Kisah Ibnu Arabi: Ketika Pamannya Bertaubat, Tinggalkan Takhta, dan Menjadi Pencari Kayu Bakar

Senin, 07 Maret 2022 - 16:22 WIB
loading...
A A A
Begini kisahnya:

Abu Abdullah Al-Tunisi adalah seorang ahli fiqih, agamawan dan abid asal Tunisia. Saat itu dia baru saja pindah ke Desa Al-Ubbad yang tak jauh dari Tlemcen. Hidupnya dia habiskan dalam ibadah di masjid dan mengabdikan diri di jalan Allah. Hingga kini kuburan Abu Abdullah Al-Tunisi menjadi tempat ziarah masyarakat Tlemcen.

Suatu hari, abid ini berjalan di pusat kota Tlemcen, sedang pamanku Yahya bin Yughan, pembesar Tlemcen, menunggang kuda di tengah rombongan pengawal dan pasukan. Saat berpapasan, seseorang berbisik kepadanya, ‘Itulah Abu Abdullah Al-Tunisi, orang suci di zaman kita!’

Yahya bergegas mengekang tali kudanya dan berhenti. Setelah berbalas salam, pangeran yang mengenakan pakaian kebesaran itu bertanya, ‘Hai Syaikh, bolehkah aku sholat dengan pakaian ini?’

Syaikh pun tertawa keras. ‘Apa yang kau tertawakan?’ tanyanya.

Baca juga: Ibnu Arabi Antara Anak Gergaji dan yang Menghidupkan Agama

Syaikh itu menjawab, ‘Betapa dangkal pemahamanmu dan bodohnya dirimu! Dalam keadaanmu yang seperti ini (kau bertanya tentang kesucian bajumu)?! Kau lebih mirip dengan anjing yang berlumuran darah bangkai lalu mengangkat kakinya saat kencing agar tidak mengotori tubuhnya. Kau adalah mangkok yang penuh kotoran. Kau bertanya padaku tentang (kesucian) bajumu sementara kau bertanggungjawab atas setiap derita rakyat yang berada di bawah kekuasaanmu?!’

Raja itu langsung menangis dan melompat turun dari kudanya. Di hadapan semua yang hadir di sana, dia menyatakan mundur dari kerajaannya.

Dia kemudian mengabdi pada sang syaikh. Tiga hari setelah itu, sang syaikh membawa tali dan berkata padanya, ‘Raja, tiga hari masa keramahan yang dianjurkan (oleh Nabi Muhammad bagi tiap tamu) telah berlalu. Sekarang pergi dan kumpulkan kayu untuk dijual.’

Maka raja itu pun mulai mencari kayu, memikulnya dan menjualnya di pasar. Rakyat yang menyaksikannya memikul tumpukan kayu segera terharu dan serentak menangis. Setelah menjual kayunya dan mengambil sebagian penghasilannya untuk dimakan, dia menyedekahkan semua sisanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Rekomendasi
Kisah Gajah Mada Duduki...
Kisah Gajah Mada Duduki Takhta Mahapatih Majapahit yang Ditandai Letusan Gunung Kelud
Google Maps Tangkap...
Google Maps Tangkap Struktur Bulat yang Tidak Biasa, Ini Detailnya
Benua Australia dan...
Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan
Artikel Terkini
Doa agar Bisa Mewujudkan...
Doa agar Bisa Mewujudkan Keluarga Samawa
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Cara Mengenali Rumah...
Cara Mengenali Rumah Tangga Samawa, Ini 7 Ciri-Cirinya Menurut Ajaran Islam
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved