Pendapat Gus Baha Tentang Sholat Tarawih Kilat 7 Menit
Selasa, 12 April 2022 - 22:56 WIB
loading...
Gus Baha memberi pendapat tentang sholat Tarawih kilat 7 menit seperti yang terjadi di Blitar. Foto/dok Channel Pelangi Islam
A
A
A
Ulama ahli tafsir Al-Qur'an Gus Baha memberi pendapat tentang sholat Tarawih kilat 7 menit seperti yang terjadi di Blitar. Menurut beliau, sholat Tarawih 20 rakaat dikerjakan selama 7 menit itu sungguh terlalu.
"Untuk kelangsungan Islam ini bisa bahaya, karena nanti umat tidak lagi ikhlas mengerjakan sholat Tarawih. Kalau bukan karena petunjuk dari Rasulullah SAW, kita tidak akan bisa menikmati sujud dan rukuk," kata ulama bernama KH Ahmad Bahauddin Nursalim dalam ceramah yang diunggah Channel Youtube Pelangi Islam 5 April 2022.
Lihat Juga: Viral! Gelar Salat Tarawih Kilat 23 Rakaat Hanya Dalam Waktu 6 Menit
Gus Baha mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kita untuk tuma'ninah (diam atau tenang sejenak) ketika sujud dan rukuk.
Berikut penjelasan lengkap Gus Baha dilansir dari iqra.id:
"Nanti kalau ada salahnya dan ditanya Allah: "Ha', sujud kok cepete ngono? (Ha', sujud kok cepat begitu!?)"
"Lah imame cepet ngoten Gusti (Allah). Jarene makmum ken anut imam? (kan imamnya cepat, Gusti. Katanya makmum harus ikut imam!?)." Makanya, kelak yang "diburu" (dimintai pertanggungjawaban) adalah imam.
Menurut ilmu Fikih, "Wa yajibu alal-makmuumi mutaaba’atul imaam" (makmum wajib mengikuti imam). Kelak kalau ditanyai Allah, "Ha, sholatmu kok cepet ora thuma’ninah?" "Imame, Gusti. Kulo kan wajib anut imam (imamnya, Gusti. Saya kan wajib mengikuti imam)."
Ketika si imam ditanyai, "Imam, kenapa kok sholatmu cepet!?" "Permintaan pasar," jawab imam. Bebas hisab! Imam melakukan itu karena tahu, konsumennya minta seperti itu. Sebab kalau mencoba Tarawih lama, musholla-nya sepi.
Wong cah enom kalau Tarawih takok, "Seng cepet endi?" Ora, "Seng apik endi?" (anak muda kalau Tarawih tanya, "Yang cepat mana?" Bukan, "Yang baik mana?".
"Untuk kelangsungan Islam ini bisa bahaya, karena nanti umat tidak lagi ikhlas mengerjakan sholat Tarawih. Kalau bukan karena petunjuk dari Rasulullah SAW, kita tidak akan bisa menikmati sujud dan rukuk," kata ulama bernama KH Ahmad Bahauddin Nursalim dalam ceramah yang diunggah Channel Youtube Pelangi Islam 5 April 2022.
Lihat Juga: Viral! Gelar Salat Tarawih Kilat 23 Rakaat Hanya Dalam Waktu 6 Menit
Gus Baha mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kita untuk tuma'ninah (diam atau tenang sejenak) ketika sujud dan rukuk.
Berikut penjelasan lengkap Gus Baha dilansir dari iqra.id:
"Nanti kalau ada salahnya dan ditanya Allah: "Ha', sujud kok cepete ngono? (Ha', sujud kok cepat begitu!?)"
"Lah imame cepet ngoten Gusti (Allah). Jarene makmum ken anut imam? (kan imamnya cepat, Gusti. Katanya makmum harus ikut imam!?)." Makanya, kelak yang "diburu" (dimintai pertanggungjawaban) adalah imam.
Menurut ilmu Fikih, "Wa yajibu alal-makmuumi mutaaba’atul imaam" (makmum wajib mengikuti imam). Kelak kalau ditanyai Allah, "Ha, sholatmu kok cepet ora thuma’ninah?" "Imame, Gusti. Kulo kan wajib anut imam (imamnya, Gusti. Saya kan wajib mengikuti imam)."
Ketika si imam ditanyai, "Imam, kenapa kok sholatmu cepet!?" "Permintaan pasar," jawab imam. Bebas hisab! Imam melakukan itu karena tahu, konsumennya minta seperti itu. Sebab kalau mencoba Tarawih lama, musholla-nya sepi.
Wong cah enom kalau Tarawih takok, "Seng cepet endi?" Ora, "Seng apik endi?" (anak muda kalau Tarawih tanya, "Yang cepat mana?" Bukan, "Yang baik mana?".
Lihat Juga :