Dakwah Muslimah Harus Bersifat Layyin, Begini Penjelasannya
Rabu, 13 Juli 2022 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Tentang layyin (lemah lembut) ini, menjadi hal terpenting yang harus diperhatikan oleh muslimah dalam berdakwah. Kelembutan dalam berdakwah ini dibutuhkan karena tabiat manusia tidak ada yang pernah senang dan menginginkan kekerasan.
Bahkan orang yang berdakwah dengan cara yang kasar, gegabah juga tidak ingin jika diperlakukan dengan perilaku tidak menyenangkan.
Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya tidaklah kelemah lembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.” (HR Muslim).
Jadi, kewajiban Muslimah bukan hanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Namun, Muslimah juga memiliki tanggung jawab lain yang hukumnya juga wajib yaitu turut aktif melakukan dakwah.
Muslimah juga mesti berusaha mempersiapkan anaknya menjadi pejuang Islam merupakan penyumbang besar dalam proses perubahan masyarakat. Dan juga eranan untuk membimbing di masyarakat. Muslimah juga akan turut berjuang bersama muslimah lainnya untuk membentuk para pendukung dakwah Islam.
Dakwah dan peran muslimah ini untuk mewujudkan masyarakat Islam secara bersama-sama sesama muslim. Para muslimah harus menjadi pemberi nasihat yang baik di keluarga dan masyarakat.
Rasulullah bersabda :
“Agama itu nasihat”. Para sahabat bertanya, kepada siapa ya Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Kepada Allah dan Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan rakyat mereka.” (HR Bukhari).
Tentunya, dakwah muslimah harus bersifat layyin, seperti hadis di atas. Bersikap layyin, meski benar tapi tetap bersikap santun. Karena sesungguhnya jiwa yang dirindukan surga ialah orang yang bersikap dan berkata lembut (layyin).
Baca juga: Bolehkah Menikah di Bulan Dzulhijjah? Begini Penjelasannya
Wallahu A'lam
Bahkan orang yang berdakwah dengan cara yang kasar, gegabah juga tidak ingin jika diperlakukan dengan perilaku tidak menyenangkan.
Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya tidaklah kelemah lembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.” (HR Muslim).
Jadi, kewajiban Muslimah bukan hanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Namun, Muslimah juga memiliki tanggung jawab lain yang hukumnya juga wajib yaitu turut aktif melakukan dakwah.
Muslimah juga mesti berusaha mempersiapkan anaknya menjadi pejuang Islam merupakan penyumbang besar dalam proses perubahan masyarakat. Dan juga eranan untuk membimbing di masyarakat. Muslimah juga akan turut berjuang bersama muslimah lainnya untuk membentuk para pendukung dakwah Islam.
Dakwah dan peran muslimah ini untuk mewujudkan masyarakat Islam secara bersama-sama sesama muslim. Para muslimah harus menjadi pemberi nasihat yang baik di keluarga dan masyarakat.
Rasulullah bersabda :
“Agama itu nasihat”. Para sahabat bertanya, kepada siapa ya Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Kepada Allah dan Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan rakyat mereka.” (HR Bukhari).
Tentunya, dakwah muslimah harus bersifat layyin, seperti hadis di atas. Bersikap layyin, meski benar tapi tetap bersikap santun. Karena sesungguhnya jiwa yang dirindukan surga ialah orang yang bersikap dan berkata lembut (layyin).
Baca juga: Bolehkah Menikah di Bulan Dzulhijjah? Begini Penjelasannya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :