Ada Makam 40 Sahabat Rasulullah SAW di Rusia, Jasadnya Utuh Beraroma Harum Mawar
Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Yajuj dan Majuj Berbaur dalam Perang Rusia-Ukraina?
Setelah syahidnya para Ashab, termasuk Abd ar-Rahman bin Rabiah dan saudaranya, Salman ibn Rabiah, terjadi keajaiban besar. Untuk lebih mempermalukan musuh, bangsa Khazar melarang penguburan tubuh keempat puluh jasad Ashab itu. Tak lama, bencana dan penyakit melanda seluruh daratan Khazar.
Para tetua kemudian mengatakan bahwa wabah dan bencana tak akan usai sampai mereka menguburkan jasad para Ashab dengan hormat dan layaknya para pejuang.
Akhirnya, orang-orang Khazar menghampiri lokasi jasad 40 Ashab, tetapi kemudian terkejut karena tubuh mereka tak membusuk, justru mengeluarkan aroma mawar yang harum.
Alhasil, orang-orang Khazar yang melihat peristiwa ini memutuskan memeluk Islam. Dengan demikian, sekalipun kalah, agama Allah berhasil ditegakkan. Dan makam Makam 40 Sahabat Rasulullah atau Kyrkhlyar itu sampai kini menjadi tempat yang disucikan.
Menurut Russia Beyond, permakaman ini termasuk dalam daftar situs yang dilindungi negara. Makam ini tak hanya dihormati sebagai tempat suci umat Islam di Derbent, juga di seluruh wilayah Kaukasus Utara. Banyak muslim secara khusus datang ke sini untuk berziarah.
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel
![Ada Makam 40 Sahabat Rasulullah SAW di Rusia, Jasadnya Utuh Beraroma Harum Mawar]()
40 Orang Suci
Kisah di era Khalifah Umar bin Khattab tersebut masih ada yang meragukan kesahihannya. Seorang peneliti menyebut Kyrkhlyar bukan makam sahabat nabi, melainkan makam prajurit Muslim di era Dinasti Seljuk pada tahun 1071. Mereka adalah para pemimpin detasemen Ghazi.
Cendekiawan Moldavia Dimitrie Cantemir, yang pada awal abad ke-18 mempelajari barang-barang antik Derbent secara menyeluruh, mencatat legenda pertalian asal-usul pekuburan ini dengan Oghuz Turk, sebuah bangsa Turk barat.
Legenda ini juga dikutip oleh Adam Olearius. Ilmuwan Jerman itu melaporkan bahwa “40 pangeran, orang-orang suci” dikubur di permakaman, yang “dipimpin oleh seorang raja bernama Kassan, yang berasal dari bangsa Okus (maksudnya Oghuz -red.)”.
Setelah syahidnya para Ashab, termasuk Abd ar-Rahman bin Rabiah dan saudaranya, Salman ibn Rabiah, terjadi keajaiban besar. Untuk lebih mempermalukan musuh, bangsa Khazar melarang penguburan tubuh keempat puluh jasad Ashab itu. Tak lama, bencana dan penyakit melanda seluruh daratan Khazar.
Para tetua kemudian mengatakan bahwa wabah dan bencana tak akan usai sampai mereka menguburkan jasad para Ashab dengan hormat dan layaknya para pejuang.
Akhirnya, orang-orang Khazar menghampiri lokasi jasad 40 Ashab, tetapi kemudian terkejut karena tubuh mereka tak membusuk, justru mengeluarkan aroma mawar yang harum.
Alhasil, orang-orang Khazar yang melihat peristiwa ini memutuskan memeluk Islam. Dengan demikian, sekalipun kalah, agama Allah berhasil ditegakkan. Dan makam Makam 40 Sahabat Rasulullah atau Kyrkhlyar itu sampai kini menjadi tempat yang disucikan.
Menurut Russia Beyond, permakaman ini termasuk dalam daftar situs yang dilindungi negara. Makam ini tak hanya dihormati sebagai tempat suci umat Islam di Derbent, juga di seluruh wilayah Kaukasus Utara. Banyak muslim secara khusus datang ke sini untuk berziarah.
Baca juga: Ide-Ide Brilian Muhammad Al-Fatih Tundukkan Konstantinopel

40 Orang Suci
Kisah di era Khalifah Umar bin Khattab tersebut masih ada yang meragukan kesahihannya. Seorang peneliti menyebut Kyrkhlyar bukan makam sahabat nabi, melainkan makam prajurit Muslim di era Dinasti Seljuk pada tahun 1071. Mereka adalah para pemimpin detasemen Ghazi.
Cendekiawan Moldavia Dimitrie Cantemir, yang pada awal abad ke-18 mempelajari barang-barang antik Derbent secara menyeluruh, mencatat legenda pertalian asal-usul pekuburan ini dengan Oghuz Turk, sebuah bangsa Turk barat.
Legenda ini juga dikutip oleh Adam Olearius. Ilmuwan Jerman itu melaporkan bahwa “40 pangeran, orang-orang suci” dikubur di permakaman, yang “dipimpin oleh seorang raja bernama Kassan, yang berasal dari bangsa Okus (maksudnya Oghuz -red.)”.
Lihat Juga :