Kisah Suraqah bin Malik: Memerangi Rasulullah SAW saat Pagi, pada Sore Hari Menjadi Pelindung
Kamis, 11 Agustus 2022 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Pada waktu lainnya, Abu Bakar ke arah belakang, tiba-tiba terlihat ada seseorang tengah berusaha menyusul mereka. Ternyata, ia adalah Suraqah bin Malik, salah seorang yang ingin memenangkan sayembara dan ingin mendapatkan hadiah yang disediakan oleh orang-orang kafir Quraisy bagi siapa saja yang berhasil menemukannya dan berhasil membawa Rasulullah SAW kembali ke Mekkah.
Siasat Suraqah
Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Suraqah bin Malik, saat Rasulullah SAW beserta rombongan melintasi pemukiman Bani Mudlaj, salah seorang penduduk pemukiman ini melihat Rasulullah SAW dan rombongannya. Kemudian orang ini bergegas mendatangi kaumnya yang sedang berkumpul, di antara mereka adalah Suraqah.
Orang yang melihat Rasulullah SAW berkata: “Wahai Suraqah, aku tadi melihat beberapa orang di pinggiran, mungkin itu Muhammad dan para sahabatnya”.
Suraqah menceritakan dirinya setelah mendengar berita ini: “Saya yakin, orang-orang itu adalah mereka (namun) saya mengatakan kepada yang membawa berita ‘mereka itu bukan Muhammad dan para sahabatnya, tapi mereka adalah si anu dan anu yang baru saja melintas di hadapan kami”.
Inilah siasat Suraqah supaya berhasil memenangkan sayembara dan mendapatkan hadiah. Dia pun tetap di tempat duduknya beberapa saat. Kemudian ia bangkit dan masuk rumah.
Dia menyuruh budaknya agar mengeluarkan kudanya dari belakang. Sejurus kemudian dia pun mempersenjatai diri dan keluar menghampiri kudanya yang telah dipersiapkan oleh budaknya di tempat yang tersembunyi.
Dipaculah kudanya memburu Rasulullah SAW dan rombongannya. Begitu berhasil mengejar orang yang diinginkan dan kudanya semakin mendekati rombongan tersebut, tiba-tiba kuda tunggangannya terjerembab, dan ia pun terlempar dari punggung kuda.
Baca juga: Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai Pijakan Kalender Hijriah
Suraqah kemudian mengambil beberapa mata tombak untuk mengundi keputusannya. Ini merupakan kebiasaan kaum jahiliyah sebelum melaksanakan sesuatu. Dia melakukan undian untuk mengetahui, apakah perburuan itu tetap diteruskan ataukah tidak?
Ternyata, hasil undian tidak sesuai yang diinginkan oleh nafsunya. Maka, ia pun mengingkari undian yang dilakukannya sendiri. Diraihlah kudanya dan memacunya lagi memburu Rasulullah dan rombongannya yang sudah berada di depan mata.
Ketika berhasil mencapai tempat yang memungkinnya untuk mendengar doa Rasulullah SAW, kedua kaki kudanya tertancap ke dalam tanah sampai sebatas lututnya. Diapun turun dan menghardik kudanya, sehingga kuda itu bangkit kembali. Saat kudanya mencabut kakinya yang tertanam, memancarlah cahaya dari bekas kaki kuda itu.
Dengan peristiwa ini, Suraqah merasa yakin jika Rasulullah SAW terlindungi dan akan mendapatkan kemenangan. Dia pun akhirnya memanggil mereka dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi. Rasulullah SAW dan rombongan berhenti. Suraqah menghampiri dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada mereka. Suraqah bercerita:
Setelah kejadian apa yang aku alami, yaitu tidak berhasil menyentuh mereka, terbetik dalam hatiku bahwa perkara Rasulullah SAW ini akan menang. Aku berkata kepada Rasulullah, “Sesungguhnya kaummu telah menjanjikan tebusan untuk dirimu”.
Siasat Suraqah
Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Suraqah bin Malik, saat Rasulullah SAW beserta rombongan melintasi pemukiman Bani Mudlaj, salah seorang penduduk pemukiman ini melihat Rasulullah SAW dan rombongannya. Kemudian orang ini bergegas mendatangi kaumnya yang sedang berkumpul, di antara mereka adalah Suraqah.
Orang yang melihat Rasulullah SAW berkata: “Wahai Suraqah, aku tadi melihat beberapa orang di pinggiran, mungkin itu Muhammad dan para sahabatnya”.
Suraqah menceritakan dirinya setelah mendengar berita ini: “Saya yakin, orang-orang itu adalah mereka (namun) saya mengatakan kepada yang membawa berita ‘mereka itu bukan Muhammad dan para sahabatnya, tapi mereka adalah si anu dan anu yang baru saja melintas di hadapan kami”.
Inilah siasat Suraqah supaya berhasil memenangkan sayembara dan mendapatkan hadiah. Dia pun tetap di tempat duduknya beberapa saat. Kemudian ia bangkit dan masuk rumah.
Dia menyuruh budaknya agar mengeluarkan kudanya dari belakang. Sejurus kemudian dia pun mempersenjatai diri dan keluar menghampiri kudanya yang telah dipersiapkan oleh budaknya di tempat yang tersembunyi.
Dipaculah kudanya memburu Rasulullah SAW dan rombongannya. Begitu berhasil mengejar orang yang diinginkan dan kudanya semakin mendekati rombongan tersebut, tiba-tiba kuda tunggangannya terjerembab, dan ia pun terlempar dari punggung kuda.
Baca juga: Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai Pijakan Kalender Hijriah
Suraqah kemudian mengambil beberapa mata tombak untuk mengundi keputusannya. Ini merupakan kebiasaan kaum jahiliyah sebelum melaksanakan sesuatu. Dia melakukan undian untuk mengetahui, apakah perburuan itu tetap diteruskan ataukah tidak?
Ternyata, hasil undian tidak sesuai yang diinginkan oleh nafsunya. Maka, ia pun mengingkari undian yang dilakukannya sendiri. Diraihlah kudanya dan memacunya lagi memburu Rasulullah dan rombongannya yang sudah berada di depan mata.
Ketika berhasil mencapai tempat yang memungkinnya untuk mendengar doa Rasulullah SAW, kedua kaki kudanya tertancap ke dalam tanah sampai sebatas lututnya. Diapun turun dan menghardik kudanya, sehingga kuda itu bangkit kembali. Saat kudanya mencabut kakinya yang tertanam, memancarlah cahaya dari bekas kaki kuda itu.
Dengan peristiwa ini, Suraqah merasa yakin jika Rasulullah SAW terlindungi dan akan mendapatkan kemenangan. Dia pun akhirnya memanggil mereka dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi. Rasulullah SAW dan rombongan berhenti. Suraqah menghampiri dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada mereka. Suraqah bercerita:
Setelah kejadian apa yang aku alami, yaitu tidak berhasil menyentuh mereka, terbetik dalam hatiku bahwa perkara Rasulullah SAW ini akan menang. Aku berkata kepada Rasulullah, “Sesungguhnya kaummu telah menjanjikan tebusan untuk dirimu”.
Lihat Juga :