Rukun Khutbah Jumat Menurut 4 Mazhab
Sabtu, 12 Maret 2022 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Namun Ibnul Arabi yang bermazhab Maliki agak sedikit berbeda dengan mazhabnya. Beliau menyatakan minimal khutbah Jumat itu menyebutkan hamdalah, shalawat kepada Nabi, tahdzir (mengingatkan) dan tabsyir (memberi kabar gembira) serta beberapa petikan ayat Al-Quran.
3. Mazhab Syafi'i 5 Rukun
Mazhab yang lebih lengkap dalam urusan rukun khutbah Jumat adalah Mazhab Syafi'i. Mazhab ini menetapkan setidaknya ada lima rukun khutbah Jumat, yaitu hamdalah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca petikan ayat Al-Qur'an, berwasiyat dan memohon ampunan buat kaum muslimin.
Rukun Pertama: Hamdalah
Hamdalah adalah mengucapkan lafadz Alhamdulillah, innalhamda lillah, ahmadullah atau lafadz-lafadz yang sejenisnya. Dasarnya adalah hadits Nabi:
كُلُّ كَلاَمٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ باِلحَمْدِ لِلَّهِ فَهُوَ أَجْذَم
"Semua perkataan yang tidak dimulai dengan hamdalah maka perkataan itu terputus." (HR Abu Daud)
Rukun Kedua: Bershalawat kepada Nabi SAW
Shalawat kepada Rasulullah SAW bisa dengan lafadz yang sederhana, seperti:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
"Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad"
Tidak diharuskan menyampaikan salam, dan juga tidak harus dengan shalawat kepada keluarga beliau. Minimal sekali hanya sekedar shalawat saja.
Rukun Ketiga: Membaca Petikan Ayat Al-Qur'an
كَانَ يَقْرَأ آياَتٍ وَيُذَكِّرُ النَّاسَ
3. Mazhab Syafi'i 5 Rukun
Mazhab yang lebih lengkap dalam urusan rukun khutbah Jumat adalah Mazhab Syafi'i. Mazhab ini menetapkan setidaknya ada lima rukun khutbah Jumat, yaitu hamdalah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca petikan ayat Al-Qur'an, berwasiyat dan memohon ampunan buat kaum muslimin.
Rukun Pertama: Hamdalah
Hamdalah adalah mengucapkan lafadz Alhamdulillah, innalhamda lillah, ahmadullah atau lafadz-lafadz yang sejenisnya. Dasarnya adalah hadits Nabi:
كُلُّ كَلاَمٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ باِلحَمْدِ لِلَّهِ فَهُوَ أَجْذَم
"Semua perkataan yang tidak dimulai dengan hamdalah maka perkataan itu terputus." (HR Abu Daud)
Rukun Kedua: Bershalawat kepada Nabi SAW
Shalawat kepada Rasulullah SAW bisa dengan lafadz yang sederhana, seperti:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
"Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad"
Tidak diharuskan menyampaikan salam, dan juga tidak harus dengan shalawat kepada keluarga beliau. Minimal sekali hanya sekedar shalawat saja.
Rukun Ketiga: Membaca Petikan Ayat Al-Qur'an
كَانَ يَقْرَأ آياَتٍ وَيُذَكِّرُ النَّاسَ
Lihat Juga :