Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot Sesuai Titah Baginda
Senin, 07 Februari 2022 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
“Hai Abu Nawas,” kata si penghulu, “Bolehkah aku menyelesaikan perselisihan dengan istrimu itu?”
“Silakan,” jawab Abu Nawas. “Hamba sangat berterima kasih atas kebaikan hati tuan,” lanjutnya.
Baca juga: Salam Baginda kepada Raja Non-Islam Jadi Masalah, Begini Nasihat Abu Nawas
Maka pergilah penghulu ke rumah Abu Nawas dengan hati berbunga-bunga, dan dengan wajah berseri-seri diketuknya pintu rumah Abu Nawas. Begitu pintu terbuka ia langsung mengamit istri Abu Nawas dan diajak duduk bersanding.
“Hai Adinda,,,” katanya. “Apa gunanya punya suami jahat dan melarat. Lagi pula Abu Nawas hidupnya tak karuan. Lebih baik kamu jadi istriku. Kamu dapat hidup senang dan tidak kekurangan suatu apa,” rayunya.
“Baiklah kalau keinginan tuan demikian,” jawab istri Abu Nawas polos-polos saja. Tak berapa lama kemudian terdengar pintu diketuk orang. Ketukan itu membuat penghulu belingsatan.
“Ke mana aku harus bersembunyi," tanyanya kepada istri Abu Nawas.
“Tuan penghulu…silahkan bersembunyi di dalam kandang itu,” ujarnya lalu menunjuk kandang yang terletak di dalam kamar Abu Nawas.
Tanpa pikir panjang lagi penghulu itu masuk ke dalam kandang itu dan menutupnya dari dalam. Sedangkan istri Abu Nawas segera membuka pintu, sambil menengok ke kiri-kanan. Abu Nawas masuk ke dalam rumah. “Hai Adinda, apa yang ada di dalam kandang itu?” tanya Abu Nawas.
“Tidak ada apa-apa,” jawab istrinya.
“Apa putih-putih itu?” tanya Abu Nawas, lalu dilihatnya penghulu itu gemetar karena malu dan ketakutan.
Setelah delapan hari, sesuai janji dengan Baginda, Abu Nawas memanggil delapan kuli untuk memikul kandang itu ke Istana.
Bagdad menjadi gempar karena orang-orang ingin melihat Harimau berjenggot. Seumur hidup, jangankan melihat, mendengar harimau berjenggot pun belum pernah.
“Silakan,” jawab Abu Nawas. “Hamba sangat berterima kasih atas kebaikan hati tuan,” lanjutnya.
Baca juga: Salam Baginda kepada Raja Non-Islam Jadi Masalah, Begini Nasihat Abu Nawas
Maka pergilah penghulu ke rumah Abu Nawas dengan hati berbunga-bunga, dan dengan wajah berseri-seri diketuknya pintu rumah Abu Nawas. Begitu pintu terbuka ia langsung mengamit istri Abu Nawas dan diajak duduk bersanding.
“Hai Adinda,,,” katanya. “Apa gunanya punya suami jahat dan melarat. Lagi pula Abu Nawas hidupnya tak karuan. Lebih baik kamu jadi istriku. Kamu dapat hidup senang dan tidak kekurangan suatu apa,” rayunya.
“Baiklah kalau keinginan tuan demikian,” jawab istri Abu Nawas polos-polos saja. Tak berapa lama kemudian terdengar pintu diketuk orang. Ketukan itu membuat penghulu belingsatan.
“Ke mana aku harus bersembunyi," tanyanya kepada istri Abu Nawas.
“Tuan penghulu…silahkan bersembunyi di dalam kandang itu,” ujarnya lalu menunjuk kandang yang terletak di dalam kamar Abu Nawas.
Tanpa pikir panjang lagi penghulu itu masuk ke dalam kandang itu dan menutupnya dari dalam. Sedangkan istri Abu Nawas segera membuka pintu, sambil menengok ke kiri-kanan. Abu Nawas masuk ke dalam rumah. “Hai Adinda, apa yang ada di dalam kandang itu?” tanya Abu Nawas.
“Tidak ada apa-apa,” jawab istrinya.
“Apa putih-putih itu?” tanya Abu Nawas, lalu dilihatnya penghulu itu gemetar karena malu dan ketakutan.
Setelah delapan hari, sesuai janji dengan Baginda, Abu Nawas memanggil delapan kuli untuk memikul kandang itu ke Istana.
Bagdad menjadi gempar karena orang-orang ingin melihat Harimau berjenggot. Seumur hidup, jangankan melihat, mendengar harimau berjenggot pun belum pernah.
Lihat Juga :