Amalan Penduduk Mekkah dan Ulama Syam pada Malam Nisfu Syaban
Kamis, 17 Maret 2022 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
ذِكْرُ عَمَلِ أَهْلِ مَكَّةَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَاجْتِهَادِهِمْ فِيهَا لِفَضْلِهَا وَأَهْلُ مَكَّةَ فِيمَا مَضَى إِلَى الْيَوْمِ إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، خَرَجَ عَامَّةُ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَصَلَّوْا، وَطَافُوا، وَأَحْيَوْا لَيْلَتَهُمْ حَتَّى الصَّبَاحَ بِالْقِرَاءَةِ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، حَتَّى يَخْتِمُوا الْقُرْآنَ كُلَّهُ، وَيُصَلُّوا، وَمَنْ صَلَّى مِنْهُمْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ مِائَةَ رَكْعَةٍ يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِالْحَمْدُ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ، وَأَخَذُوا مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ، فَشَرِبُوهُ، وَاغْتَسَلُوا بِهِ، وَخَبَّؤُوهُ عِنْدَهُمْ لِلْمَرْضَى، يَبْتَغُونَ بِذَلِكَ الْبَرَكَةَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَيُرْوَى فِيهِ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ
"Amalan penduduk Mekkah pada malam Nisfu Syaban dan kesungguhan mereka beribadah karena keutamaan malam tersebut. Penduduk Mekkah dari dulu sampai hari ini, jika datang malam Nisfu Syaban, maka mayoritas laki-laki dan perempuan keluar menuju Masjidil Haram, mereka sholat, thawaf, dan menghidupkan malam itu sampai pagi dengan membaca Al-Qur'an di Masjidil Haram sampai mengkhatamkan semuanya, dan mereka shalat. Di antara mereka ada yang sholat malam itu 100 rakaat dan pada tiap rakaatnya membaca Al Fatihah dan Al Ikhlas 10 kali, lalu mereka mengambil air zam-zam malam itu, lalu meminumnya, mandi dengannya, dan juga menyembuhkan orang sakit dengannya, dalam rangka mencari keberkahan pada malam tersebut." (Akhbar Makkah, 3/84)
Walaupun para ulama mengakui keutamaan malam Nisfu Syaban dan anjuran menghidupkannya dengan ibadah, namun sebagian ulama ada yang tidak menyukainya termasuk ulama di kalangan Syafi'iyah. Khususnya dalam hal penentuan jumlah rakaat dan cara cara spesifik lainnya.
Imam an-Nawawi berkata:
الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وهي ثنتى عشرة ركعة تصلي بين المغرب والعشاء ليلة أول جمعة في رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب واحياء علوم الدين ولا بالحديث المذكور فيهما فان كل ذلك باطل
"Shalat yang sudah dikenal dengan sebutan sholat Ragha'ib yaitu sholat 12 rakaat yang dilakukan antara Maghrib dan Isya, yakni malam awal hari Jumat pada bulan Rajab, dan shalat malam pada Nisfu Syaban 100 rakaat, maka dua shalat ini adalah bid'ah munkar yang buruk, janganlah terkecoh karena keduanya disebutkan dalam Kitab Qutul Qulub dan Ihya Ulumuddin, dan tidak ada satu pun hadits yang menyebutkan dua shalat ini, maka semuanya adalah batil." (Imam An-Nawawi, Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab, 4/56)
Jadi kesimpulannya kata Ustaz Farid Nu'man, meskipun ada perbedaan pendapat dalam hal hai'ah (bentuk) dan tata caranya, kaum muslimin hendaknya berlapang dada sebagaimana menyikapi perbedaan persoalan fiqih lainnya. Yang jelas para Salaf sepakat tentang keutamaan malam Nisfu Syaban dan menghidupkannya dengan ibadah.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban, Begini Tata Cara Baca Yasin Berikut Niatnya
"Amalan penduduk Mekkah pada malam Nisfu Syaban dan kesungguhan mereka beribadah karena keutamaan malam tersebut. Penduduk Mekkah dari dulu sampai hari ini, jika datang malam Nisfu Syaban, maka mayoritas laki-laki dan perempuan keluar menuju Masjidil Haram, mereka sholat, thawaf, dan menghidupkan malam itu sampai pagi dengan membaca Al-Qur'an di Masjidil Haram sampai mengkhatamkan semuanya, dan mereka shalat. Di antara mereka ada yang sholat malam itu 100 rakaat dan pada tiap rakaatnya membaca Al Fatihah dan Al Ikhlas 10 kali, lalu mereka mengambil air zam-zam malam itu, lalu meminumnya, mandi dengannya, dan juga menyembuhkan orang sakit dengannya, dalam rangka mencari keberkahan pada malam tersebut." (Akhbar Makkah, 3/84)
Walaupun para ulama mengakui keutamaan malam Nisfu Syaban dan anjuran menghidupkannya dengan ibadah, namun sebagian ulama ada yang tidak menyukainya termasuk ulama di kalangan Syafi'iyah. Khususnya dalam hal penentuan jumlah rakaat dan cara cara spesifik lainnya.
Imam an-Nawawi berkata:
الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وهي ثنتى عشرة ركعة تصلي بين المغرب والعشاء ليلة أول جمعة في رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب واحياء علوم الدين ولا بالحديث المذكور فيهما فان كل ذلك باطل
"Shalat yang sudah dikenal dengan sebutan sholat Ragha'ib yaitu sholat 12 rakaat yang dilakukan antara Maghrib dan Isya, yakni malam awal hari Jumat pada bulan Rajab, dan shalat malam pada Nisfu Syaban 100 rakaat, maka dua shalat ini adalah bid'ah munkar yang buruk, janganlah terkecoh karena keduanya disebutkan dalam Kitab Qutul Qulub dan Ihya Ulumuddin, dan tidak ada satu pun hadits yang menyebutkan dua shalat ini, maka semuanya adalah batil." (Imam An-Nawawi, Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab, 4/56)
Jadi kesimpulannya kata Ustaz Farid Nu'man, meskipun ada perbedaan pendapat dalam hal hai'ah (bentuk) dan tata caranya, kaum muslimin hendaknya berlapang dada sebagaimana menyikapi perbedaan persoalan fiqih lainnya. Yang jelas para Salaf sepakat tentang keutamaan malam Nisfu Syaban dan menghidupkannya dengan ibadah.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Malam Nisfu Syaban, Begini Tata Cara Baca Yasin Berikut Niatnya

(rhs)
Lihat Juga :