Hikmah Idul Fitri 2022, Saatnya Kembali ke Fitrah
Selasa, 03 Mei 2022 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Hikmah Idul Fitri
Setiap muslim yang kembali ke fitrah akan istiqomah memegang teguh ajaran Islam. Ia semakin yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Maha Sempurna, hanya kepada-Nya tempat bergantung dan tempat kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari ia selalu senang berbuat baik dan berkata benar. Muslim yang kembali ke fitrah akan suci jiwanya dan suci badannya. Selain menjadi hamba Allah yang bertakwa, ia akan memiliki kepekaan sosial (hablum-minannas).
Itulah gambaran orang berhasil menjalani ibadah puasa Ramadhan. Mereka yang berhasil melewati ujian itu akan tampak adanya perubahan dan kebaikan pada dirinya.
Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki tanda-tanda ke arah lebih baik berarti gagal menjalani madrasah Ramadhan. Puasanya tak bernilai di sisi Allah kecuali hanya lapar dan dahaga saja. Semoga Allah membimbing kita semua.
Pada hari Idul-Fitri ini kita jangan bosan berdoa dan memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya. Sebab, tanpa rahmat dan kehendakNya, kita semua tidaklah mendapat curahan keberkahan dan kebahagiaan.
Mari kita hilangkan sifat hasad, benci, iri hati, permusuhan, kesombongan dan sifat bangga yang berlebihan sebagaimana kita mengagungkan Allah dalam syiar takbir.
Ja'alanallaahu wa Iyyakum Minal 'Aaidiin wal Faaiziin.
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan/keberuntungan."
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri: 3 Ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadhan
Setiap muslim yang kembali ke fitrah akan istiqomah memegang teguh ajaran Islam. Ia semakin yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Maha Sempurna, hanya kepada-Nya tempat bergantung dan tempat kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari ia selalu senang berbuat baik dan berkata benar. Muslim yang kembali ke fitrah akan suci jiwanya dan suci badannya. Selain menjadi hamba Allah yang bertakwa, ia akan memiliki kepekaan sosial (hablum-minannas).
Itulah gambaran orang berhasil menjalani ibadah puasa Ramadhan. Mereka yang berhasil melewati ujian itu akan tampak adanya perubahan dan kebaikan pada dirinya.
Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki tanda-tanda ke arah lebih baik berarti gagal menjalani madrasah Ramadhan. Puasanya tak bernilai di sisi Allah kecuali hanya lapar dan dahaga saja. Semoga Allah membimbing kita semua.
Pada hari Idul-Fitri ini kita jangan bosan berdoa dan memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya. Sebab, tanpa rahmat dan kehendakNya, kita semua tidaklah mendapat curahan keberkahan dan kebahagiaan.
Mari kita hilangkan sifat hasad, benci, iri hati, permusuhan, kesombongan dan sifat bangga yang berlebihan sebagaimana kita mengagungkan Allah dalam syiar takbir.
جَعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائدِيْنَ والفَائِزِينَ
Ja'alanallaahu wa Iyyakum Minal 'Aaidiin wal Faaiziin.
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan/keberuntungan."
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri: 3 Ciri Orang Sukses pada Bulan Ramadhan
(rhs)
Lihat Juga :