Kesaksian Aisyah Ketika Abu Bakar As-Shiddiq Diusir Kaumnya
Sabtu, 03 September 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian terlintas dalam benak Abu Bakar untuk membangun masjid di pekarangan rumahnya, lalu niatnya itu dia laksanakan. Di situlah Abu Bakar sholat dan membaca Al-Qur'an. Maka berdatanganlah ke tempat itu wanita-wanita kaum musyrik dan anak-anak mereka yang kagum melihat apa yang dikerjakan oleh Abu Bakar.
Abu Bakar adalah seorang yang mudah menangis. Dia tidak kuasa membendung air matanya kalau sudah mulai membaca Al-Qur'an. Hal tersebut membuat para pemuka Quraisy merasa khawatir. Lalu mereka mengirim utusan untuk memanggil Ibnu Daghinah. Maka datanglah Ibnu Daghinah.
Mereka berkata: "Kami telah memperbolehkan Abu Bakar untuk melakukan ibadah di rumahnya dengan jaminan keamanan darimu. Tetapi dia telah melanggar syarat yang kami tentukan. Dia telah membangun sebuah masjid di pekarangan rumahnya. Dia memperlihatkan sholatnya dan membaca Al-Qur'an di situ.
Baca juga: Rahasia di Balik Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah
Kami khawatir sekali perbuatannya itu akan memperdaya istri-istri dan anak-anak kami. Karena itu cobalah engkau larang dia. Kalau dia bersedia melakukan ibadah di rumahnya saja, maka lakukanlah. Tapi kalau dia keberatan dan tetap bersikeras untuk melanjutkan perbuatannya itu, maka mintalah dia supaya mengembalikan kepadamu jaminan keamanan yang telah kamu berikan kepadanya. Kami tidak mau mengkhianati, di samping kami juga tidak bisa menerima perbuatan Abu Bakar itu terus berlanjut."
Kemudian Ibnu Daghinah pergi menemui Abu Bakar, dan berkata: "Kamu sudah tahu apa yang aku janjikan padamu. Sekarang kamu pilih, apakah menerima syarat perjanjian kita atau kamu mengembalikan jaminan perlindungan yang telah kuberikan padamu. Sebab aku tidak ingin orang-orang Arab mendengar bahwa aku mengkhianati janji terhadap seseorang yang telah aku buat perjanjian dengannya."
Abu Bakar berkata: "Sekarang akan aku kembalikan jaminanmu dan aku rida dengan jaminan keamanan dari Allah SWT."
Ketika itu Nabi SAW masih berada di Mekkah. Beliau berkata kepada umat Islam: "Telah diperlihatkan Allah kepadaku tempat hijrah kalian. Satu tempat yang kaya kurma, terletak di antara dua daerah yang berbatu hitam, maka hijrahlah orang-orang menuju Madinah. Demikian pula halnya orang-orang yang sudah berhijrah ke Habsyah, umumnya mereka kembali ke Madinah. Abu Bakar pun sudah bersiap-siap untuk hijrah ke Madinah."
Lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya: "Sabarlah dulu Abu Bakar. Aku juga berharap semoga Allah mengizinkanku (berhijrah)."
Abu Bakar bertanya: "Apakah engkau juga berharap demikian (wahai Rasulullah)?"
Rasulullah SAW menjawab: "Ya."
Lalu Abu Bakar menahan dirinya demi Rasulullah SAW, agar dia bisa menemani beliau nantinya.
Selanjutnya Abu Bakar menyiapkan dua ekor unta dan memberi makan untanya dengan daun samur selama empat bulan.
Abu Bakar adalah seorang yang mudah menangis. Dia tidak kuasa membendung air matanya kalau sudah mulai membaca Al-Qur'an. Hal tersebut membuat para pemuka Quraisy merasa khawatir. Lalu mereka mengirim utusan untuk memanggil Ibnu Daghinah. Maka datanglah Ibnu Daghinah.
Mereka berkata: "Kami telah memperbolehkan Abu Bakar untuk melakukan ibadah di rumahnya dengan jaminan keamanan darimu. Tetapi dia telah melanggar syarat yang kami tentukan. Dia telah membangun sebuah masjid di pekarangan rumahnya. Dia memperlihatkan sholatnya dan membaca Al-Qur'an di situ.
Baca juga: Rahasia di Balik Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah
Kami khawatir sekali perbuatannya itu akan memperdaya istri-istri dan anak-anak kami. Karena itu cobalah engkau larang dia. Kalau dia bersedia melakukan ibadah di rumahnya saja, maka lakukanlah. Tapi kalau dia keberatan dan tetap bersikeras untuk melanjutkan perbuatannya itu, maka mintalah dia supaya mengembalikan kepadamu jaminan keamanan yang telah kamu berikan kepadanya. Kami tidak mau mengkhianati, di samping kami juga tidak bisa menerima perbuatan Abu Bakar itu terus berlanjut."
Kemudian Ibnu Daghinah pergi menemui Abu Bakar, dan berkata: "Kamu sudah tahu apa yang aku janjikan padamu. Sekarang kamu pilih, apakah menerima syarat perjanjian kita atau kamu mengembalikan jaminan perlindungan yang telah kuberikan padamu. Sebab aku tidak ingin orang-orang Arab mendengar bahwa aku mengkhianati janji terhadap seseorang yang telah aku buat perjanjian dengannya."
Abu Bakar berkata: "Sekarang akan aku kembalikan jaminanmu dan aku rida dengan jaminan keamanan dari Allah SWT."
Ketika itu Nabi SAW masih berada di Mekkah. Beliau berkata kepada umat Islam: "Telah diperlihatkan Allah kepadaku tempat hijrah kalian. Satu tempat yang kaya kurma, terletak di antara dua daerah yang berbatu hitam, maka hijrahlah orang-orang menuju Madinah. Demikian pula halnya orang-orang yang sudah berhijrah ke Habsyah, umumnya mereka kembali ke Madinah. Abu Bakar pun sudah bersiap-siap untuk hijrah ke Madinah."
Lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya: "Sabarlah dulu Abu Bakar. Aku juga berharap semoga Allah mengizinkanku (berhijrah)."
Abu Bakar bertanya: "Apakah engkau juga berharap demikian (wahai Rasulullah)?"
Rasulullah SAW menjawab: "Ya."
Lalu Abu Bakar menahan dirinya demi Rasulullah SAW, agar dia bisa menemani beliau nantinya.
Selanjutnya Abu Bakar menyiapkan dua ekor unta dan memberi makan untanya dengan daun samur selama empat bulan.
Lihat Juga :