Karomah Syaikh Nawawi al-Bantani saat Meluruskan Arah Kiblat Masjid
Selasa, 06 September 2022 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Wapres: Syekh Nawawi Al-Bantani Bangun Karakter Muslim Toleran di Nusantara
Segera, Sayyid Utsman menjabat tangan Syaikh Nawawi, bermaksud mencium tangannya sebagai tanda penghormatan kepadanya. Akan tetapi, Syaikh Nawawi segera menarik tangannya kembali, sehingga tangannya terhindar dari ciuman tangan Sayyid Utsman.
“Wahai sahabat, mengapa engkau menolak tanganmu aku cium sebagai tanda penghomatanku kepada ketinggian ilmumu? Engkau telah mendapat sebutan dari Rasulullah sebagai pewaris para Nabi,” ujar Sayyid Utsman.
“Ya, aku dikaruniai Allah untuk memperlihatkan Kakbah dari jarak yang jauh, namun engkau adalah seorang habib, seorang sayyid. Engkau adalah keturunan dan ahlul bait Rasulullah yang harus dihormati,” jawab Syaikh Nawawi dengan tetap menaruh hormat kepada Sayyid Utsman.
“Aku tak berani tanganku dicium oleh dzuriydr Rasulullah,” Syaikh Nawawi meneruskan.
Mendengar jawaban Syaikh Nawawi tersebut, Sayyid Utsman segera mendekap dan memeluk tubuh Syaikh Nawawi dan mencium keningnya sebagai penghormaran terhadap ketinggian ilmunya. Mendapat perlakuan seperti itu, Syaikh Nawawi tidak kuasa menolak. Keduanya terharu, lalu sama-sama meneteskan air mata sebab rasa haru yang sangat dalam.
Dalam buku Karomah Para Kiai karya Samsul Munir Amin dijelaskan kadang-kadang dalam dunia keagamaan, memang bisa ditemukan hal-hal yang sifatnya irrasional namun bisa benar-benar terjadi.
Apalagi bagi orang yang dekat dengan Tuhan dan dianugerahi karomah. Demikian pula halnya dengan apa yang dikerjakan oleh Syaikh Nawawi, yang dapat menunjukkan arah kiblat atau Kakbah dengan tepat.
Kejadian supranatural seperti ini memang dimiliki oleh orang-orang suci yang memiliki kemampuan spiritual tinggi, sebagaimana Syaikh Nawawi al-Bantani.
Baca juga: Syekh Nawawi Al-Bantani Masuk Kamus Besar Bahasa Arab, Wapres: Jadi Rujukan Dunia
Segera, Sayyid Utsman menjabat tangan Syaikh Nawawi, bermaksud mencium tangannya sebagai tanda penghormatan kepadanya. Akan tetapi, Syaikh Nawawi segera menarik tangannya kembali, sehingga tangannya terhindar dari ciuman tangan Sayyid Utsman.
“Wahai sahabat, mengapa engkau menolak tanganmu aku cium sebagai tanda penghomatanku kepada ketinggian ilmumu? Engkau telah mendapat sebutan dari Rasulullah sebagai pewaris para Nabi,” ujar Sayyid Utsman.
“Ya, aku dikaruniai Allah untuk memperlihatkan Kakbah dari jarak yang jauh, namun engkau adalah seorang habib, seorang sayyid. Engkau adalah keturunan dan ahlul bait Rasulullah yang harus dihormati,” jawab Syaikh Nawawi dengan tetap menaruh hormat kepada Sayyid Utsman.
“Aku tak berani tanganku dicium oleh dzuriydr Rasulullah,” Syaikh Nawawi meneruskan.
Mendengar jawaban Syaikh Nawawi tersebut, Sayyid Utsman segera mendekap dan memeluk tubuh Syaikh Nawawi dan mencium keningnya sebagai penghormaran terhadap ketinggian ilmunya. Mendapat perlakuan seperti itu, Syaikh Nawawi tidak kuasa menolak. Keduanya terharu, lalu sama-sama meneteskan air mata sebab rasa haru yang sangat dalam.
Dalam buku Karomah Para Kiai karya Samsul Munir Amin dijelaskan kadang-kadang dalam dunia keagamaan, memang bisa ditemukan hal-hal yang sifatnya irrasional namun bisa benar-benar terjadi.
Apalagi bagi orang yang dekat dengan Tuhan dan dianugerahi karomah. Demikian pula halnya dengan apa yang dikerjakan oleh Syaikh Nawawi, yang dapat menunjukkan arah kiblat atau Kakbah dengan tepat.
Kejadian supranatural seperti ini memang dimiliki oleh orang-orang suci yang memiliki kemampuan spiritual tinggi, sebagaimana Syaikh Nawawi al-Bantani.
Baca juga: Syekh Nawawi Al-Bantani Masuk Kamus Besar Bahasa Arab, Wapres: Jadi Rujukan Dunia
(mhy)
Lihat Juga :