Abu Jahal Berperan Penting Membuat Abu Thalib Mati dalam Keadaan Kafir
Senin, 21 Februari 2022 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
اِنَّكَ لَا تَهۡدِىۡ مَنۡ اَحۡبَبۡتَ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهۡدِىۡ مَنۡ يَّشَآءُؕ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ
"Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk ( QS Al-Qashash : 56).
Siksa Paling Ringan
Dalam Shahih Muslim, terdapat sebuah hadits yang menggambarkan bagaimana kecintaan Nabi kepada pamannya tersebut dapat membuat Abu Thalib mendapat perlakuan berbeda dibanding penghuni neraka lainnya.
"Wahai Rasulullah, apakah engkau akan memberikan suatu manfaat kepada Abu Thalib, lantaran ia selalu menjagamu serta melindungimu?"
Nabi menjawab: "Ya. Dia (Abu Thalib) berada di dalam dhahdah (pantai) dari neraka, seandainya bukan karenaku, niscaya ia berada di tempat paling bawah dari neraka."
Ustadz Ahmad Sarwat dalam buku "Orang Kafir dalam Keluarga Nabi SAW" menyebutkan, konon Abu Thalib nantinya di neraka akan disiksa dengan siksaan paling ringan. Siksaan tersebut, yaitu memakai alas kaki yang terbuat dari api neraka. Hal ini dianggap jauh lebih baik dibandingkan dengan dijebloskan langsung ke dalam api yang menyala.
Adapun alasan mengapa Abu Thalib diberi siksaan ringan di neraka, salah satunya karena beliau tidak pernah memusuhi Nabi Muhammad SAW. Meski Abu Thalib tidak mempercayai kenabiannya dan tidak mau membaca syahadat, namun ia enggan bermusuhan dengan keponakannya itu. Alasan lainnya karena Abu Thalib memiliki andil besar dalam dakwah Nabi.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 7-8: Nasib Abu Jahal dan Mereka yang Terbelenggu dalam Kekafiran
Berikut adalah beberapa hadis yang menegaskan Abu Thalib mati kafir
Pertama, hadits dari Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَا أَغْنَيْتَ عَنْ عَمِّكَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَحُوطُكَ وَيَغْضَبُ لَكَ؟
“Apakah anda tidak bisa menolong paman anda?, karena dia selalu melindungi anda dan marah karena anda.”
Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
هُوَ فِي ضَحْضَاحٍ مِنْ نَارٍ، وَلَوْلاَ أَنَا لَكَانَ فِي الدَّرَكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ
”Dia berada di permukaan neraka. Andai bukan karena aku, niscaya dia berada di kerak neraka.” (HR. Ahmad 1774 dan Bukhari 3883).
Lihat Juga :