Antara Doa dan Zikir, Manakah yang Lebih Afdhal?
Sabtu, 25 Juni 2022 - 18:50 WIB
loading...
Zikir berarti mengingat, sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara zikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam Islam, kita dianjurkan untuk selalu berdoa dan berzikir kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun, manakah yang lebih afdhal, doa atau zikir ? Dikutip dari ceramah Ustadz Abdullah Zaen, dijelaskan bahwa secara bahasa, zikir berarti mengingat. Sedangkan doa berarti meminta. Namun, antara zikir dan doa terdapat kaitan yang amat erat.
"Oleh karena itu terkadang zikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya,"ungkapnga dalam ceramah yang disiarkan kanal muslim Rodja tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)
Baca juga: Menghidupkan Zikir di Awal Bulan Zulhijah, Amalan untuk Meraih Keutamaan Bulan Haram
Sebagaimana telah maklum bahwa hamdalah adalah zikir. Namun lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal .
Para ulama menjelaskan bahwa doa itu ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah, sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya. Hanya saja dengan bahasa yang halus.
Lantas, antara doa dan zikir , mana yang lebih Afdhal? Kedua amalan tersebut, baik doa maupun zikir sama-sama amalan yang utama. Hanya saja para ulama menjelaskan bahwa zikir lebih utama dibandingkan doa. Di antara alasan mereka:
Pertama, zikir didahulukan sebelum doa. Lihatlah dalam berdoa seorang hamba disunnahkan untuk mengawalinya dengan pujian kepada Allah. Contohnya adalah dalam surat Al-Fatihah. Dari ayat pertama hingga kelima berisikan pujian , baru di ayat keenam terdapat doa.
Kedua, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kalimat yang paling afdhal sesudah Al-Qur’an ada empat. Dan keempatnya adalah bagian dari al-Qur’an. Tidak ada masalah, engkau memulainya dari manapun. Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahuakbar.” (HR Ahmad dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu. Al-Arna’uth menilai sanad hadis ini shahih)
"Oleh karena itu terkadang zikir pun dinamakan doa. Begitu pula sebaliknya,"ungkapnga dalam ceramah yang disiarkan kanal muslim Rodja tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ
“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. (HR At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Ibn Hibban)
Baca juga: Menghidupkan Zikir di Awal Bulan Zulhijah, Amalan untuk Meraih Keutamaan Bulan Haram
Sebagaimana telah maklum bahwa hamdalah adalah zikir. Namun lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal .
Para ulama menjelaskan bahwa doa itu ada dua macam. Pertama, doa yang berisi permintaan. Kedua: doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah, sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya. Hanya saja dengan bahasa yang halus.
Lantas, antara doa dan zikir , mana yang lebih Afdhal? Kedua amalan tersebut, baik doa maupun zikir sama-sama amalan yang utama. Hanya saja para ulama menjelaskan bahwa zikir lebih utama dibandingkan doa. Di antara alasan mereka:
Pertama, zikir didahulukan sebelum doa. Lihatlah dalam berdoa seorang hamba disunnahkan untuk mengawalinya dengan pujian kepada Allah. Contohnya adalah dalam surat Al-Fatihah. Dari ayat pertama hingga kelima berisikan pujian , baru di ayat keenam terdapat doa.
Kedua, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الْكَلَامِ بَعْدَ الْقُرْآنِ – وَهُو مِنَ الْقُرْآنِ – أَرْبَعٌ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ
“Kalimat yang paling afdhal sesudah Al-Qur’an ada empat. Dan keempatnya adalah bagian dari al-Qur’an. Tidak ada masalah, engkau memulainya dari manapun. Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahuakbar.” (HR Ahmad dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu. Al-Arna’uth menilai sanad hadis ini shahih)
Lihat Juga :