Pendapat Gus Baha Tentang Sholat Tarawih Kilat 7 Menit

Selasa, 12 April 2022 - 22:56 WIB
loading...
A A A
Saya pernah di Lasem (daerah di Kabupaten Rembang), ada imam sepuh (tua renta) sedang berjalan ke tempat pengimaman (mihrab masjid). Lalu ada orang di belakang ngomong, "Waduh kok Mbah iku, suwi iki!" Ojo-ojo Gus! Pindah-pindah!" (Waduh, kok Mbah itu, lama ini. Jangan Gus! Pindah-pindah!)

Saya sampai sekarang tidak pernah mengimami sholat Tarawih. Masalahnya saya tidak siap tanggung jawab. Jadi makmum saja. Menurut saya, kalau Tarawih terlalu lama juga keberatan. Tapi, mudah-mudahan diterima Allah.

Saya ingin melatih kalian berpikir logika Nabi. Harus latihan. Di dunia ini cuma mampir minum. Kita semua sebentar lagi meninggal. Soalnya umur rata-rata itu 60-70 tahun. Setelah itu meninggal. Ketika kita meninggal, yang kita kenang di dunia hanya sujud, karena itu perintahnya Allah, wasjud waqtarib.

Kita ini di dunia, disuruh sujud. Bukan disuruh untuk kaya, punya jabatan, tapi disuruh sujud. Meskipun kamu tidak apa-apa jika punya jabatan dan uang, tapi perintah Allah itu untuk bersujud. Dan kita sujud! Itulah cara logika Nabi! Nabi itu kalau sholat itu nyaman sekali.

Saking nyamannya, kalau baca sampai 200 ayat. "Berani kalian makmum sama Nabi?" Ada sahabat yang coba menghitung lamanya sholat Nabi. Nabi itu sholat sedang takbir, ia berkata, "Aku pernah mencoba hitung, aku tinggal pulang, menyembelih kambing, aku kuliti, masak lalu makan. Lalu saat kembali lagi, Nabi masih di rakaat pertama."

Coba! Dulu kan belum ada jam. Cara menghitungnya seperti itu. "Berani kamu?" Makanya kalau Nabi tahu Tarawih model Wonokromo, Jejeran. Padahal, Wonokromo sudah bagus, sudah standar.

Apalagi kalau melihat Tarawih Blitar. Tarawih di Blitar berapa? Tujuh (7) menit malah. Itu gimana? Itu umatnya Nabi Sulaiman bukan umatnya Nabi Muhammad.

Pengikutnya Ashif bin Barkhiya (yang membawa Istana Bilqis). Model kilat! Nek kulo mboten cocok, karepe piye kiaine! (Model kilat! Kalau saya tidak cocok, maksudnya bagaimana kiainya!)

Tujuh menit bagi dua puluh rakaat, berapa? "Satu menit, tiga rakaat." Kalau satu menit dapat tiga rakaat, lalu Fatihah-nya itu berapa huruf? "Terlalu…!"

Makmum sama Nabi lho seru! Dua ratus ayat! Nabi ya enjoy, asyik. Makmum juga asyik. Sama pahamnya, sama sholehnya. Setelah sholat, bahagia semua. Hal ini karena ketenangan jiwa ada dalam shalat. Tapi ini nyata. Andaikan kalian, sudahlah nggak perlu sesaleh Nabi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Gus Baha Beri Catatan...
Gus Baha Beri Catatan Tafsir Kemenag: Benar Saja Tidak Cukup, Harus Nyaman Dibaca
Rekomendasi
Rumah Sasak Tahan Gempa...
Rumah Sasak Tahan Gempa Bumi, Ternyata Ini Rahasianya?
Ilmuwan Temukan Olo...
Ilmuwan Temukan Olo Warna Baru yang Belum Dilihat oleh Manusia
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Ilmuwan Ungkap Teori...
Ilmuwan Ungkap Teori Baru tentang Asal-usul Terbentuknya Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved