Kisah Ibrahim bin Adham: Ketika Kuburan Kian Ramai dan Kota Makin Sepi
Sabtu, 07 Mei 2022 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
“Engkau mengatakan kepadaku bahwa engkau adalah seorang pelayan,” dia membela diri.
“Siapa di sini yang bukan seorang pelayan?” Ibrahim menjawab.
“Aku melukai kepalamu, dan engkau berdoa untukku,” kata prajurit itu.
“Aku berdoa agar engkau diberkahi atas caramu memperlakukanku,” jawab Ibrahim. “Ganjaranku untuk caramu memperlakukanku adalah surga, dan aku tidak berharap ganjaranmu mesti neraka.”
“Mengapa engkau menunjuk ke kuburan ketika aku menanyakan jalan ke permukiman?” prajurit itu bertanya.
“Karena setiap hari kuburan semakin ramai, dan kota semakin sepi,” jawab Ibrahim.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Ibrahim bin Adham Tidak Menikah
“Siapa di sini yang bukan seorang pelayan?” Ibrahim menjawab.
“Aku melukai kepalamu, dan engkau berdoa untukku,” kata prajurit itu.
“Aku berdoa agar engkau diberkahi atas caramu memperlakukanku,” jawab Ibrahim. “Ganjaranku untuk caramu memperlakukanku adalah surga, dan aku tidak berharap ganjaranmu mesti neraka.”
“Mengapa engkau menunjuk ke kuburan ketika aku menanyakan jalan ke permukiman?” prajurit itu bertanya.
“Karena setiap hari kuburan semakin ramai, dan kota semakin sepi,” jawab Ibrahim.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Ibrahim bin Adham Tidak Menikah
(mhy)
Lihat Juga :