Menimbang Hadis tentang Al-Mahdi dan 3 Orang Anak Khalifah yang Dibunuh
Minggu, 14 Agustus 2022 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
Ibnu Taimiyah telah menjelaskan panjang lebar dalam kitabnya al-Fatawa al-Qubra dengan berkata, "Sungguh banyak orang yang menyangka secara salah seperti Ibnul Arabi bahwa yang dimaksud dengan khalifah adalah khalifah Tuhan, yakni sebagai wakil Tuhan.
Allah tidaklah mempunyai wakil. Karena itu, Abu Bakar dengan tegas membantah ketika ditanya dengan kalimat, 'Wahai Khalifatullah'. Dengan segera ia menjawab, 'Aku bukanlah khalifah Tuhan, akan tetapi khalifah Rasulullah SAW. Cukuplah itu."
Kemudian, justru sebaliknyalah, bahwa Tuhan itu adalah sebagai khalifah bagi selain-Nya. Rasul bersabda (berupa doa bepergian), "Allaahumma anta as-shahibu fis-safari wal-khalitfatu fil-ahli. Allaahumma ashibnaa flu safarinaa wakhlifnaa flu ahlinaa".
Akhirnya, Ibnu Taimiyah mengakhiri fatwanya itu dengan berkata, "Barangsiapa yang menjadikan-Nya mempunyai khalifah, orang itu berarti telah menyekutukan-Nya, yakni musyrik."
Baca juga: 5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani
Ibnu Taimiyah telah menjelaskan panjang lebar dalam kitabnya al-Fatawa al-Qubra dengan berkata, "Sungguh banyak orang yang menyangka secara salah seperti Ibnul Arabi bahwa yang dimaksud dengan khalifah adalah khalifah Tuhan, yakni sebagai wakil Tuhan.
Allah tidaklah mempunyai wakil. Karena itu, Abu Bakar dengan tegas membantah ketika ditanya dengan kalimat, 'Wahai Khalifatullah'. Dengan segera ia menjawab, 'Aku bukanlah khalifah Tuhan, akan tetapi khalifah Rasulullah SAW. Cukuplah itu."
Kemudian, justru sebaliknyalah, bahwa Tuhan itu adalah sebagai khalifah bagi selain-Nya. Rasul bersabda (berupa doa bepergian), "Allaahumma anta as-shahibu fis-safari wal-khalitfatu fil-ahli. Allaahumma ashibnaa flu safarinaa wakhlifnaa flu ahlinaa".
Akhirnya, Ibnu Taimiyah mengakhiri fatwanya itu dengan berkata, "Barangsiapa yang menjadikan-Nya mempunyai khalifah, orang itu berarti telah menyekutukan-Nya, yakni musyrik."
Baca juga: 5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani
(mhy)
Lihat Juga :