Kisah Sayyidah Maimunah: Mantan Menantu Abu Lahab yang Jatuh Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

Selasa, 17 Mei 2022 - 19:06 WIB
loading...
A A A
"Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri- istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.

Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( QS Al-Ahzab : 50)

Baca juga: Abu Lahab: Mayatnya Membusuk Tak Ada yang Sudi Mengubur

Usia Sayyidah Maimunah 26 tahun ketika dinikahi Nabi Muhammad. Kejadian ini terjadi pada bulan Syawal tahun 7 Hirjiyah, ketika Nabi Muhammad tengah mengerjakan umrah al-qadha.

Sebetulnya, Nabi Muhammad dan kaum Muslim hendak berangkat umrah pada tahun 6 Hijriyah. Kaum musyrik melarang mereka masuk Mekkah. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menandatangani Perjanjian Hudaibiyah setelah negosiasi yang alot. Salah satu isi perjanjian itu adalah Nabi dan rombongannya tidak boleh memasuki Mekkah tahun 6 H. Mereka baru boleh diizinkan masuk ke Mekkah untuk umrah pada tahun berikutnya—tahun 7 H- dan itu pun hanya tiga hari saja.

Di hari ketiga, dua orang utusan kaum musyrik Mekkah, Suhail bin Amr dan Huwaithib bin Abdul Uzza, mendatangi Nabi Muhammad dan rombongannya. Keduanya mengingatkan salah satu isi Perjanjian Hudaibiyah, di mana Nabi Muhammad dan umat Islam hanya diizinkan untuk tinggal di Mekkah selama tiga hari saja. Sa’ad bin Ubadah yang ketika itu berada di sisi Nabi marah.

Nabi Muhammad berusaha menengahi dengan meminta ‘waktu tambahan’. Kepada keduanya, Nabi mengatakan baru saja menikah dengan Sayyidah Maimunah dan akan mengadakan pesta perkawinan. Beliau akan menjamu mereka dengan makanan dan minuman manakala diizinkan untuk tinggal di Mekkah barang sebentar lagi. Sayang, mereka menolak tegas tawaran itu dan menyuruh Nabi lekas meninggalkan Mekkah.

Merujuk Biografi Istri-istri Nabi Muhammad SAW karya Aisyah Abdurrahman, Nabi Muhammad langsung memerintahkan pasukan Islam untuk bersiap-siap meninggalkan Mekkah setelah peristiwa itu. Beliau kemudian meminta pembantu Abbas bin Abdul Muthalib, Abu Rafi, mengawal Sayyidah Maimunah keluar dari Mekkah, menyusul rombongan Nabi Muhammad.

Sayyidah Maimunah akhirnya bertemu dengan Nabi Muhammad di daerah Saraf, sekitar 10 kilometer dari Mekkah. Di sinilah Nabi Muhammad merayakan pernikahannya dengan Sayyidah Maimunah, wanita terakhir yang dinikahinya. Nabi dan rombongannya langsung kembali ke Madinah begitu acara perayaan perkawinannya selesai.

Baca juga: Menjadi Menantu Abu Lahab, Kisah Pilu Ruqayyah Putri Rasulullah

Lantas apa alasan yang mendasari Nabi Muhammad menikahi Sayyidah Maimunah? Quraish Shihab menguraikan tiga motif mengapa Nabi meminang Sayyidah Maimunah.

Pertama, Abbas bin Abdul Muthalib. Paman Nabi itu menjadi juru bicara yang menyampaikan hasrat Sayyidah Maimunah untuk menjadi istri Nabi. Maka tidak wajar Nabi menolaknya. Terlebih, Sayyidah Maimunah juga termasuk salah satu perempuan yang awal-awal masuk Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Genom Hiu Greenland...
Genom Hiu Greenland Jadi Petunjuk Memperpanjang Umur Manusia
Lakukan Praktik Inses,...
Lakukan Praktik Inses, Ini Penderitaan yang Dialami Firaun Tutankhamun
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved