Begini Hal-Hal Tak Biasa yang Dilakukan Rasulullah SAW di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Jum'at, 29 April 2022 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Muhammad Hamid dalam "Thalai’ as-Sulwan fi Thabai’ an-Niswan" menjelaskan, redaksi “keluarga” sebenarnya merujuk pada sosok istri. Namun dalam hadis tersebut merujuk pada seluruh orang yang ada di dalam rumah.
Kesimpulan ini dapat diperoleh dari hadis yang diriwayatkan al-Tahbrani dan Abu Ya’la dari Ali Ibn Abi Thalib:
“كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يوقظ أهله في العشر الأواخر في شهر رمضان وكل صغير وكبير يُطيق الصلاة”
Saat tiba di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW membangunkan keluarganya dan tiap anak serta orang dewasa yang mampu menjalankan sholat
Terkait hadis tersebut, Muhammad Hamid mengutip keterangan Imam al-Haitsami yang menilai sanad Abi Ya’la sebagai sanad yang bagus (hasan). Selain itu, hadis tersebut menjadi peringatan bagi para orang tua yang bersemangat pergi beribadah ke masjid untuk tidak mengabaikan keluarga mereka (yang di rumah).
Ibn Rajab dalam "Lathaiful Ma’arif" juga menyatakan kabar yang sama tentang kegiatan Nabi di akhir-akhir Ramadhan. Berdasar riwayat tersebut, diketahui bahwa salah satu hal yang dikerjakan Nabi di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah membangunkan keluarganya untuk salat malam. Ini adalah sesuatu yang tidak beliau lakukan di malam yang lain. Dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Abi Dzar, Nabi malah hanya membangunkan keluarganya di malam ke-dua puluh tujuh saja. Ini sesuai dengan riwayat yang mengatakan bahwa lailatulqadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh Ramadhan.
Baca juga: Hikmah Dijadikannya Lailatul Qadar sebagai Misteri
Muhammad Nasif, penulis buku-buku keislaman yang alumnus pondok pesantren Lirboyo dan Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga dalam tulisannya yang dilansir Laman Tafsir Al-Quran menyatakan bahwa terlepas rutinitas khusus itu dilakukan di 10 hari terakhir Ramadan atau hanya pada tanggal 27 saja, keterangan ini menunjukkan bahwa membangunkan keluarga di akhir-akhir Ramadhan sangat dianjurkan guna mempersiapkan penyambutan Lailatul Qadar.
Ibn Rajab juga menyinggung kebiasaan Imam Sufyan Al-Tsauri yang menyontoh kebiasaan khusus Nabi Muhammad SAW di atas.
Menurut nukilannya, saat masuk 10 hari terakhir Ramadhan, Imam Sufyan al-Tsauri gemar sholat tahajud dan membangunkan keluarga (anak serta istrinya) untuk juga melaksanakan sholat. (Lathaiful Ma’arif/207).
Baca juga: Mimpi Rasulullah SAW Diperlihatkan Lailatul Qadar
Kesimpulan ini dapat diperoleh dari hadis yang diriwayatkan al-Tahbrani dan Abu Ya’la dari Ali Ibn Abi Thalib:
“كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يوقظ أهله في العشر الأواخر في شهر رمضان وكل صغير وكبير يُطيق الصلاة”
Saat tiba di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW membangunkan keluarganya dan tiap anak serta orang dewasa yang mampu menjalankan sholat
Terkait hadis tersebut, Muhammad Hamid mengutip keterangan Imam al-Haitsami yang menilai sanad Abi Ya’la sebagai sanad yang bagus (hasan). Selain itu, hadis tersebut menjadi peringatan bagi para orang tua yang bersemangat pergi beribadah ke masjid untuk tidak mengabaikan keluarga mereka (yang di rumah).
Ibn Rajab dalam "Lathaiful Ma’arif" juga menyatakan kabar yang sama tentang kegiatan Nabi di akhir-akhir Ramadhan. Berdasar riwayat tersebut, diketahui bahwa salah satu hal yang dikerjakan Nabi di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah membangunkan keluarganya untuk salat malam. Ini adalah sesuatu yang tidak beliau lakukan di malam yang lain. Dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Abi Dzar, Nabi malah hanya membangunkan keluarganya di malam ke-dua puluh tujuh saja. Ini sesuai dengan riwayat yang mengatakan bahwa lailatulqadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh Ramadhan.
Baca juga: Hikmah Dijadikannya Lailatul Qadar sebagai Misteri
Muhammad Nasif, penulis buku-buku keislaman yang alumnus pondok pesantren Lirboyo dan Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga dalam tulisannya yang dilansir Laman Tafsir Al-Quran menyatakan bahwa terlepas rutinitas khusus itu dilakukan di 10 hari terakhir Ramadan atau hanya pada tanggal 27 saja, keterangan ini menunjukkan bahwa membangunkan keluarga di akhir-akhir Ramadhan sangat dianjurkan guna mempersiapkan penyambutan Lailatul Qadar.
Ibn Rajab juga menyinggung kebiasaan Imam Sufyan Al-Tsauri yang menyontoh kebiasaan khusus Nabi Muhammad SAW di atas.
Menurut nukilannya, saat masuk 10 hari terakhir Ramadhan, Imam Sufyan al-Tsauri gemar sholat tahajud dan membangunkan keluarga (anak serta istrinya) untuk juga melaksanakan sholat. (Lathaiful Ma’arif/207).
Baca juga: Mimpi Rasulullah SAW Diperlihatkan Lailatul Qadar
(mhy)
Lihat Juga :