5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani
Jum'at, 15 Juli 2022 - 17:22 WIB
loading...
Hadis palsu antara lain berbunyi, Pakailah cincin dengan batu akik karena batu akik itu diberkati. Foto/Ilustrasi: mhy
A
A
A
Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani menyebut setidaknya ada 5 hadis maudhu atau palsu terkait imbauan Nabi Muhammad SAW agar umatnya mengenakan cincin batu akik.
Salah satu hadis itu berbunyi, "Pakailah cincin dengan batu akik karena batu akik itu diberkati."
"Hadis ini maudhu'," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan A.M. Basamalah dengan judul "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'".
Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Menurut al-Albani, hadis maudhu' itu diriwayatkan oleh al-Muhamli dalam kitab al-Amali II/41, al-Khatib dalam Tarikh Baghdad XI/251 dan juga al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa halaman 466 dengan sanad dari Ya'qub bin al-Walid al-Madani, sedangkan Ibnu Adi I/356 dengan sanad dari Ya'qub bin Ibrahim az-Zuhri yang semuanya dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah ra.
Dari sanad Uqaili dalam kitab al-Maudhu'at Ibnul Jauzi menyebutkan, "Ya'qub adalah pendusta dan pemalsu." Uqaili sendiri berkata, "Dalam hal ini tidak terbukti kesahihannya bersumber dari Rasulullah SAW."
Dalam mengutarakan biografi Ya'qub ini adz-Dzahabi berkata, "Imam Ahmad berkata, 'Ia termasuk deretan pendusta besar dan pemalsu hadis ranking atas.'" Kemudian adz-Dzahabi menyebut hadis di atas. Ibnu Adi berkata, "Ya'qub bin Ibrahim ini tidak dikenal dan riwayat ini dicuri dari Ya'qub bin al-Walid."
Seperti biasa, As-Suyuthi selalu berusaha mengomentari pernyataan Ibnul Jauzi. Dalam kitab al-La'ali II/282 ia berkata, "Hadis ini mempunyai sanad lain dari Hisyam yang dikeluarkan oleh al-Khatib dan Ibnu Asakir dengan sanad dari Abi Said Syu'aib bin Muhammad bin Ibrahim asy-Syu'aibi, dari Abu Abdillah Muhammad bin Washir al-Qami, dari Muhammad bin Sahl bin al-Fadhl bin Askar Abu al-Fadhl, dari Khalad bin Yahya, dari Hisyam bin Urwah.
"Menurut saya, sanad ini sangat gelap, tidak ada titik terangnya sama sekali," ujar al-Albani. Para rijal sanad yang di bawah Khalad tidak ada yang dikenal oleh para muhadditsin," lanjutnya.
Baca juga: Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
Salah satu hadis itu berbunyi, "Pakailah cincin dengan batu akik karena batu akik itu diberkati."
"Hadis ini maudhu'," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan A.M. Basamalah dengan judul "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'".
Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Menurut al-Albani, hadis maudhu' itu diriwayatkan oleh al-Muhamli dalam kitab al-Amali II/41, al-Khatib dalam Tarikh Baghdad XI/251 dan juga al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa halaman 466 dengan sanad dari Ya'qub bin al-Walid al-Madani, sedangkan Ibnu Adi I/356 dengan sanad dari Ya'qub bin Ibrahim az-Zuhri yang semuanya dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah ra.
Dari sanad Uqaili dalam kitab al-Maudhu'at Ibnul Jauzi menyebutkan, "Ya'qub adalah pendusta dan pemalsu." Uqaili sendiri berkata, "Dalam hal ini tidak terbukti kesahihannya bersumber dari Rasulullah SAW."
Dalam mengutarakan biografi Ya'qub ini adz-Dzahabi berkata, "Imam Ahmad berkata, 'Ia termasuk deretan pendusta besar dan pemalsu hadis ranking atas.'" Kemudian adz-Dzahabi menyebut hadis di atas. Ibnu Adi berkata, "Ya'qub bin Ibrahim ini tidak dikenal dan riwayat ini dicuri dari Ya'qub bin al-Walid."
Seperti biasa, As-Suyuthi selalu berusaha mengomentari pernyataan Ibnul Jauzi. Dalam kitab al-La'ali II/282 ia berkata, "Hadis ini mempunyai sanad lain dari Hisyam yang dikeluarkan oleh al-Khatib dan Ibnu Asakir dengan sanad dari Abi Said Syu'aib bin Muhammad bin Ibrahim asy-Syu'aibi, dari Abu Abdillah Muhammad bin Washir al-Qami, dari Muhammad bin Sahl bin al-Fadhl bin Askar Abu al-Fadhl, dari Khalad bin Yahya, dari Hisyam bin Urwah.
"Menurut saya, sanad ini sangat gelap, tidak ada titik terangnya sama sekali," ujar al-Albani. Para rijal sanad yang di bawah Khalad tidak ada yang dikenal oleh para muhadditsin," lanjutnya.
Baca juga: Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
Lihat Juga :