Kisah Nabi Sulaiman: Putra Bungsu yang Jadi Penerus di Bawah Bimbingan sang Bunda
Rabu, 23 Maret 2022 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Ia merupakan sebaik-baik hamba Allah pada masanya, karena ia selalu taat kepada Allah dan senantiasa mengembalikan segala persoalan kepada-Nya. Nabi Sulaiman as meyakini bahwa segala sesuatu yang direncanakan manusia tidak akan terlaksana tanpa bantuan Allah Ta'ala.
Dalam Tafsir Al-Marāgī disebutkan, kesalehan dan ketakwaan Nabi Sulaiman dipertegas melalui kebiasaannya melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Nabi Sulaiman bahkan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermunajat kepada Allah SWT. Karena ia yakin bahwa untuk mendapatkan pertolongan dan petunjuk Allah SWT, seseorang harus mendekatkan diri kepada-Nya terlebih dahulu.
Selain hamba yang taat dan takwa, Nabi Sulaiman juga seorang yang cerdas dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Sifatnya ini tidak lepas dari upaya Nabi Daud yang menginginkan agar anaknya tumbuh menjadi seorang raja yang cerdas dan bijaksana. Dari sekian banyak anak Nabi Daus as, hanya Nabi Sulaiman yang mampu memenuhi impiannya.
Selama bertahun-tahun, Nabi Daud telah menantikan seorang penerus yang cocok bagi kerajaannya. Namun ia tidak kunjung menemukan pengganti yang mampu mengampu tanggung jawab tersebut.
Siang dan malam Nabi Daud as berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan yang mulia. Doa-doa tersebut kemudian Allah Ta'ala jawab dengan menghadirkan seorang anak yang bernama Sulaiman.
Baca juga: Tobat Nabi Daud, Metafor dan Sindiran Berdasar Kisah Israiliyat?
Dua Pemilik Kebun
Salah satu bukti kecerdasan Nabi Sulaiman adalah keputusan bijaknya mengenai sengketa antara pemilik kebun dan kabing. Kisah ini tertuang dalam QS Al-Anbiya’ [21]: 78-79 yang artinya:
Dalam Tafsir Al-Marāgī disebutkan, kesalehan dan ketakwaan Nabi Sulaiman dipertegas melalui kebiasaannya melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Nabi Sulaiman bahkan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermunajat kepada Allah SWT. Karena ia yakin bahwa untuk mendapatkan pertolongan dan petunjuk Allah SWT, seseorang harus mendekatkan diri kepada-Nya terlebih dahulu.
Selain hamba yang taat dan takwa, Nabi Sulaiman juga seorang yang cerdas dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Sifatnya ini tidak lepas dari upaya Nabi Daud yang menginginkan agar anaknya tumbuh menjadi seorang raja yang cerdas dan bijaksana. Dari sekian banyak anak Nabi Daus as, hanya Nabi Sulaiman yang mampu memenuhi impiannya.
Selama bertahun-tahun, Nabi Daud telah menantikan seorang penerus yang cocok bagi kerajaannya. Namun ia tidak kunjung menemukan pengganti yang mampu mengampu tanggung jawab tersebut.
Siang dan malam Nabi Daud as berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan yang mulia. Doa-doa tersebut kemudian Allah Ta'ala jawab dengan menghadirkan seorang anak yang bernama Sulaiman.
Baca juga: Tobat Nabi Daud, Metafor dan Sindiran Berdasar Kisah Israiliyat?
Dua Pemilik Kebun
Salah satu bukti kecerdasan Nabi Sulaiman adalah keputusan bijaknya mengenai sengketa antara pemilik kebun dan kabing. Kisah ini tertuang dalam QS Al-Anbiya’ [21]: 78-79 yang artinya:
وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu. Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.”
Berkenaan dengan ayat tersebut, dikisahkan bahwa suatu ketika dua orang laki-laki (pemilik kebun dan kambing) mengadukan permasalahan mereka kepada Nabi Daud terkait tanaman yang dimakan kambing.
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu. Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.”
Berkenaan dengan ayat tersebut, dikisahkan bahwa suatu ketika dua orang laki-laki (pemilik kebun dan kambing) mengadukan permasalahan mereka kepada Nabi Daud terkait tanaman yang dimakan kambing.
Lihat Juga :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rekomendasi
Artikel Terkini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved