Kisah Ummu Haram, Muslimah Tangguh dalam Mimpi Rasulullah SAW
Jum'at, 09 September 2022 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Menjadi Kenyataan
Peristiwa yang diceritakan Nabi Muhammad SAW menjadi kenyataan pada 28 H atau 649 M. ketika itu, Ummu Haram bersama suaminya turut dalam sebuah pasukan laut kaum Muslimin. Khalifah Utsman bin Affan mengutus Muawiyah untuk memperluas wilayah ke Qabarsha.
Ummu Haram dan suaminya ikut dalam rombongan perang. Ketika mereka pulang, seekor bighal yang dipersiapkan untuknya tiba-tiba menyerang. Ummu Haram terjatuh dan meninggal. Ia meninggal di lokasi yang sama, Pulau Cyprus, dan dimakamkan di sana.
Belakangan, kerajaan Turki Utsmani menghormati makam Ummu Haram dengan membangun sebuah masjid di sebelahnya. Kompleks makam ini dikenal dengan nama Hala Sultan Tekke.
Baca juga: Catatan Emas Jihad di Zona Laut Daulah Umayyah
Tekke bermakna biara atau tempat ibadah. Dalam konteks Islam, istilah ini identik dengan masjid atau makam. Hala Sultan berarti bibi dari seorang pemimpin atau sultan. Ini konon mengacu pada Rasulullah SAW, walaupun makna kata "bibi" bersifat majas dan tidak menyebabkan mahram.
Ummu Haram termasuk perempuan yang mulia dalam Islam. Ia berbaiat kepada Nabi SAW dan dekat dengan Nabi SAW. Ia pun terkenal sebagai perawi hadis karena kedekatannya dengan Rasulullah SAW. Ummu Haram juga meriwayatkan hadis dari keponakannya, Anas bin Malik.
Para sahabat dan tabiin terkenal meriwayatkan hadis dari dia. Imam Bukhari meriwayatkan tiga hadis dari jalur Ummu Haram; Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad masing-masing dua hadis; Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Majah masing-masing satu hadis.
Baca juga: Jihad Laut Daulah Aghlabiyah di Afrika Sukses Invasi ke Wilayah Eropa
Menjadi Kenyataan
Peristiwa yang diceritakan Nabi Muhammad SAW menjadi kenyataan pada 28 H atau 649 M. ketika itu, Ummu Haram bersama suaminya turut dalam sebuah pasukan laut kaum Muslimin. Khalifah Utsman bin Affan mengutus Muawiyah untuk memperluas wilayah ke Qabarsha.
Ummu Haram dan suaminya ikut dalam rombongan perang. Ketika mereka pulang, seekor bighal yang dipersiapkan untuknya tiba-tiba menyerang. Ummu Haram terjatuh dan meninggal. Ia meninggal di lokasi yang sama, Pulau Cyprus, dan dimakamkan di sana.
Belakangan, kerajaan Turki Utsmani menghormati makam Ummu Haram dengan membangun sebuah masjid di sebelahnya. Kompleks makam ini dikenal dengan nama Hala Sultan Tekke.
Baca juga: Catatan Emas Jihad di Zona Laut Daulah Umayyah
Tekke bermakna biara atau tempat ibadah. Dalam konteks Islam, istilah ini identik dengan masjid atau makam. Hala Sultan berarti bibi dari seorang pemimpin atau sultan. Ini konon mengacu pada Rasulullah SAW, walaupun makna kata "bibi" bersifat majas dan tidak menyebabkan mahram.
Ummu Haram termasuk perempuan yang mulia dalam Islam. Ia berbaiat kepada Nabi SAW dan dekat dengan Nabi SAW. Ia pun terkenal sebagai perawi hadis karena kedekatannya dengan Rasulullah SAW. Ummu Haram juga meriwayatkan hadis dari keponakannya, Anas bin Malik.
Para sahabat dan tabiin terkenal meriwayatkan hadis dari dia. Imam Bukhari meriwayatkan tiga hadis dari jalur Ummu Haram; Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad masing-masing dua hadis; Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Majah masing-masing satu hadis.
Baca juga: Jihad Laut Daulah Aghlabiyah di Afrika Sukses Invasi ke Wilayah Eropa
(mhy)
Lihat Juga :