Kisah Bal'am: Doanya Selalu Mustajab, Lidahnya Kelu saat Mendoakan Keburukan Nabi Musa
Selasa, 06 September 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, ia mengangkat dua insan yang telah berbuat zina itu ke atas seraya berkata, “Ya Allah, beginilah kami memperlakukan orang yang telah melakukan maksiat kepada-Mu!"
Akhirnya, wabah penyakit mulai sirna. Konon, serangan wabah penyakit itu telah menewaskan 70.000 orang. Ada pula yang mengatakan bahwa wabah penyakit itu minimal menewaskan 20.000 orang.
Baca juga: Kisah Adu Doa antara Nabi Musa dan Qarun
Fanhash adalah anak pertama ayahnya, Izar bin Harun. Oleh sebab itu, Bani Israil memberlakukan penyembelihan kurban bagi anak laki-laki Fanhash. Sementara itu, bagi mereka hal itu berlaku untuk anak pertama dari setiap harta benda dan jiwa yang mereka miliki.
Ibnu Katsir mengatakan ini adalah kisah Bal'am yang sahih sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq. Beberapa ulama salaf juga telah menceritakan kisah yang sama. Akan tetapi, boleh jadi kisah ini dikehendaki oleh Ibnu Ishaq yang menceritakan tentang Musa sebelum memasuki Baitul Maqdis, tidak lama setelah Musa dan Bani Israil keluar dari Mesir. Namun, hal tersebut tidak dipahami oleh mereka yang mengutip kisah itu. "Kami telah mengemukakan sebagian kisah tentang kasus itu menurut penjelasan kitab Taurat. Wallahu a'lam," tulis Ibnu Katsir.
Mungkin pula, kisah tersebut merupakan kasus lain yang terjadi di tengah-tengah perjalanan Musa dan kaumnya menuju Padang Tiih karena dalam redaksi kisah ini disebut Bukit Husban yang letaknya sangat jauh dari Baitul Maqdis. Namun, boleh jadi, hal itu terjadi ketika pasukan Musa sedang menuju Baitul Maqdis sebagaimana yang dijelaskan oleh as-Saddi. Wallahu a'lam.
Baca juga: Dahsyatnya Harta Qarun, Kunci Gudang Hartanya Harus Dipikul Puluhan Orang
Ismul Azham
Bal'am mengetahui Ismul A’zham sehingga doanya senantiasa dikabulkan Allah. Para ulama berbeda pendapat mengenai apa saja nama-nama Allah yang agung itu yang ketika berdoa dengannya pasti dikabulkan.
Doa Ismul A’zham diantaranya:
لَا اِلهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ، لَا إلهَ إِلَّا اللُه رَبُّ السَّمَاوَاتِ و رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Agung, Maha Lembut. Tiada Tuhan selain Allah, pemilik ‘Arsy yang Maha Mulia. Tiada Tuhan selain Allah, pemilik seluruh langit dan ‘Arsy yang Agung.” Ada juga yang menyatakan doanya adalah seperti ini:
الّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ، لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ يَا مَنَّانُ يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَاَل وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ إِنِّي أَسْأَلُكَ …
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku bermohon kepada Engkau, Tiada Ada Tuhan kecuali Dirimu, wahai yang Maha mencurahkan nikmat, pencipta seluruh langit dan bumi, wahai pemilik kebesaran dan kemuliaan, Yang Maha hidup Maha Mengurusi Alam Semesta, aku bermohon kepadamu.”
Ketika Nabi SAW sedang duduk bersama Anas bin Malik ra. Dan sahabat-sahabat lain, beliau mendengar orang tersebut berdoa demikian. Lalu Nabi Muhammad SAW, berkata: “Demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya, sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung (al-Ismu al-A’zham), jika hamba berdoa dengan Ismul A’zham, Allah niscaya mengabulkannya. Jika Allah diminta, Dia niscaya memberikannya.”
Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya “Menyingkap Tabir Asmaul Husna” menyebutkan yang masuk Ismul A’zham adalah seluruh nama-nama Allah, jika berdoa dengannya maka doanya akan dikabulkan.
Baca juga: Kisah Qarun: Ketika Allah Taala Memerintahkan Bumi Tunduk kepada Nabi Musa
Akhirnya, wabah penyakit mulai sirna. Konon, serangan wabah penyakit itu telah menewaskan 70.000 orang. Ada pula yang mengatakan bahwa wabah penyakit itu minimal menewaskan 20.000 orang.
Baca juga: Kisah Adu Doa antara Nabi Musa dan Qarun
Fanhash adalah anak pertama ayahnya, Izar bin Harun. Oleh sebab itu, Bani Israil memberlakukan penyembelihan kurban bagi anak laki-laki Fanhash. Sementara itu, bagi mereka hal itu berlaku untuk anak pertama dari setiap harta benda dan jiwa yang mereka miliki.
Ibnu Katsir mengatakan ini adalah kisah Bal'am yang sahih sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq. Beberapa ulama salaf juga telah menceritakan kisah yang sama. Akan tetapi, boleh jadi kisah ini dikehendaki oleh Ibnu Ishaq yang menceritakan tentang Musa sebelum memasuki Baitul Maqdis, tidak lama setelah Musa dan Bani Israil keluar dari Mesir. Namun, hal tersebut tidak dipahami oleh mereka yang mengutip kisah itu. "Kami telah mengemukakan sebagian kisah tentang kasus itu menurut penjelasan kitab Taurat. Wallahu a'lam," tulis Ibnu Katsir.
Mungkin pula, kisah tersebut merupakan kasus lain yang terjadi di tengah-tengah perjalanan Musa dan kaumnya menuju Padang Tiih karena dalam redaksi kisah ini disebut Bukit Husban yang letaknya sangat jauh dari Baitul Maqdis. Namun, boleh jadi, hal itu terjadi ketika pasukan Musa sedang menuju Baitul Maqdis sebagaimana yang dijelaskan oleh as-Saddi. Wallahu a'lam.
Baca juga: Dahsyatnya Harta Qarun, Kunci Gudang Hartanya Harus Dipikul Puluhan Orang
Ismul Azham
Bal'am mengetahui Ismul A’zham sehingga doanya senantiasa dikabulkan Allah. Para ulama berbeda pendapat mengenai apa saja nama-nama Allah yang agung itu yang ketika berdoa dengannya pasti dikabulkan.
Doa Ismul A’zham diantaranya:
لَا اِلهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ، لَا إلهَ إِلَّا اللُه رَبُّ السَّمَاوَاتِ و رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Agung, Maha Lembut. Tiada Tuhan selain Allah, pemilik ‘Arsy yang Maha Mulia. Tiada Tuhan selain Allah, pemilik seluruh langit dan ‘Arsy yang Agung.” Ada juga yang menyatakan doanya adalah seperti ini:
الّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ، لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ يَا مَنَّانُ يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَاَل وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ إِنِّي أَسْأَلُكَ …
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku bermohon kepada Engkau, Tiada Ada Tuhan kecuali Dirimu, wahai yang Maha mencurahkan nikmat, pencipta seluruh langit dan bumi, wahai pemilik kebesaran dan kemuliaan, Yang Maha hidup Maha Mengurusi Alam Semesta, aku bermohon kepadamu.”
Ketika Nabi SAW sedang duduk bersama Anas bin Malik ra. Dan sahabat-sahabat lain, beliau mendengar orang tersebut berdoa demikian. Lalu Nabi Muhammad SAW, berkata: “Demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya, sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung (al-Ismu al-A’zham), jika hamba berdoa dengan Ismul A’zham, Allah niscaya mengabulkannya. Jika Allah diminta, Dia niscaya memberikannya.”
Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya “Menyingkap Tabir Asmaul Husna” menyebutkan yang masuk Ismul A’zham adalah seluruh nama-nama Allah, jika berdoa dengannya maka doanya akan dikabulkan.
Baca juga: Kisah Qarun: Ketika Allah Taala Memerintahkan Bumi Tunduk kepada Nabi Musa
(mhy)
Lihat Juga :