Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot Sesuai Titah Baginda
Senin, 07 Februari 2022 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Kini Abu Nawas malah dapat seekor. Mereka terheran-heran akan kehebatan Abu Nawas. Tetapi begitu dilihat penghulu di dalam kandang, mereka tidak bisa bilang apa-apa selain mengiringi kandang itu sampai ke Istana hingga menjadi arak-arakan yang panjang.
Baca juga: Rumah Sempit dan Ingin Terasa Luas? Begini Resep Abu Nawas
Si penghulu malu bukan main. Tidak lama kemudian sampailah iring-iringan itu ke dalam Istana. “Hai Abu Nawas, apa kabar?” tanya Baginda Sultan, “Apa kamu sudah berhasil mendapatkan harimau berjenggot?”
“Dengan berkat dan doa tuanku, Alhamdulillah hamba berhasil,” jawab Abu Nawas enteng. Maka dibawalah kandang itu ke hadapan Baginda, ketika Baginda hendak melihat harimau tersebut, si penghulu memalingkan mukanya ke arah lain dengan muka merah padam karena malu. Akan tetapi ke mana pun ia menoleh, ke situ pula Baginda memelototkan matanya.
Tiba-tiba Baginda menggeleng-gelengkan kepala dengan takjub, sebab menurut penglihatan beliau yang ada di dalam kandang itu adalah penghulu Musalla.
Abu Nawas buru-buru menimpali, “Ya tuanku, itulah Harimau berjenggot.”
Akan tetapi baginda tidak cepat tanggap. Beliau termenung sesaat. Kenapa penghulu dikatakan harimau berjenggot? Tiba-tiba baginda bergoyang ke kiri dan ke kanan seperti orang berdoa.
“Hm, hm, hm oh penghulu…”
“Ya Tuanku Syah Alam,” kata Abu Nawas, “Perlukah hamba memberitahukan kenapa hamba dapat menangkap harimau berjenggot ini di rumah hamba sendiri ?”
“Ya, ya,” ujar Baginda sambil menoleh ke kandang itu dengan mata berapi-api. “Ya aku maklum sudah.”
Bukan main murka baginda kepada penghulu itu, sebab ia yang semestinya menegakkan hukum, ia pula yang melanggarnya, ia telah berkhianat. Baginda segera memerintahkan punggawa mengeluarkan penghulu dari kandang dan diarak keliling pasar setelah sebelumnya dicukur segi empat, agar diketahui oleh seluruh rakyat betapa aibnya orang yang berkhianat.
Baca juga: Ketika Abu Nawas Mimpi Bertemu Nabi Daud, Ini yang Terjadi
Baca juga: Rumah Sempit dan Ingin Terasa Luas? Begini Resep Abu Nawas
Si penghulu malu bukan main. Tidak lama kemudian sampailah iring-iringan itu ke dalam Istana. “Hai Abu Nawas, apa kabar?” tanya Baginda Sultan, “Apa kamu sudah berhasil mendapatkan harimau berjenggot?”
“Dengan berkat dan doa tuanku, Alhamdulillah hamba berhasil,” jawab Abu Nawas enteng. Maka dibawalah kandang itu ke hadapan Baginda, ketika Baginda hendak melihat harimau tersebut, si penghulu memalingkan mukanya ke arah lain dengan muka merah padam karena malu. Akan tetapi ke mana pun ia menoleh, ke situ pula Baginda memelototkan matanya.
Tiba-tiba Baginda menggeleng-gelengkan kepala dengan takjub, sebab menurut penglihatan beliau yang ada di dalam kandang itu adalah penghulu Musalla.
Abu Nawas buru-buru menimpali, “Ya tuanku, itulah Harimau berjenggot.”
Akan tetapi baginda tidak cepat tanggap. Beliau termenung sesaat. Kenapa penghulu dikatakan harimau berjenggot? Tiba-tiba baginda bergoyang ke kiri dan ke kanan seperti orang berdoa.
“Hm, hm, hm oh penghulu…”
“Ya Tuanku Syah Alam,” kata Abu Nawas, “Perlukah hamba memberitahukan kenapa hamba dapat menangkap harimau berjenggot ini di rumah hamba sendiri ?”
“Ya, ya,” ujar Baginda sambil menoleh ke kandang itu dengan mata berapi-api. “Ya aku maklum sudah.”
Bukan main murka baginda kepada penghulu itu, sebab ia yang semestinya menegakkan hukum, ia pula yang melanggarnya, ia telah berkhianat. Baginda segera memerintahkan punggawa mengeluarkan penghulu dari kandang dan diarak keliling pasar setelah sebelumnya dicukur segi empat, agar diketahui oleh seluruh rakyat betapa aibnya orang yang berkhianat.
Baca juga: Ketika Abu Nawas Mimpi Bertemu Nabi Daud, Ini yang Terjadi
(mhy)
Lihat Juga :