Akhlak Nabi Muhammad SAW: Benda Mati Saja Diberi Nama yang Indah
Kamis, 21 Juli 2022 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Quraish Shihab mengatakan sebelum Eropa memperkenalkan Organisasi Pencinta Binatang, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan. "Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang-binatang, kendarailah dan makanlah dengan baik."
Lalu, Quraish Shihab mencontohkan kisah "Seorang wanita terjerumus ke dalam neraka karena seekor kucing yang dikurungnya." Juga kisah, "Seorang wanita yang bergelimang dosa diampuni Tuhan karena memberi minum seekor anjing yang kehausan."
Benda Mati
Rahmat dan kasih sayang yang dicurahkannya sampai pula pada benda-benda tak bernyawa. Susu, gelas, cermin, tikar, perisai, pedang, dan sebagainya, semuanya beliau beri nama, seakan-akan benda-benda tak bernyawa itu mempunyai kepribadian yang membutuhkan uluran tangan, rahmat, kasih sayang, dan persahabatan.
Bendera yang digunakan Nabi Muhammad SAW untuk berperang yang diberi nama al-Uqab. Sementara untuk pedang, Nabi SAW memiliki beberapa seperti Zul Fiqar, al-Mihzam (pemenggal), ar-Rusuub (tajam hingga bisa menembus daging), al-Battar (tajam), al-Qal’iy (benteng), al-Qadhiib (pemenggal), al-Adhab (tajam), dan al-Hatf (yang membuat binasa).
Semuanya alat-alat perang Nabi Muhammad SAW dinamai dengan nama-nama yang indah dan bermakna. Ada makna tertentu dibalik pemberian nama benda-benda tersebut dengan penamaan yang indah dan baik.
Baca juga: 7 Akhlak Rasulullah Terhadap Anak-anak Layak Diteladani
Menurut Al-Bukhari dan Muslim, penamaan seperangkat alat perang dengan nama khusus tersebut membuat benda-benda itu seakan-akan hidup dan menjadi teman setia Nabi Muhammad SAW setiap kali mengikuti peperangan. Nama-nama itu juga menunjukkan semangat keberanian dan tidak perlu ada yang ditakuti kecuali Allah.
Nabi Muhammad SAW yakin, nama-nama yang baik atau kalimat yang indah bisa dijadikan sarana untuk menumbuhkan semangat dan optimisme. Bahwa nama-nama baik tersebut bisa menjadi pendorong agar manusia berusaha lebih keras lagi. Sehingga apa yang diharapkan dan dicita-citakannya bisa terwujud.
Quraish Shihab menjelaskan diakui bahwa Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk menegaskan bahwa, "Aku tidak lain kecuali manusia seperti kamu, (tetapi aku) diberi wahyu ..." ( QS Al-Kahf [18] : 110).
Baca juga: 23 Akhlak Nabi Muhammad yang Menakjubkan Layak Diteladani
Lalu, Quraish Shihab mencontohkan kisah "Seorang wanita terjerumus ke dalam neraka karena seekor kucing yang dikurungnya." Juga kisah, "Seorang wanita yang bergelimang dosa diampuni Tuhan karena memberi minum seekor anjing yang kehausan."
Benda Mati
Rahmat dan kasih sayang yang dicurahkannya sampai pula pada benda-benda tak bernyawa. Susu, gelas, cermin, tikar, perisai, pedang, dan sebagainya, semuanya beliau beri nama, seakan-akan benda-benda tak bernyawa itu mempunyai kepribadian yang membutuhkan uluran tangan, rahmat, kasih sayang, dan persahabatan.
Bendera yang digunakan Nabi Muhammad SAW untuk berperang yang diberi nama al-Uqab. Sementara untuk pedang, Nabi SAW memiliki beberapa seperti Zul Fiqar, al-Mihzam (pemenggal), ar-Rusuub (tajam hingga bisa menembus daging), al-Battar (tajam), al-Qal’iy (benteng), al-Qadhiib (pemenggal), al-Adhab (tajam), dan al-Hatf (yang membuat binasa).
Semuanya alat-alat perang Nabi Muhammad SAW dinamai dengan nama-nama yang indah dan bermakna. Ada makna tertentu dibalik pemberian nama benda-benda tersebut dengan penamaan yang indah dan baik.
Baca juga: 7 Akhlak Rasulullah Terhadap Anak-anak Layak Diteladani
Menurut Al-Bukhari dan Muslim, penamaan seperangkat alat perang dengan nama khusus tersebut membuat benda-benda itu seakan-akan hidup dan menjadi teman setia Nabi Muhammad SAW setiap kali mengikuti peperangan. Nama-nama itu juga menunjukkan semangat keberanian dan tidak perlu ada yang ditakuti kecuali Allah.
Nabi Muhammad SAW yakin, nama-nama yang baik atau kalimat yang indah bisa dijadikan sarana untuk menumbuhkan semangat dan optimisme. Bahwa nama-nama baik tersebut bisa menjadi pendorong agar manusia berusaha lebih keras lagi. Sehingga apa yang diharapkan dan dicita-citakannya bisa terwujud.
Quraish Shihab menjelaskan diakui bahwa Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk menegaskan bahwa, "Aku tidak lain kecuali manusia seperti kamu, (tetapi aku) diberi wahyu ..." ( QS Al-Kahf [18] : 110).
Baca juga: 23 Akhlak Nabi Muhammad yang Menakjubkan Layak Diteladani
(mhy)
Lihat Juga :