Ini Alasan Kenapa Pesawat Dilarang Melintas di Atas Kakbah
Selasa, 21 Juni 2022 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
اِنَّ اَوَّلَ بَيۡتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَـلَّذِىۡ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلۡعٰلَمِيۡنَۚ
Artinya: "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (QS. Ali 'Imran Ayat 96)
Al-Qur'an memang tidak menyebutkan sifat detail fisik Ka'bah. Untuk diketahui, bagian Ka'bah terdiri dari Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, Hajar Aswad dan Rukun (sudut) Ka'bah. Bangunan ini ditutupi oleh kain kiswah berwarna hitam yang diganti setiap musim haji.
Dikisahkan, pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun sebelum diangkat menjadi Rasul, bangunan Ka'bah pernah direnovasi akibat banjir yang melanda Kota Mekkah kala itu. Suatu hari kabilah suku-suku Qurisy di Mekkan terlibat perselisihan saat hendak meletakkan kembali Hajar Aswad pada salah satu sudut Ka'bah.
Hampir terjadi perang antarkabilah Arab kala itu. Namun berkat karunia Allah, Nabi Muhammad berhasil meredam perselisihan itu. Beliau memberi solusi tanpa pertumpahan darah dan tak ada pihak yang dirugikan.
Nabi Muhammad meminta sehelai selendang kemudian meletakkan Hajar Aswad di tengahnya. Lalu setiap kepala suku dari masing-masing kabilah diminta memegang ujung selendang. Setelah itu beliau memerintahkan mereka untuk mengangkatnya tinggi-tinggi dan meletakkan Hajar Aswad di tempat semula.
Demikian ulasan mengapa pesawat dilarang melintas di atas Ka'bah Masjidl Haram Mekkah. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Orang Pertama yang Menutup Ka'bah dengan Kain Kiswah
Artinya: "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (QS. Ali 'Imran Ayat 96)
Al-Qur'an memang tidak menyebutkan sifat detail fisik Ka'bah. Untuk diketahui, bagian Ka'bah terdiri dari Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, Hajar Aswad dan Rukun (sudut) Ka'bah. Bangunan ini ditutupi oleh kain kiswah berwarna hitam yang diganti setiap musim haji.
Dikisahkan, pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun sebelum diangkat menjadi Rasul, bangunan Ka'bah pernah direnovasi akibat banjir yang melanda Kota Mekkah kala itu. Suatu hari kabilah suku-suku Qurisy di Mekkan terlibat perselisihan saat hendak meletakkan kembali Hajar Aswad pada salah satu sudut Ka'bah.
Hampir terjadi perang antarkabilah Arab kala itu. Namun berkat karunia Allah, Nabi Muhammad berhasil meredam perselisihan itu. Beliau memberi solusi tanpa pertumpahan darah dan tak ada pihak yang dirugikan.
Nabi Muhammad meminta sehelai selendang kemudian meletakkan Hajar Aswad di tengahnya. Lalu setiap kepala suku dari masing-masing kabilah diminta memegang ujung selendang. Setelah itu beliau memerintahkan mereka untuk mengangkatnya tinggi-tinggi dan meletakkan Hajar Aswad di tempat semula.
Demikian ulasan mengapa pesawat dilarang melintas di atas Ka'bah Masjidl Haram Mekkah. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Orang Pertama yang Menutup Ka'bah dengan Kain Kiswah
(rhs)
Lihat Juga :