Gus Baha Sebut Ada Amalan Idul Fitri yang Pahalanya Setara Ikut Perang Badar
Senin, 02 Mei 2022 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, sakit. Sakit yang dimaksud dalam konteks ini bukan sakit yang sebenarnya, melainkan kabar bahagia untuk orang yang sedang sakit. Seseorang yang sudah terbiasa melakukan kebaikan, ibadah seperti tahajud, witir saat sehat maka kebaikan pahalanya tetap dan tidak berkurang saat dirinya sakit. Artinya tahajud dan witirnya yang tidak bisa dilakukan saat sakit tetap dihitung pahala melakukan ibadah tersebut.
Keempat, memperbanyak zikir, takbir, shalat, membaca al-Qur’an dan menahan diri untuk tidak membuat kerusakan umat.
"Itu semua sebagai ijazah yang dapat diamalkan oleh kita semua, yaitu menghidupkan hari raya dengan memperbanyak silaturahmi (poin pertama), birrul walidain (poin kedua) , zikir, istighfar, salawat Nabi, membaca al-Qur’an dan menahan diri untuk tidak melakukan kerusakan umat," ujar Gus Baha dalam tausiyahnya yang dilansir Kanal Narasi TV dalam jaringan YouTube.
Bulan Ramadhan telah usai, menurut Gus Baha, kenangan bersama Ramadhan tentu menjadi kenangan yang sangat dirindukan, karena harus menunggu 11 bulan kemudian agar bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah ini. Itu pun, jika Allah SWT memberi kita umur panjang.
Sebagai manusia yang diberikan hati oleh Allah SWT, sepatutnya untuk tetap mensyukuri apa yang Allah SWT karuniakan. Bersyukur berjumpa dengan Ramadhan, begitu juga bersyukur berpisah dengan Ramadhan. Alhamdulillah.
Baca juga: Bayazid Al-Bisthami, Uwais al-Qarni, Berhala, dan Uang
Keempat, memperbanyak zikir, takbir, shalat, membaca al-Qur’an dan menahan diri untuk tidak membuat kerusakan umat.
"Itu semua sebagai ijazah yang dapat diamalkan oleh kita semua, yaitu menghidupkan hari raya dengan memperbanyak silaturahmi (poin pertama), birrul walidain (poin kedua) , zikir, istighfar, salawat Nabi, membaca al-Qur’an dan menahan diri untuk tidak melakukan kerusakan umat," ujar Gus Baha dalam tausiyahnya yang dilansir Kanal Narasi TV dalam jaringan YouTube.
Bulan Ramadhan telah usai, menurut Gus Baha, kenangan bersama Ramadhan tentu menjadi kenangan yang sangat dirindukan, karena harus menunggu 11 bulan kemudian agar bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah ini. Itu pun, jika Allah SWT memberi kita umur panjang.
Sebagai manusia yang diberikan hati oleh Allah SWT, sepatutnya untuk tetap mensyukuri apa yang Allah SWT karuniakan. Bersyukur berjumpa dengan Ramadhan, begitu juga bersyukur berpisah dengan Ramadhan. Alhamdulillah.
Baca juga: Bayazid Al-Bisthami, Uwais al-Qarni, Berhala, dan Uang
(mhy)
Lihat Juga :