka menyembah selain Allah sebab berkeyakinan bahwa sesembahan tersebut akan mampu menolong mereka dari azab Allah SWT. Keyakinan ini diberitakan pula dalam QS. Yunus : 18 berikut:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Amr bin Luhai, Pelopor...
Amr bin Luhai, Pelopor Penyembah Berhala yang Menguasai Makkah
Doa Setelah Membaca...
Doa Setelah Membaca Yasin di Malam Nisfu Syaban
5 Keistimewaan Surat...
5 Keistimewaan Surat Yasin, Jantungnya Al-Quran dan 10 Keberkahannya
Rekomendasi
Fenomena Aneh, Ribuan...
Fenomena Aneh, Ribuan Capung Serbu Pantai Rhode Island AS
Negara-negara Paling...
Negara-negara Paling Tidak Ramah di Dunia
Teknologi Canggih 1.000...
Teknologi Canggih 1.000 Tahun Lalu Terungkap dari Mumi Khuwy
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved