Menghidupkan Bacaan Al-Qur'an di Bulan Dzulhijjah Diganjar Pahala Berlipat-lipat
Sabtu, 02 Juli 2022 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
dan surah :
"Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Fathir : 30)
Orang yang mahir membaca Al-Quran, akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan bagi yang kesulitan membacanya, tetap mendapatkan dua pahala , ia diberi pahala dengan membacanya dan mendapatkan pahala dengan kesulitan yang ia rasakan dalam membaca yang menunjukkan kesungguhannya untuk membaca Al-Quran dan kekuatan semangatnya, meskipun sulit ia rasakan.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
“Orang yang membaca Al-Qur'an dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Qur'an dengan mengeja dan ia membacanya dengan sulit ia mendapatkan dua pahala.” (HR Muttafaq alaih).
Baca juga: Keutamaan Amal Shaleh di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
2. Sibuk dalam men-tadabburi Al-Qur'an.
Al-Quran akan menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan di-tadabburi makna yang terkandung dalam setiap ayatnya. Allah Ta'ala berfirman:
“Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal.” (QS: Shad : 29).
3. Sibuk dalam menghafalkan Al-Quran
Al-Quran selain dibaca dan direnungkan juga perlu dihafalkan, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal itu merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu. Allah Ta'ala berfirman:
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ
"Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Fathir : 30)
Orang yang mahir membaca Al-Quran, akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan bagi yang kesulitan membacanya, tetap mendapatkan dua pahala , ia diberi pahala dengan membacanya dan mendapatkan pahala dengan kesulitan yang ia rasakan dalam membaca yang menunjukkan kesungguhannya untuk membaca Al-Quran dan kekuatan semangatnya, meskipun sulit ia rasakan.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
“Orang yang membaca Al-Qur'an dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Qur'an dengan mengeja dan ia membacanya dengan sulit ia mendapatkan dua pahala.” (HR Muttafaq alaih).
Baca juga: Keutamaan Amal Shaleh di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
2. Sibuk dalam men-tadabburi Al-Qur'an.
Al-Quran akan menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan di-tadabburi makna yang terkandung dalam setiap ayatnya. Allah Ta'ala berfirman:
كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
“Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal.” (QS: Shad : 29).
3. Sibuk dalam menghafalkan Al-Quran
Al-Quran selain dibaca dan direnungkan juga perlu dihafalkan, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal itu merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu. Allah Ta'ala berfirman:
بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ
Lihat Juga :