Keistimewaan Hari Tasyrik, Harinya untuk Berzikir dan Menyantap Daging
Senin, 11 Juli 2022 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).”
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari." Dalam hadis ini disebutkan pula, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak zikir yaitu takbir dan lainnya.
Menurut ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,beberapa zikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-hari Tasyrik ada beberapa macam, yaitu
1. Berzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan shalat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari Tasyrik sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan dari Umar bin Khattab, Ali bin Abuthalib, dan Ibnu Abbas.
2. Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih kurban. Waktu penyembelihan kurban berakhir pada akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijah) sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Pendapat ini juga menjadi pendapat Imam Asy-Syafii dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad.
3. Berzikir memuji Allah Ta’ala ketika makan dan minum. Amalan yang disyariatkan ketika memulai makan dan minum adalah membaca basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah .
4. Berzikir dengan takbir ketika melempar jumrah di hari Tasyrik. Amalan ini khusus untuk orang yang berhaji.
5. Berzikir pada Allah secara mutlak karena kita dianjurkan memperbanyak zikir di hari-hari Tasyrik. Sebagaimana Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu ketika itu pernah berzikir di Mina di dalam kemahnya, lalu orang-orang mendengar suara dzikirnya. Mereka pun bertakbir dan Mina akhirnya penuh dengan takbir.
Selain berzikir, pada hari Tasyrik ini kaum muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah. Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa berikut.
"Rabbana Aatinaa Fid-dun-ya Hasanah wa Fil Aa-khirati Hasanah, Wa Qinaa Adaaban-Naar"
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari." Dalam hadis ini disebutkan pula, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak zikir yaitu takbir dan lainnya.
Menurut ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,beberapa zikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-hari Tasyrik ada beberapa macam, yaitu
1. Berzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan shalat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari Tasyrik sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan dari Umar bin Khattab, Ali bin Abuthalib, dan Ibnu Abbas.
2. Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih kurban. Waktu penyembelihan kurban berakhir pada akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijah) sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Pendapat ini juga menjadi pendapat Imam Asy-Syafii dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad.
3. Berzikir memuji Allah Ta’ala ketika makan dan minum. Amalan yang disyariatkan ketika memulai makan dan minum adalah membaca basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah .
4. Berzikir dengan takbir ketika melempar jumrah di hari Tasyrik. Amalan ini khusus untuk orang yang berhaji.
5. Berzikir pada Allah secara mutlak karena kita dianjurkan memperbanyak zikir di hari-hari Tasyrik. Sebagaimana Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu ketika itu pernah berzikir di Mina di dalam kemahnya, lalu orang-orang mendengar suara dzikirnya. Mereka pun bertakbir dan Mina akhirnya penuh dengan takbir.
Selain berzikir, pada hari Tasyrik ini kaum muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah. Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa berikut.
"Rabbana Aatinaa Fid-dun-ya Hasanah wa Fil Aa-khirati Hasanah, Wa Qinaa Adaaban-Naar"
Lihat Juga :