Ketika Isra Miraj Jadi Bahan Olokan Abu Lahab dan Julukan Ash-Shiddiq bagi Abu Bakar
Sabtu, 26 Februari 2022 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalamSirah Nabawiyah menyebut, dalam penelaahannya, ulama Ibnul Qayyim berkata:
“Esok harinya tatkala Rasulullah SAW berada di tengah kaumnya, beliau mengabarkan apa yang diperlihatkan Allah SWT, berupa tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung.
Mereka pun semakin menjadi-jadi dalam mendustakan dan mengejek beliau. Mereka meminta agar beliau menyebutkan ciri-ciri Baitul-Maqdis. Maka Allah menampakkannya, sehingga beliau bisa melihatnya secara langsung. Seketika itu beliau mengabarkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan-Nya, dan mereka tidak bisa memberi bantahan sedikit pun.
Beliau juga mengabarkan tentang kafilah dagang mereka tatkala kepergian dan kepulangannya, tentang seekor unta milik mereka yang terlepas dari rombongan. Setelah kafilah itu tiba, maka apa yang disampaikan beliau itu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Namun semua rentetan kejadian ini justru membuat mereka semakin lari menjauhkan diri, dan orang-orang yang zalim tidak menghendaki kecuali kekufuran."
Baca juga: Isra Miraj (8/Tamat): Perjalanan Pulang Rasulullah Sedih karena Abu Jahal Mendustakannya
Lidah Jibril
Berkenaan dengan Abu Bakar, dalam riwayat lainnya al-Hakim dalam Mustadrak meriwayatkan bahwa an-Nazzal bin Sabrah berkata:
Kami berkata kepada Ali, “Amirul Mukminin, beri tahu kami tentang Abu Bakar.”
Dia berkata, “Orang itu, Allah menamainya ash-Shiddiq melalui lidah Jibril dan lidah Muhammad SAW. Dia adalah pengganti Rasulullah SAW dalam (imam) sholat; dia dipenuhi dalam dirinya Din kami, dan kami ridha kepadanya untuk urusan duniawi kami.”
As-Suyuti berkata tentang riwayat di atas, “(Riwayat) ini isnad-nya kuat.”
Setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra dan Miraj, sejak itu Rasulullah SAW memanggil Abu Bakar dengan ash-Shiddiq.
Baca juga: Isra Miraj (7): Naik ke Sidratul Muntaha Bertemu Allah dan Mendapat Keringanan Sholat
“Esok harinya tatkala Rasulullah SAW berada di tengah kaumnya, beliau mengabarkan apa yang diperlihatkan Allah SWT, berupa tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung.
Mereka pun semakin menjadi-jadi dalam mendustakan dan mengejek beliau. Mereka meminta agar beliau menyebutkan ciri-ciri Baitul-Maqdis. Maka Allah menampakkannya, sehingga beliau bisa melihatnya secara langsung. Seketika itu beliau mengabarkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan-Nya, dan mereka tidak bisa memberi bantahan sedikit pun.
Beliau juga mengabarkan tentang kafilah dagang mereka tatkala kepergian dan kepulangannya, tentang seekor unta milik mereka yang terlepas dari rombongan. Setelah kafilah itu tiba, maka apa yang disampaikan beliau itu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Namun semua rentetan kejadian ini justru membuat mereka semakin lari menjauhkan diri, dan orang-orang yang zalim tidak menghendaki kecuali kekufuran."
Baca juga: Isra Miraj (8/Tamat): Perjalanan Pulang Rasulullah Sedih karena Abu Jahal Mendustakannya
Lidah Jibril
Berkenaan dengan Abu Bakar, dalam riwayat lainnya al-Hakim dalam Mustadrak meriwayatkan bahwa an-Nazzal bin Sabrah berkata:
Kami berkata kepada Ali, “Amirul Mukminin, beri tahu kami tentang Abu Bakar.”
Dia berkata, “Orang itu, Allah menamainya ash-Shiddiq melalui lidah Jibril dan lidah Muhammad SAW. Dia adalah pengganti Rasulullah SAW dalam (imam) sholat; dia dipenuhi dalam dirinya Din kami, dan kami ridha kepadanya untuk urusan duniawi kami.”
As-Suyuti berkata tentang riwayat di atas, “(Riwayat) ini isnad-nya kuat.”
Setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra dan Miraj, sejak itu Rasulullah SAW memanggil Abu Bakar dengan ash-Shiddiq.
Baca juga: Isra Miraj (7): Naik ke Sidratul Muntaha Bertemu Allah dan Mendapat Keringanan Sholat
(mhy)
Lihat Juga :