Gambaran Kehidupan Wanita di Akhirat Kelak yang Dilihat Rasulullah SAW dalam Perjalanan Isra Mi'raj
Jum'at, 25 Februari 2022 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Masyitah adalah pelayan raja. Dia adalah seorang rakyat yang masih sadar dan beriman kepada Allah. Tetapi karena kekejaman Firaun, dia dan yang lainnya terpaksa menyembunyikan keimanan mereka. Pada suatu hari, ketika Masyitah menyisir rambut putri Firaun, tiba-tiba sikat itu terjatuh. Dengan tidak sengaja, dia menyebut nama Allah. Ketika sang putri mendengarnya, bertanya kepada Masyitah, siapakah Allah itu. Masyitah pada awalnya enggan menjawab, tetapi setelah didesak berkali-kali, dia akhirnya memberitahukan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Esa dan Tuhan Sekalian Alam.
Putri itu mengadu hingga menyebabkan Firaun sangat marah mengetahui Masyitah menyembah tuhan selain dirinya. Masyitah dipaksa Firaun agar mengakui dirinya (Firaun) sebagai Tuhan, tetapi dengan penuh keberanian dia berkata: "Tuhan aku dan Tuhan kamu adalah Allah." Kata-kata tersebut menimbulkan kemarahan Firaun. Lalu dia memerintahkan menterinya, Hammam, agar membuat patung sapi dari tembaga dan diisi minyak untuk merebus Masyitah dan keluarganya.
Ketika tiba giliran bayinya yang akan dimasukkan ke dalam patung sapi, Masyitah hampir mengaku kalah dan menyerah kepada keinginan Firaun karena sangat sayang kepada anaknya. Tetapi dengan kehendak Allah, terjadi kejadian yang luar biasa. Secara tiba-tiba bayi tersebut dengan fasih berkata: "Wahai ibuku! Teruskanlah dan jangan menyerah kalah, sesungguhnya engkau di jalan yang benar."
Masyitah dan keluarganya mempertahankan keimanan mereka dengan mengatakan ''Allah Tuhan Yang Esa dan Firaun hanya manusia biasa''. Lalu semuanya syahid dibunuh oleh Firaun. Keberanian seorang wanita memperjuangkan kebenaran dan keimanan ini diperingati setiap tahun oleh seluruh manusia melalui peristiwa Isra dan Mi'raj. Semua anggota keluarga Masyitah mendapat balasan syahid dari Allah karena mempertahankan akidah hingga mati.
Baca juga: 5 Amalan Sunnah di Malan Isra Mir'aj, Jangan Lupa Amalkan!
2. kehidupan wanita durhaka
Dalam perjalanan tersebut, Baginda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga diperlihatkan tentang 10 jenis siksaan yang menimpa wanita hingga Rasulullah menangis setiap mengenangnya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut siksaan wanita yang dilihat Baginda Nabi SAW terhadap wanita durhaka, yakni :
1. Wanita yang digantung dengan rambut dan otak di kepalanya mendidih.
Mereka adalah wanita yang tidak mau melindungi rambutnya dari pandangan lelaki lain.
2. Wanita yang digantung dengan lidah
3. Tangannya dikeluarkan dari punggung
4. Minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya.
Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan perkataan.
5.Wanita digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituangkan ke dalam kerongkongnya.
Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin dari suaminya.
6. wanita yang diikat kedua kakinya serta kedua tangannya sampai ke ubun-ubun, dililit oleh beberapa ekor ular, dan kalajengking.
Mereka adalah perempuan yang mampu shalat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak wudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa izin suaminya dan tidak mandi bersuci setelah haid dan nifas.
Putri itu mengadu hingga menyebabkan Firaun sangat marah mengetahui Masyitah menyembah tuhan selain dirinya. Masyitah dipaksa Firaun agar mengakui dirinya (Firaun) sebagai Tuhan, tetapi dengan penuh keberanian dia berkata: "Tuhan aku dan Tuhan kamu adalah Allah." Kata-kata tersebut menimbulkan kemarahan Firaun. Lalu dia memerintahkan menterinya, Hammam, agar membuat patung sapi dari tembaga dan diisi minyak untuk merebus Masyitah dan keluarganya.
Ketika tiba giliran bayinya yang akan dimasukkan ke dalam patung sapi, Masyitah hampir mengaku kalah dan menyerah kepada keinginan Firaun karena sangat sayang kepada anaknya. Tetapi dengan kehendak Allah, terjadi kejadian yang luar biasa. Secara tiba-tiba bayi tersebut dengan fasih berkata: "Wahai ibuku! Teruskanlah dan jangan menyerah kalah, sesungguhnya engkau di jalan yang benar."
Masyitah dan keluarganya mempertahankan keimanan mereka dengan mengatakan ''Allah Tuhan Yang Esa dan Firaun hanya manusia biasa''. Lalu semuanya syahid dibunuh oleh Firaun. Keberanian seorang wanita memperjuangkan kebenaran dan keimanan ini diperingati setiap tahun oleh seluruh manusia melalui peristiwa Isra dan Mi'raj. Semua anggota keluarga Masyitah mendapat balasan syahid dari Allah karena mempertahankan akidah hingga mati.
Baca juga: 5 Amalan Sunnah di Malan Isra Mir'aj, Jangan Lupa Amalkan!
2. kehidupan wanita durhaka
Dalam perjalanan tersebut, Baginda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga diperlihatkan tentang 10 jenis siksaan yang menimpa wanita hingga Rasulullah menangis setiap mengenangnya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut siksaan wanita yang dilihat Baginda Nabi SAW terhadap wanita durhaka, yakni :
1. Wanita yang digantung dengan rambut dan otak di kepalanya mendidih.
Mereka adalah wanita yang tidak mau melindungi rambutnya dari pandangan lelaki lain.
2. Wanita yang digantung dengan lidah
3. Tangannya dikeluarkan dari punggung
4. Minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya.
Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan perkataan.
5.Wanita digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituangkan ke dalam kerongkongnya.
Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin dari suaminya.
6. wanita yang diikat kedua kakinya serta kedua tangannya sampai ke ubun-ubun, dililit oleh beberapa ekor ular, dan kalajengking.
Mereka adalah perempuan yang mampu shalat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak wudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa izin suaminya dan tidak mandi bersuci setelah haid dan nifas.
Lihat Juga :