11 Ramadhan Mengenang Wafatnya Khadijah, Istri Paling Dicintai Rasulullah
Kamis, 14 April 2022 - 19:48 WIB
loading...
Sayyidah Khadijah adalah istri pertama Rasulullah dan orang pertama yang beriman kepada Allah dan kenabian Rasulullah. Foto ilustrasi/dok Sqorebda3
A
A
A
11 Ramadhan Tahun ke-10 kenabian adalah hari yang tidak dilupakan Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Istri tercinta yang banyak berjasa kepada Nabi dan Islam, Sayyidah Khadijah Binti Khuwailid wafat dalam usia 65 tahun.
Saat itu usia Rasulullah SAW sekitar 50 tahun. Hari wafatnya Sayyidah Khadijah setiap tahun diperingati di bulan Ramadhan khususnya oleh para ulama ahlul Bait. Beliaulah sebaik-baik wanita penghuni surga.
Wafatnya istri tercintai Nabu itu terjadi tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Sayyidah Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada Allah dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah SAW dan penyebaran agama Islam.
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW: "Aku memohon maaf kepadamu Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu."
"Jauh dari itu ya Khadijah Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya," kata Rasulullah menjawab.
Kemudian Khadijah memanggil putrinya, Fathimah Azzahra dan berbisik: "Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku."
Mendengar itu Rasulullah SAW berkata: "Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga. Ummul mukminin, Sayyidati Khadijah pun kemudian mengembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada di situ.
Kemudian tidak berapa lama Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah SAW menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya: "Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?"
"Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fathimah, Ali dan Hasan, jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis. Rasulullah SAW bertanya: "Kenapa Ya Jibril?"
"Cucumu ya Rasulullah, cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan," sahut Jibril.
Saat itu usia Rasulullah SAW sekitar 50 tahun. Hari wafatnya Sayyidah Khadijah setiap tahun diperingati di bulan Ramadhan khususnya oleh para ulama ahlul Bait. Beliaulah sebaik-baik wanita penghuni surga.
Wafatnya istri tercintai Nabu itu terjadi tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Sayyidah Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada Allah dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah SAW dan penyebaran agama Islam.
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW: "Aku memohon maaf kepadamu Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu."
"Jauh dari itu ya Khadijah Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya," kata Rasulullah menjawab.
Kemudian Khadijah memanggil putrinya, Fathimah Azzahra dan berbisik: "Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku."
Mendengar itu Rasulullah SAW berkata: "Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga. Ummul mukminin, Sayyidati Khadijah pun kemudian mengembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada di situ.
Kemudian tidak berapa lama Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah SAW menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya: "Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?"
"Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fathimah, Ali dan Hasan, jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis. Rasulullah SAW bertanya: "Kenapa Ya Jibril?"
"Cucumu ya Rasulullah, cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan," sahut Jibril.
Lihat Juga :