Keutamaan Amal Shaleh di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

loading...
Keutamaan Amal Shaleh di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah musim kebaikan, karenanya pula setiap muslim dianjurkan memberikan perhatian yang lebih terhadapnya dengan meningkatkan amal shalehnya pada waktu tersebut, melebihi amal shalehnya pada waktu yang lain. Foto ist
Hari ini, umat Islam sudah memasuki bulan Dzulhijjah , di mana syariat memerintahkan kita untuk menyemarakkannya dengan berbagai amal shaleh yang istimewa. Dzulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan. Kenapa demikian? Karena di bulan tersebut ada banyak amalan yang disunnahkan terutama di 10 hari pertama bulan yang dikenal sebagai bulan haji atau bulan kurban tersebut.

Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah musim kebaikan, karenanya pula setiap muslim dianjurkan memberikan perhatian yang lebih terhadapnya dengan meningkatkan amal shalehnya pada waktu tersebut, melebihi amal shalehnya pada waktu yang lain.

Baca juga: Yuk, Perbanyak Zikir Ini di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Seorang ulama tabi’in, Abu Utsman Abdurrahman bin Mull an-Nahdi (wafat 95 H) berkata, “Generasi salaf (sahabat) sangat memuliakan puluhan hari yang tiga; sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama Zulhijjah, dan sepuluh hari pertama Muharram.”

Karena keistimewaannya tersebut, maka 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini juga memberikan keutamaan terhadap amal shaleh yang dilakukan setiap muslim. Dirangkum dari berbagai sumber, terdapat beberapa hadis shahih yang menerangkan keutamaan amal shalih pada sepuluh hari pertama bulan Dulhijjah.

Di antaranya adalah:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada waktu tersebut lebih dicintai Allah melebihi hari-hari sepuluh (bulan Zulhijjah ini).”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan membawa sesuatu pun (ia gugur di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari; HR. Abu Daud; HR. Tirmidzi; HR. Ibnu Majah; HR. Ahmad)

Kemudian hadis:

Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya tengah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu disebutkan beberapa amal shalih, maka beliau bersabda,

‘Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada waktu tersebut lebih mulia daripada hari-hari sepuluh (bulan Zulhijjah ini).’

Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?’

Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, kemudian ia gugur di jalan Allah.’” (HR. Ahmad; HR. Ath-Thahawi; HR. Abu Nu’aim al-Asbhani. Dinyatakan shahih oleh muhaqqiq Hilyatul Awliya’ dan dinyatakan hasan oleh al-Albani)

Baca juga: 12 Amalan Baik di Bulan Dzulhijjah yang Sayang Bila Dilewatkan

Imam At-Tirmidzi menyatakan terdapat hadis dengan lafal yang serupa dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Kedua hadis di atas dan hadis-hadis penguatnya menunjukkan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam:

1. Amal shaleh apapun lebih dicintai oleh Allah jika dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, melebihi cinta Allah apabila amal shaleh tersebut dikerjakan di hari-hari yang lain.

2. Karena amal shaleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih dicintai oleh Allah, maka hal itu bermakna ama tersebut lebih mulia dan lebih utama di sisi Allah.

3. Orang yang beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama daripada orang yang berjihad dengan nyawa dan hartanya di hari-hari yang lain lalu ia bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat.

4. Semua amal shalih pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, tanpa terkecuali, akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah ‘azza wajalla.

Sungguh sebuah bazar amal yang sangat menguntungkan bagi setiap muslim yang sayang untuk dilewatkan.

Baca juga: Mengapa Perlu Melakukan Muhasabah Iman? Ini penjelasannya

Wallahu A'lam
(wid)
preload video