Peristiwa Bulan Safar: Perang Dzu’Amr dan Kisah Musuh Islam Lari Terbirit-birit
Kamis, 01 September 2022 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Oleh kaum Muslimin, ternak yang ada di tempat itu dikumpulkan dan dibagi-bagikan antara sesama mereka sesudah seperlimanya diambil oleh Rasulullah SAW.
Konon barang rampasan itu sebanyak 500 ekor unta. Sesudah seperlima dipisahkan oleh Nabi, sisanya dibagikan. Setiap orang mendapat bagian dua ekor unta.
Pada saat itu, Nabi Muhammad juga mendengar berita bahwa ada beberapa golongan dari Banu Tha'laba dan Banu Muharib di Dzu’Amr yang telah berkumpul. Mereka bersiap-siap akan melakukan serangan.
Nabi pun segera berangkat dengan 450 orang Muslimin. Ia bertemu dengan salah seorang anggota kabilah Tha'laba, dan ketika ditanyainya tentang rombongan itu ditunjukkannya tempat mereka.
"Muhammad, kalau mereka mendengar keberangkatanmu ini, mereka lari ke puncak-puncak gunung," kata orang itu. "Saya bersedia berjalan bersamamu dan menunjukkan tempat-tempat persembunyian mereka."
Tetapi orang-orang yang iri hati itu tatkala mendengar bahwa Nabi Muhammad sudah berada dekat dari mereka, cepat-cepat mereka lari ke gunung-gunung.
Baca juga: Kisah Heroik Thalhah bin Ubaidillah Selamatkan Rasulullah SAW dalam Perang Uhud
Selanjutnya sampai pula berita, bahwa sebuah rombongan besar dari Banu Sulaim di Bahran sudah siap-siap akan menyerang.
Pagi-pagi sekali Nabi Muhammad pun segera berangkat dengan 300 orang, dan satu malam sebelum sampai di Bahran dijumpainya seorang laki-laki dari kabilah Banu Sulaim. Ketika Nabi menanyakan mereka, dikatakannya bahwa mereka telah cerai-berai dan sudah kembali pulang.
Konon barang rampasan itu sebanyak 500 ekor unta. Sesudah seperlima dipisahkan oleh Nabi, sisanya dibagikan. Setiap orang mendapat bagian dua ekor unta.
Pada saat itu, Nabi Muhammad juga mendengar berita bahwa ada beberapa golongan dari Banu Tha'laba dan Banu Muharib di Dzu’Amr yang telah berkumpul. Mereka bersiap-siap akan melakukan serangan.
Nabi pun segera berangkat dengan 450 orang Muslimin. Ia bertemu dengan salah seorang anggota kabilah Tha'laba, dan ketika ditanyainya tentang rombongan itu ditunjukkannya tempat mereka.
"Muhammad, kalau mereka mendengar keberangkatanmu ini, mereka lari ke puncak-puncak gunung," kata orang itu. "Saya bersedia berjalan bersamamu dan menunjukkan tempat-tempat persembunyian mereka."
Tetapi orang-orang yang iri hati itu tatkala mendengar bahwa Nabi Muhammad sudah berada dekat dari mereka, cepat-cepat mereka lari ke gunung-gunung.
Baca juga: Kisah Heroik Thalhah bin Ubaidillah Selamatkan Rasulullah SAW dalam Perang Uhud
Selanjutnya sampai pula berita, bahwa sebuah rombongan besar dari Banu Sulaim di Bahran sudah siap-siap akan menyerang.
Pagi-pagi sekali Nabi Muhammad pun segera berangkat dengan 300 orang, dan satu malam sebelum sampai di Bahran dijumpainya seorang laki-laki dari kabilah Banu Sulaim. Ketika Nabi menanyakan mereka, dikatakannya bahwa mereka telah cerai-berai dan sudah kembali pulang.
(mhy)
Lihat Juga :