Kisah Ummu Haram, Muslimah Tangguh dalam Mimpi Rasulullah SAW
Jum'at, 09 September 2022 - 16:52 WIB
loading...
Kompleks makam dikenal dengan nama Hala Sultan Tekke. Di sini Ummu Haram dimakamkan. Foto/Ilustrasi: easyvoyage
A
A
A
Dia adalah Ummu Haram binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah An-Najariyah Al-Madiniyah. Perempuan tangguh ini anggota pasukan angkatan laut sahabat Nabi Muhammad SAW yang nasibnya sudah diketahui Rasulullah SAW melalui mimpinya.
Kisah berikut berdasar hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab "Mohon Izin" dan diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab "Kepemimpinan".
Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Anas bin Malik berkisah bahwa Rasulullah SAW setiap pergi ke Quba' selalu mampir di rumah Ummu Haram binti Milhan. Ummu Haram pun menjamu Rasulullah SAW.
Pada suatu hari Rasulullah SAW mampir ke rumah Ummu Haram, dan Ummu Haram pun menjamu beliau. Beliau tidur di sana. Kemudian ketika bangun, beliau tersenyum.
"Apa yang membuatmu tersenyum, wahai Rasulullah?" tanya Ummu Haram.
"Beberapa orang dan umatku diperlihatkan kepadaku sedang berperang di jalan Allah. Mereka mengarungi lautan ini bagaikan raja-raja di atas singgasananya ..." jawab Rasulullah SAW.
Ummu Haram berkata: "(Ya Rasulullah), doakanlah kepada Allah supaya Allah menjadikan aku di antara mereka."
Lalu beliau mendoakannya. Kemudian beliau menyandarkan kepalanya, dan tertidur kembali. Ketika bangun beliau kembali tersenyum.
Ummu Haram bertanya kembali. "Apa yang membuatmu tersenyum, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab: "Beberapa orang dari umatku diperlihatkan kepadaku sedang berperang di jalan Allah. Pasukan pertama dari umatku yang menggempur kota Kaisar, semoga Allah mengampuni mereka."
"(Ya Rasulullah), doakanlah kepada Allah supaya Dia jadikan aku di antara mereka," pinta Ummu Haram.
Nabi SAW menjawab, "Kamu termasuk di antara para pendahulunya." (HR Bukhari dan Muslim)
Kisah berikut berdasar hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab "Mohon Izin" dan diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab "Kepemimpinan".
Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Anas bin Malik berkisah bahwa Rasulullah SAW setiap pergi ke Quba' selalu mampir di rumah Ummu Haram binti Milhan. Ummu Haram pun menjamu Rasulullah SAW.
Pada suatu hari Rasulullah SAW mampir ke rumah Ummu Haram, dan Ummu Haram pun menjamu beliau. Beliau tidur di sana. Kemudian ketika bangun, beliau tersenyum.
"Apa yang membuatmu tersenyum, wahai Rasulullah?" tanya Ummu Haram.
"Beberapa orang dan umatku diperlihatkan kepadaku sedang berperang di jalan Allah. Mereka mengarungi lautan ini bagaikan raja-raja di atas singgasananya ..." jawab Rasulullah SAW.
Ummu Haram berkata: "(Ya Rasulullah), doakanlah kepada Allah supaya Allah menjadikan aku di antara mereka."
Lalu beliau mendoakannya. Kemudian beliau menyandarkan kepalanya, dan tertidur kembali. Ketika bangun beliau kembali tersenyum.
Ummu Haram bertanya kembali. "Apa yang membuatmu tersenyum, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab: "Beberapa orang dari umatku diperlihatkan kepadaku sedang berperang di jalan Allah. Pasukan pertama dari umatku yang menggempur kota Kaisar, semoga Allah mengampuni mereka."
"(Ya Rasulullah), doakanlah kepada Allah supaya Dia jadikan aku di antara mereka," pinta Ummu Haram.
Nabi SAW menjawab, "Kamu termasuk di antara para pendahulunya." (HR Bukhari dan Muslim)
Lihat Juga :