Saat Nabi Muhammad Lahir: Tiang-Tiang Istana Kisra Runtuh, Api Majusi Padam
Rabu, 28 September 2022 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Keesokan paginya, Kisra (raja Persia, yaitu Anushirwan) ketakutan dengan apa yang telah dilihatnya. Dia dengan tegas menahan diri dalam kesabaran, tetapi kemudian dia menganggap bahwa dia tidak boleh menyembunyikannya dari para menteri dan marzban-nya (gubernur).
Dia mengenakan mahkotanya dan duduk di singgasananya, dan mengumpulkan mereka di sekelilingnya. Ketika mereka semua berkumpul di sekitarnya, dia memberi tahu mereka mengapa dia memanggil mereka dan untuk apa dia memanggil mereka.
Sementara mereka berbicara mengenai urusan ini, sepucuk surat datang membawa berita tentang padamnya api (suci), sehingga tekanan pikirannya meningkat.
Kepala Mobadh berkata, “Aku juga – semoga Tuhan mengabulkan kebajikan Raja – bermimpi di malam yang sama,” dan dia menceritakan mimpinya tentang unta-unta itu.
Sang Raja berkata, “Tentang apakah ini, Kepala Mobadh?” meskipun dialah yang paling mengetahui tentang arti sebenarnya dari (mimpinya) itu.
Kepala Mobadh menjawab, “Suatu peristiwa yang didatangkan dari orang-orang Arab.”
Mendengar itu, Kisra menulis sepucuk surat, sebagai berikut: “Dari Kisra, Rajanya para raja, kepada al-Numan bin al-Mundhir. Sebagai berikut: Kirimkan kepadaku seorang pria yang berpengetahuan tentang apa yang ingin aku tanyakan kepadanya.”
Maka al-Numan mengirimkan kepadanya Abdul-Masih bin Amr bin Hayyan bin Buqaylah al-Ghassani. Dia adalah seorang tokoh Kristen dari Ibad al-Hirah.
Ketika surat itu sampai (kembali) ke Kisra, Kisra bertanya padanya, “Apakah engkau tahu apa yang ingin aku tanyakan padamu?”
Dia menjawab, “Biarlah Sang Raja menyampaikan kepadaku tentang hal itu; dan jika aku mengetahuinya dengan seutuhnya maka aku akan menjawab. Tetapi jika tidak, aku dapat memberi tahu dia tentang seseorang yang akan mengetahuinya untuk dia.”
Dia mengenakan mahkotanya dan duduk di singgasananya, dan mengumpulkan mereka di sekelilingnya. Ketika mereka semua berkumpul di sekitarnya, dia memberi tahu mereka mengapa dia memanggil mereka dan untuk apa dia memanggil mereka.
Sementara mereka berbicara mengenai urusan ini, sepucuk surat datang membawa berita tentang padamnya api (suci), sehingga tekanan pikirannya meningkat.
Kepala Mobadh berkata, “Aku juga – semoga Tuhan mengabulkan kebajikan Raja – bermimpi di malam yang sama,” dan dia menceritakan mimpinya tentang unta-unta itu.
Sang Raja berkata, “Tentang apakah ini, Kepala Mobadh?” meskipun dialah yang paling mengetahui tentang arti sebenarnya dari (mimpinya) itu.
Kepala Mobadh menjawab, “Suatu peristiwa yang didatangkan dari orang-orang Arab.”
Mendengar itu, Kisra menulis sepucuk surat, sebagai berikut: “Dari Kisra, Rajanya para raja, kepada al-Numan bin al-Mundhir. Sebagai berikut: Kirimkan kepadaku seorang pria yang berpengetahuan tentang apa yang ingin aku tanyakan kepadanya.”
Maka al-Numan mengirimkan kepadanya Abdul-Masih bin Amr bin Hayyan bin Buqaylah al-Ghassani. Dia adalah seorang tokoh Kristen dari Ibad al-Hirah.
Ketika surat itu sampai (kembali) ke Kisra, Kisra bertanya padanya, “Apakah engkau tahu apa yang ingin aku tanyakan padamu?”
Dia menjawab, “Biarlah Sang Raja menyampaikan kepadaku tentang hal itu; dan jika aku mengetahuinya dengan seutuhnya maka aku akan menjawab. Tetapi jika tidak, aku dapat memberi tahu dia tentang seseorang yang akan mengetahuinya untuk dia.”
Lihat Juga :