4 Kiat Sukses Menuntut Ilmu Menurut Ulama Yaman Habib Abdullah Al-Muhdhar
Sabtu, 17 September 2022 - 14:04 WIB
loading...
Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Mauhdhar saat kegiatan Daurah Ilmiah Kitab Syamailul Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, pada Selasa (13/9/2022) lalu. Foto/Ist
A
A
A
Setiap penuntut ilmu tentu mengharapkan keberhasilan dalam proses belajar. Dalam tradisi intelektual Islam, kesuksesan dalam mencari ilmu bisa diukur melalui sejauh mana ilmu yang diperolehnya memiliki keberkahan dan manfaat, baik bagi diri sendiri atau orang lain.
Dalam kaitan ini, ada adagium Syaikh Muhammad bin Ismail Zain Al-Yamani yang tidak asing terutama di lingkungan pesantren.
العِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَالْبَرَكَةُ بِالْخِدْمَةِ، وَالْمَنْفَعَةُ بِالطَّاعَةِ
Artinya: "Ilmu diperoleh dengan belajar pada guru, keberkahan diperoleh dengan mengabdi pada guru, dan kemanfaatan diperoleh dengan mematuhi perintah guru."
Salah seorang Guru Besar Rubath Tarim Yaman, Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Mauhdhar memberikan sejumlah tips bagi penuntut ilmu agar memperoleh kesuksesan dari proses studinya. Ulama dari kota seribu wali ini setidaknya menyampaikan empat hal.
Hal ini ia jelaskan dalam Daurah Ilmiah Kitab Syamailul Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, pada Selasa (13/9/2022) lalu.
1. Efektivitas Manajemen Waktu
Pembagian kegiatan yang jelas dalam proses belajar sangat mempengaruhi kesuksesan studi. Dalam hal ini, Habib Abdullah mengutip sebuah ungkapan Imam Syafii yang cukup populer: "Waktu itu bagaikan pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu."
Kemudian, Habib Abdullah menyampaikan, memaksimalkan waktu untuk belajar bukan berarti harus mengerahkan seluruh kegiatan dalam satu hari penuh untuk terus membaca, menghafal, menulis, dan kegiatan akademik lainnya, akan tetapi bagaimana kiranya tetap bisa produktif dan menghasilkan pencapaian maksimal dalam belajar.
"Jadi harus jelas dan teratur. Kapan waktu untuk belajar, kapan waktu untuk ibadah, kapan waktu untuk tidur, dan seterusnya," terangnya.
2. Mengamalkan Ilmu
Habib Abdullah menekankan, keberhasilan seseorang dalam proses belajar bukan diukur dari sebanyak apa pengetahuan yang diperoleh, melainkan sejauhmana ia mampu mengamalkan setiap ilmu yang didapatnya. Berkaitan hal ini, ia mengutip salah satu hadis Nabi berikut:
مَن عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: "Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, niscaya Allah akan menganugerahkan dirinya ilmu yang belum ia ketahui sebelumnya."
Ihwal hadis di atas, petinggi Ulama Syekh Izzuddin bin Abdissalam dalam fatwanya menyampaikan, ketika seorang muslim mengamalkan ilmunya untuk beribadah, maka Allah akan memberinya pengetahuan yang tidak terduga.
Dalam kaitan ini, ada adagium Syaikh Muhammad bin Ismail Zain Al-Yamani yang tidak asing terutama di lingkungan pesantren.
العِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَالْبَرَكَةُ بِالْخِدْمَةِ، وَالْمَنْفَعَةُ بِالطَّاعَةِ
Artinya: "Ilmu diperoleh dengan belajar pada guru, keberkahan diperoleh dengan mengabdi pada guru, dan kemanfaatan diperoleh dengan mematuhi perintah guru."
Salah seorang Guru Besar Rubath Tarim Yaman, Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Mauhdhar memberikan sejumlah tips bagi penuntut ilmu agar memperoleh kesuksesan dari proses studinya. Ulama dari kota seribu wali ini setidaknya menyampaikan empat hal.
Hal ini ia jelaskan dalam Daurah Ilmiah Kitab Syamailul Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, pada Selasa (13/9/2022) lalu.
1. Efektivitas Manajemen Waktu
Pembagian kegiatan yang jelas dalam proses belajar sangat mempengaruhi kesuksesan studi. Dalam hal ini, Habib Abdullah mengutip sebuah ungkapan Imam Syafii yang cukup populer: "Waktu itu bagaikan pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu."
Kemudian, Habib Abdullah menyampaikan, memaksimalkan waktu untuk belajar bukan berarti harus mengerahkan seluruh kegiatan dalam satu hari penuh untuk terus membaca, menghafal, menulis, dan kegiatan akademik lainnya, akan tetapi bagaimana kiranya tetap bisa produktif dan menghasilkan pencapaian maksimal dalam belajar.
"Jadi harus jelas dan teratur. Kapan waktu untuk belajar, kapan waktu untuk ibadah, kapan waktu untuk tidur, dan seterusnya," terangnya.
2. Mengamalkan Ilmu
Habib Abdullah menekankan, keberhasilan seseorang dalam proses belajar bukan diukur dari sebanyak apa pengetahuan yang diperoleh, melainkan sejauhmana ia mampu mengamalkan setiap ilmu yang didapatnya. Berkaitan hal ini, ia mengutip salah satu hadis Nabi berikut:
مَن عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: "Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, niscaya Allah akan menganugerahkan dirinya ilmu yang belum ia ketahui sebelumnya."
Ihwal hadis di atas, petinggi Ulama Syekh Izzuddin bin Abdissalam dalam fatwanya menyampaikan, ketika seorang muslim mengamalkan ilmunya untuk beribadah, maka Allah akan memberinya pengetahuan yang tidak terduga.
Lihat Juga :