Iblis dan Keledai pun Ikut Naik ke Bahtera Nabi Nuh
Senin, 27 April 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Setelah bahtera berhenti dari ucapannya, Nabi Nuh berkata, “Apakah sekarang kalian beriman?” Mereka menjawab, “Hai Nuh, ini adalah karena sihirmu.” Selanjutnya, Allah memberi wahyu kepada Nabi Nuh, “Kemarahan-Ku kepada orang yang menentang-Ku telah memuncak.”
Allah memerintahkan Nabi Nuh AS mempersiapkan makanan untuk satu bulan dan membuat tempat persediaan air tawar di bahtera. Lalu Allah menurunkan untuk Nuh manik-manik dari surga yang bercahaya, seperti cahaya matahari. Dengan manik-manik itu, Nuh akan mengetahui waktu siang dan malam.
Waktu berlalu. Nabi Nuh AS meminta izin kepada Tuhannya untuk melaksanakan haji dan dia pun diizinkan. Sewaktu dia pergi ke Makkah, kaumnya bermaksud membakar bahtera. Maka Allah memerintahkan kepada beberapa malaikat untuk mengangkat bahtera itu antara langit dan bumi. Para malaikat mengangkat bahtera itu dan kaum Nuh menyaksikannya. (Baca juga: Gara-gara Berbuat Salah dengan Anjing, Nabi Nuh Sering Meratap )
Sewaktu berada di Makkah, Nabi Nuh AS melakukan thawaf 7 kali dan di sana dia berdoa agar kaumnya dibinasakan. Doanya dikabul oleh Allah. Ketika Nuh kembali dari Makkah, bahteranya diturunkan kembali ke atas tanah. Kemudian Allah memerintahkannya agar naik ke sebuah gunung dan menyeru dengan sekeras-kerasnya, “Wahai kawanan binatang liar, kawanan burung, kawanan serangga, dan semua yang bernyawa, datanglah kemari! Masuklah ke dalam bahtera! Sungguh, azab sebentar lagi akan terjadi.”
Seruan Nabi Nuh terdengar dari timur hingga barat. Setelah itu, kawanan binatang liar, burung, binatang melata, dan serangga datang berbondong-bondong. Lalu Nuh AS berkata, “Aku diperintahkan untuk membawa dari masing-masing binatang sepasang, jantan dan betina.”
Dia telah diperintahkan untuk membawa semua jenis pepohonan tanpa kecuali. Dia diperintahkan untuk membawa jasad Adam dan Hawa. Lalu dia meletakkan jasad keduanya dalam sebuah peti. Selain itu, dia diperintahkan untuk membawa Hajar Aswad, tongkat Nabi Adam, yang telah diturunkan kepadanya dari surga, dan diperintahkan membawa tabut, suhuf, dan tali.
Dan manusia yang masuk ke dalam bahtera bersamanya berjumlah 40 orang laki-laki dan 40 orang perempuan. Mereka ditempatkan di tingkat pertama. Tingkat kedua dijadikan tempat binatang liar, binatang melata, dan binatang ternak.
Menurut sebuah riwayat, hewan yang terakhir masuk ke dalam bahtera adalah keledai. Ketika ia mau masuk, iblis memegang buntutnya sehingga ia susah masuk. Sebelumnya Nabi Nuh menyangka keledai enggan masuk karena kehendaknya.
Nabi Nuh berkata, “Hai mal’uun (yang terlaknat), masuklah!” Keledai pun masuk diikuti oleh si iblis. Ketika Nabi Nuh melihat Iblis, dia berkata, “Siapa yang mengizinkanmu masuk ke bahtera ini?” Iblis menjawab, “Engkau yang telah mengizinkan aku masuk. Bukankah engkau tadi bilang, ‘Hai mal’uun (yang terlaknat) masuklah!,’ dan yang memiliki predikat mal’uun secara mutlak tiada lain kecuali aku.” (Bersambung)
Allah memerintahkan Nabi Nuh AS mempersiapkan makanan untuk satu bulan dan membuat tempat persediaan air tawar di bahtera. Lalu Allah menurunkan untuk Nuh manik-manik dari surga yang bercahaya, seperti cahaya matahari. Dengan manik-manik itu, Nuh akan mengetahui waktu siang dan malam.
Waktu berlalu. Nabi Nuh AS meminta izin kepada Tuhannya untuk melaksanakan haji dan dia pun diizinkan. Sewaktu dia pergi ke Makkah, kaumnya bermaksud membakar bahtera. Maka Allah memerintahkan kepada beberapa malaikat untuk mengangkat bahtera itu antara langit dan bumi. Para malaikat mengangkat bahtera itu dan kaum Nuh menyaksikannya. (Baca juga: Gara-gara Berbuat Salah dengan Anjing, Nabi Nuh Sering Meratap )
Sewaktu berada di Makkah, Nabi Nuh AS melakukan thawaf 7 kali dan di sana dia berdoa agar kaumnya dibinasakan. Doanya dikabul oleh Allah. Ketika Nuh kembali dari Makkah, bahteranya diturunkan kembali ke atas tanah. Kemudian Allah memerintahkannya agar naik ke sebuah gunung dan menyeru dengan sekeras-kerasnya, “Wahai kawanan binatang liar, kawanan burung, kawanan serangga, dan semua yang bernyawa, datanglah kemari! Masuklah ke dalam bahtera! Sungguh, azab sebentar lagi akan terjadi.”
Seruan Nabi Nuh terdengar dari timur hingga barat. Setelah itu, kawanan binatang liar, burung, binatang melata, dan serangga datang berbondong-bondong. Lalu Nuh AS berkata, “Aku diperintahkan untuk membawa dari masing-masing binatang sepasang, jantan dan betina.”
Dia telah diperintahkan untuk membawa semua jenis pepohonan tanpa kecuali. Dia diperintahkan untuk membawa jasad Adam dan Hawa. Lalu dia meletakkan jasad keduanya dalam sebuah peti. Selain itu, dia diperintahkan untuk membawa Hajar Aswad, tongkat Nabi Adam, yang telah diturunkan kepadanya dari surga, dan diperintahkan membawa tabut, suhuf, dan tali.
Dan manusia yang masuk ke dalam bahtera bersamanya berjumlah 40 orang laki-laki dan 40 orang perempuan. Mereka ditempatkan di tingkat pertama. Tingkat kedua dijadikan tempat binatang liar, binatang melata, dan binatang ternak.
Menurut sebuah riwayat, hewan yang terakhir masuk ke dalam bahtera adalah keledai. Ketika ia mau masuk, iblis memegang buntutnya sehingga ia susah masuk. Sebelumnya Nabi Nuh menyangka keledai enggan masuk karena kehendaknya.
Nabi Nuh berkata, “Hai mal’uun (yang terlaknat), masuklah!” Keledai pun masuk diikuti oleh si iblis. Ketika Nabi Nuh melihat Iblis, dia berkata, “Siapa yang mengizinkanmu masuk ke bahtera ini?” Iblis menjawab, “Engkau yang telah mengizinkan aku masuk. Bukankah engkau tadi bilang, ‘Hai mal’uun (yang terlaknat) masuklah!,’ dan yang memiliki predikat mal’uun secara mutlak tiada lain kecuali aku.” (Bersambung)
(mhy)
Lihat Juga :