Sultan Mu'izz ad-Din Muhammad, Peletak Dasar Pemerintahan Muslim di India
Selasa, 15 Maret 2022 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1175, Mu'izz merebut Multan dari dinasti Hamid Ludi, dan juga merebut Uch pada tahun 1175. Dia juga menganeksasi kerajaan Ghaznawi di Lahore pada tahun 1186, tempat persembunyian terakhir para pesaingnya yang mengalami Persia.
Setelah mengkonsolidasikan kekuasaannya di wilayah Barat Laut, Mu'izz al-Din ingin menyerang jantung India Utara yang saat itu berada di bawah kendali Rajput.
Baca juga: Dinasti Safawiyah, Bermula dari Gerakan Tarekat Menjadi Kerajaan
Sugata Bose (2004) dalam bukunya berjudul "Modern South Asia: History, Culture, Political Economy" menyebut pada 1191 M, Mu'izz ad-Din Muhammad dikalahkan oleh Konfederasi Rajput bersatu yang dipimpin oleh Prithviraj Chauhan dalam Pertempuran Tarain Pertama.
Hanya saja, pada tahun 1192 M, Shihabuddin kembali dengan pasukan pemanah berkuda dan mengalahkan Rajput di bawah Prithviraj di medan yang sama, membuka jalan untuk menduduki sebagian besar India Utara dalam satu generasi.
Pertempuran itu juga menyebabkan kehancuran besar-besaran kekuatan Hindu di India Utara dan membentuk kehadiran Muslim secara kuat.
Asal Mula
Pada awalnya orang-orang Gaznah banyak mengangkat para penguasa dari Ghuri. Orang yang pertama sekali menjadi kepala pemerintahan negeri ini adalah Izzuddin Husein.
Dia adalah pendiri pemerintahan Dinasti Ghuriyah. Izzuddin Husein (Muhammad Ghuri) mampu menguasai Ghaznah pada tahun 1173 M. Dalam pelaksanaan pemerintahannya Mu'izz ad-Din Muhammad memakai gelar Al-Malik al-Muazzam (Raja Besar).
Setelah memperkuat dirinya di Ghaznah, ia mengalihkan perhatian ke India. Faktor-faktor yang mendorongnya mengalihkan perhatian ke India antara lain adalah karena gagalnya mendirikan kerajaan di Asia Tengah dan ancaman dari sisa-sisa Dinasti Ghaznah di Punjab. Di samping itu, tidak ada kesatuan politik di India.
Dalam kondisi tersebut, Ghuri mendapatkan kesempatan emas bagi kesuksesannya.
Setelah mengkonsolidasikan kekuasaannya di wilayah Barat Laut, Mu'izz al-Din ingin menyerang jantung India Utara yang saat itu berada di bawah kendali Rajput.
Baca juga: Dinasti Safawiyah, Bermula dari Gerakan Tarekat Menjadi Kerajaan
Sugata Bose (2004) dalam bukunya berjudul "Modern South Asia: History, Culture, Political Economy" menyebut pada 1191 M, Mu'izz ad-Din Muhammad dikalahkan oleh Konfederasi Rajput bersatu yang dipimpin oleh Prithviraj Chauhan dalam Pertempuran Tarain Pertama.
Hanya saja, pada tahun 1192 M, Shihabuddin kembali dengan pasukan pemanah berkuda dan mengalahkan Rajput di bawah Prithviraj di medan yang sama, membuka jalan untuk menduduki sebagian besar India Utara dalam satu generasi.
Pertempuran itu juga menyebabkan kehancuran besar-besaran kekuatan Hindu di India Utara dan membentuk kehadiran Muslim secara kuat.
Asal Mula
Pada awalnya orang-orang Gaznah banyak mengangkat para penguasa dari Ghuri. Orang yang pertama sekali menjadi kepala pemerintahan negeri ini adalah Izzuddin Husein.
Dia adalah pendiri pemerintahan Dinasti Ghuriyah. Izzuddin Husein (Muhammad Ghuri) mampu menguasai Ghaznah pada tahun 1173 M. Dalam pelaksanaan pemerintahannya Mu'izz ad-Din Muhammad memakai gelar Al-Malik al-Muazzam (Raja Besar).
Setelah memperkuat dirinya di Ghaznah, ia mengalihkan perhatian ke India. Faktor-faktor yang mendorongnya mengalihkan perhatian ke India antara lain adalah karena gagalnya mendirikan kerajaan di Asia Tengah dan ancaman dari sisa-sisa Dinasti Ghaznah di Punjab. Di samping itu, tidak ada kesatuan politik di India.
Dalam kondisi tersebut, Ghuri mendapatkan kesempatan emas bagi kesuksesannya.
Lihat Juga :