Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai Pijakan Kalender Hijriah
Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:16 WIB
loading...
Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah menjadi pijakan bagi tersusunnya kalender Islam Hijriah. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Besok, Sabtu 30 Juli 2022 adalah bertepatan dengan 1 Muharram 1444 Hijriah. Maknanya, pada saat itu umat Islam di seluruh dunia merayakan pergantian tahun. Dalam Islam, bulan Muharram identik dengan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah beberapa abad lalu.
Menurut Karen Amstrong dalam bukunya berjudul "Muhammad: A Biography of the Prophet" menyebut hijrah Nabi Muhammad bukan sekadar pindah alamat dari Mekkah ke Madinah. Hijrah menandai awal era baru Muslim karena pada titik perpindahan inilah Nabi Muhammad bersama umat muslimin mampu menerapkan gagasan-gagasan al-Qur’an secara maksimal.
Dengan hijrah, Islam telah hadir menjadi faktor penting dalam sejarah. Hijrah bahkan menjadi sebuah langkah yang revolusioner.
Baca juga: Kisah Hijrah Nabi Ya'kub Saat Menghindari Permusuhan dengan Saudara Kembarnya
Menurut catatan sejarah, tanggal hijriah pertama kali diperingati pada masa Khulafaur Rasyidin Umar bin Khattab . Semua itu bermula ketika Umar bin Khattab merasa perlu dan penting untuk mengabadikan peringatan hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Yatsrib ( Madinah ) yang kebetulan terjadi pada bulan Muharram.
Kala itu, Jumat pagi, 16 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian, bertepatan dengan 2 Juli tahun 622 M, Nabi Muhammad didampingi Abu Bakar as-Shiddiq , Ali bin Abi Thalib , dan sejumlah sahabat untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kota Yatsrib.
Sejak berangkat 4 Rabiul Awal, Nabi Muhammad bersama Abu Bakar menempuh perjalanan yang penuh bersejarah itu dengan penuh penderitaan dan bahkan ancaman kematian.
Nah, baru tujuh belas tahun kemudian, dari peristiwa hijrah ini, Umar bin Khattab menjadikan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad itu sebagai pijakan permulaan kalender hijriah yang pada hari Sabtu 30 Juli 2022 ini bertepatan dengan 1 Muharram 1444 H.
Peredaran Bulan
Dalam buku "Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik", Muhyiddin Khazin menjelaskan, pada suatu waktu terdapat persoalan yang menyangkut sebuah dokumen pengangkatan Abu Musa al-Asy'ari sebagai gubernur di Basrah yang terjadi pada Sya'ban.
Saat Abu Musa al-Asy'ari menjadi gubernur, dia juga menerima surat dari Khalifah Umar bin Khattab tanpa ada nomor bilangan tahunnya. Tentunya, sebuah surat yang tanpa ada catatan tahunnya akan bermasalah dan menjadi persoalan serius jika diarsipkan ke dalam administrasi kenegaraan.
Baca juga: Abu Musa Al-Asyari: Diberi Allah Seruling Keluarga Daud
Saat itu, Abu Musa al Asy'ari menulis surat kepada Umar, "Surat-surat sampai kepada kami dari Amirul Mu'minin, tetapi kami bingung bagaimana menjalankannya. Kami membaca sebuah dokumen tertanggal Sya'ban, namun kami tidak tahu ini untuk tahun yang lalu atau tahun ini."
Menurut Karen Amstrong dalam bukunya berjudul "Muhammad: A Biography of the Prophet" menyebut hijrah Nabi Muhammad bukan sekadar pindah alamat dari Mekkah ke Madinah. Hijrah menandai awal era baru Muslim karena pada titik perpindahan inilah Nabi Muhammad bersama umat muslimin mampu menerapkan gagasan-gagasan al-Qur’an secara maksimal.
Dengan hijrah, Islam telah hadir menjadi faktor penting dalam sejarah. Hijrah bahkan menjadi sebuah langkah yang revolusioner.
Baca juga: Kisah Hijrah Nabi Ya'kub Saat Menghindari Permusuhan dengan Saudara Kembarnya
Menurut catatan sejarah, tanggal hijriah pertama kali diperingati pada masa Khulafaur Rasyidin Umar bin Khattab . Semua itu bermula ketika Umar bin Khattab merasa perlu dan penting untuk mengabadikan peringatan hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Yatsrib ( Madinah ) yang kebetulan terjadi pada bulan Muharram.
Kala itu, Jumat pagi, 16 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian, bertepatan dengan 2 Juli tahun 622 M, Nabi Muhammad didampingi Abu Bakar as-Shiddiq , Ali bin Abi Thalib , dan sejumlah sahabat untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kota Yatsrib.
Sejak berangkat 4 Rabiul Awal, Nabi Muhammad bersama Abu Bakar menempuh perjalanan yang penuh bersejarah itu dengan penuh penderitaan dan bahkan ancaman kematian.
Nah, baru tujuh belas tahun kemudian, dari peristiwa hijrah ini, Umar bin Khattab menjadikan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad itu sebagai pijakan permulaan kalender hijriah yang pada hari Sabtu 30 Juli 2022 ini bertepatan dengan 1 Muharram 1444 H.
Peredaran Bulan
Dalam buku "Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik", Muhyiddin Khazin menjelaskan, pada suatu waktu terdapat persoalan yang menyangkut sebuah dokumen pengangkatan Abu Musa al-Asy'ari sebagai gubernur di Basrah yang terjadi pada Sya'ban.
Saat Abu Musa al-Asy'ari menjadi gubernur, dia juga menerima surat dari Khalifah Umar bin Khattab tanpa ada nomor bilangan tahunnya. Tentunya, sebuah surat yang tanpa ada catatan tahunnya akan bermasalah dan menjadi persoalan serius jika diarsipkan ke dalam administrasi kenegaraan.
Baca juga: Abu Musa Al-Asyari: Diberi Allah Seruling Keluarga Daud
Saat itu, Abu Musa al Asy'ari menulis surat kepada Umar, "Surat-surat sampai kepada kami dari Amirul Mu'minin, tetapi kami bingung bagaimana menjalankannya. Kami membaca sebuah dokumen tertanggal Sya'ban, namun kami tidak tahu ini untuk tahun yang lalu atau tahun ini."
Lihat Juga :