Obat Hati adalah Berteman dengan Orang Shaleh, Begini Penjelasannya
Rabu, 14 September 2022 - 09:20 WIB
loading...
Islam memperhatikan setiap orang tentang pentingnya pertemanan. Jika kita ingin menjadi orang shaleh, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shaleh. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Berteman dengan orang shaleh bisa menjadi obat untuk hati di kala diri merasa banyak dosa. Imam Al Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar bahkan menyebutkan bahwa berteman dengan orang shaleh adalah obatnya hati.
Penawar hati itu ada lima : membaca al-Qur’an dengan tadabbur (perenungan), kosongnya perut (dengan puasa-pen), qiyâmul lail (shalat malam), berdoa di waktu sahar (waktu akhir malam sebelum Shubuh), dan duduk bersama orang-orang shaleh”.
Baca juga: Keutamaan Bergaul dengan Waliyullah dan Orang Saleh
Artinya bahwa kebaikan akan mengajarkan sifat terpuji lainnya. Bahkan dalam al-Qur’an dikatakan, pada hari kiamat nanti orang-orang yang saling berteman dalam kemaksiatan akan menjadi musuh satu sama lain karena saling menyalahkan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.
“Teman–teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang–orang yang bertakwa.” (QS az-Zukhruf : 67).
Karena itulah Islam memperhatikan setiap orang tentang pentingnya pertemanan. Jika kita ingin menjadi orang shaleh, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shaleh .
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah : 119)
Ini berlaku bagi laki-laki dan wanita. Seorang Muslim hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan laki-laki yang shalih sebagai kawan-kawannya. Dan wanita Muslimah hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan wanita-wanita shalehah sebagai kawan-kawannya. Jangan merasa rendah bergaul dengan orang-orang yang taat, walaupun mereka orang-orang yang kekurangan secara duniawi, namun mereka memiliki derajat di sisi Allâh Yang Maha Tinggi.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS. Al-Kahfi : 28).
Penawar hati itu ada lima : membaca al-Qur’an dengan tadabbur (perenungan), kosongnya perut (dengan puasa-pen), qiyâmul lail (shalat malam), berdoa di waktu sahar (waktu akhir malam sebelum Shubuh), dan duduk bersama orang-orang shaleh”.
Baca juga: Keutamaan Bergaul dengan Waliyullah dan Orang Saleh
Artinya bahwa kebaikan akan mengajarkan sifat terpuji lainnya. Bahkan dalam al-Qur’an dikatakan, pada hari kiamat nanti orang-orang yang saling berteman dalam kemaksiatan akan menjadi musuh satu sama lain karena saling menyalahkan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.
“Teman–teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang–orang yang bertakwa.” (QS az-Zukhruf : 67).
Karena itulah Islam memperhatikan setiap orang tentang pentingnya pertemanan. Jika kita ingin menjadi orang shaleh, hendaklah berusaha berkawan dan berkumpul dengan orang-orang shaleh .
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah : 119)
Ini berlaku bagi laki-laki dan wanita. Seorang Muslim hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan laki-laki yang shalih sebagai kawan-kawannya. Dan wanita Muslimah hendaknya mencari, bergaul, dan menjadikan wanita-wanita shalehah sebagai kawan-kawannya. Jangan merasa rendah bergaul dengan orang-orang yang taat, walaupun mereka orang-orang yang kekurangan secara duniawi, namun mereka memiliki derajat di sisi Allâh Yang Maha Tinggi.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS. Al-Kahfi : 28).
Lihat Juga :