Abdurrahman ad-Dakhil: Lolos dari Eksekusi, Membangun Bani Umayyah di Spanyol
Rabu, 23 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dengan preferensi keagamaannya yang toleran terhadap agama lain, Abdurrahman ad-Dakhil sebagai Amir di Cordoba, sedang mulai menapaki tangga kejayaannya.
Pemerintahan Abdurrahman adalah pemerintahan yang memberi ruang kebebasan beragama. Toleransi dijunjung tinggi. Tidak menonjolkan suku Arab. Maklum saja, ibu Abdurrahman ad-Dakhil berasal dari suku Berber, sebuah suku asli asal Afrika Utara. Suku Berber memiliki bahasa dan kebudayaannya tersendiri sebelum wilayah Afrika Utara ditaklukkan oleh Arab.
Sejak kecil Abdurrahman ad-Dakhil sudah terbiasa dengan keberagaman bahasa, etnis, dan agama. Selain itu, Abdurrahman juga menikahi seorang perempuan Kristen.
Masa Pembangunan
Abdurrahman ad-Dakhil mampu menguasai Spanyol setelah mengalahkan Yusuf al-Fihri, Gubernur Andalusia (nama Spanyol saat itu). Masa pemerintahannya dikenal oleh para ahli sejarah dengan masa pembangunan besar-besaran.
Dia membangun kota menjadi lebih indah, membuat pipa air agar masyarakat ibu kota memperoleh air bersih, kemudian mendirikan tembok yang kuat di sekeliling kota Cordoba dan istana.
Abdurrahman Ad Dakhil juga membuat taman yang dinamakan Al-Rusafah di luar kawasan Kordoba, menjadikan Kordoba sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan yang paling menarik di wilayah Eropa, dan sebagai tandingan dari Baghdad yang berada di bagian Timur.
Baca juga: Ibrahim bin Walid, 70 Malam Menjadi Khalifah Dinasti Umayyah
Kontribusi yang diberikan olehnya dalam bidang penulisan ilmu menarik orang-orang untuk belajar ke istananya. Selain itu, Abdurrahman Ad Dakhil juga mendirikan beberapa universitas, di antaranya Universitas Cordova, Universitas Toledo dan Universitas Sevilla, juga membangun masjid Cordoba yang megah. Pada tahun 1236 masjid ini dijadikan gereja yang kini dikenal dengan nama La Mazquita.
Pemerintahan Abdurrahman adalah pemerintahan yang memberi ruang kebebasan beragama. Toleransi dijunjung tinggi. Tidak menonjolkan suku Arab. Maklum saja, ibu Abdurrahman ad-Dakhil berasal dari suku Berber, sebuah suku asli asal Afrika Utara. Suku Berber memiliki bahasa dan kebudayaannya tersendiri sebelum wilayah Afrika Utara ditaklukkan oleh Arab.
Sejak kecil Abdurrahman ad-Dakhil sudah terbiasa dengan keberagaman bahasa, etnis, dan agama. Selain itu, Abdurrahman juga menikahi seorang perempuan Kristen.
Masa Pembangunan
Abdurrahman ad-Dakhil mampu menguasai Spanyol setelah mengalahkan Yusuf al-Fihri, Gubernur Andalusia (nama Spanyol saat itu). Masa pemerintahannya dikenal oleh para ahli sejarah dengan masa pembangunan besar-besaran.
Dia membangun kota menjadi lebih indah, membuat pipa air agar masyarakat ibu kota memperoleh air bersih, kemudian mendirikan tembok yang kuat di sekeliling kota Cordoba dan istana.
Abdurrahman Ad Dakhil juga membuat taman yang dinamakan Al-Rusafah di luar kawasan Kordoba, menjadikan Kordoba sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan yang paling menarik di wilayah Eropa, dan sebagai tandingan dari Baghdad yang berada di bagian Timur.
Baca juga: Ibrahim bin Walid, 70 Malam Menjadi Khalifah Dinasti Umayyah
Kontribusi yang diberikan olehnya dalam bidang penulisan ilmu menarik orang-orang untuk belajar ke istananya. Selain itu, Abdurrahman Ad Dakhil juga mendirikan beberapa universitas, di antaranya Universitas Cordova, Universitas Toledo dan Universitas Sevilla, juga membangun masjid Cordoba yang megah. Pada tahun 1236 masjid ini dijadikan gereja yang kini dikenal dengan nama La Mazquita.
(mhy)
Lihat Juga :