10 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW yang Banyak di Yaman
Kamis, 06 Oktober 2022 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
9. Al-Jufri (الجفرى)
Orang pertama yang dijuluki Al-Jufri ialah waliyullah Abu Bakar bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam. Beliau dipanggil oleh datuk dari ibunya Waliyullah Abdurahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah dengan sebutan Djufratiy yang berarti anak kecil kesayangan berbadan gemuk dan kekar. Setelah dewasa ia menjadi seorang ahli dalam ilmu 'Jafar', suatu rumus-rumus menggunakan huruf dan angka yang ditulis di atas kulit Jafar (anak kambing).
Pada suatu hari beliau kehilangan kitabnya yang berisi ilmu Jafar, beliau mencarinya sambil berkata Jafri (maksudnya kitab ilmu Jafarku). Maka mulai sejak itu beliau disebut Al-Jufri. Waliyullah Abu Bakar bin Muhammad al-Djufri dilahirkan di Tarim dikaruniai lima anak lelaki yaitu: Muhammad, Abdullah, Ahmad, Alwi al-Khawas dan Umar.
Dari kelima anak yang terputus keturunannya adalah Muhammad dan Abdullah. Sedangkan tiga anak lainnya menurunkan keturunan Al-Djufri seperti: Al-Kaf, ash-Shafi dan Al-Bahar. Waliyullah Abu Bakar bin Muhammad al-Djufri wafat di Tarim Tahun 860 H.
10. Djamalullail (جمال الليل)
Djamalullail adalah gelar untuk Imam Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam (keturunan terputus) dan al-Imam Muhammad bin Hasan al-Mua'alim bin Muhammad Asadilah bin Hasan at-Turabi.
Gelar yang disandang beliau karena selalu mengisi malam harinya dengan ibadah sholat, membaca Al-Qur'an, shalawat, serta dzikir lainnya. Ini dilakukannya selama hidupnya karena itu beliau digelari Djamalullail.
Waliyullah Muhammad Djamalullail lahir di Kota Tarim dikaruniai 2 anak lelaki yaitu: Abdullah bin Muhammad Djamalullail. Dari kedua cucunya Abdullah bin Ahmad dan Muhammad bin Ahmad menurunkan Al-Djamalullail yang berada di Haddramaut, Makkah dan India serta sebagian di Aceh dan pulau Jawa.
Ali bin Muhammad Djamalullail menurunkan keturunan leluhur Al-Qadri, Al-Asiry, Al-Baharun dan Al-Junaid. Beliau wafat di Kota Tarim pada Tahun 845 H.
Selain 10 marga Habib di atas, ada juga beberapa marga yang eksis di Yaman. Seperti Al-Bayti (البيتى) yang dinisbatkan ke Baiti Maslamah, sebuah desa yang berjarak 10 Km dari Tarim. Marga As-Sakran (السكران) yang dinisbahkan kepada Abu Bakar bin Abdurahman Asegaf. Abu Bakar as-Sakran ini menurunkan keluarga Syahabuddin, Al-Masyhur, Al-Hadi, Al-Wahath, Al-Munawar.
Ada juga marga As-Syathiri (الشاطرى) yang dinisbahkan kepada Waliyullah Alwi asy-Syathiri, lahir di Tarim dan wafat pada Tahun 843 H. Kemudian marga Al-Aidid (العيديد), keturunan waliyullah Muhammad Maula Aidid bin Ali Shahib. Dan masih banyak lainnya.
Menurut Habib Hasan Bin Ismail Al-Muhdor dalam satu kajian "Ahbaabul Musthofa Channel" di kanal YouTube. Cucu Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husein maupun Hasan semuanya sama. Bangsa apa pun, marga apapun, semuanya sama-sama keturunan Nabi.
Mengenai marga Habib itu adalah julukan yang diambil dari kakek buyutnya. Seperti Al-Habib Abdurrahman Assegaf, ayahnya bernama Muhammad Al-Mauladdawilah. Mengapa anak Habib Muhammad bermarga Assegaf? Karena Abdurrahman mendapat julukan sendiri, tidak ikut julukan ayahnya. Beliau menutupi semua maqom seperti atap sehingga dijuluki Assegaf.
Penting digarisbagwahi, keturunan Nabi atau ahlul bait yang paling afdhol bukan dilihat dari marganya, karena semuanya adalah cucu Nabi Muhammad SAW. Tetapi yang paling afdhol adalah yang paling persis seperti Rasulullah SAW atau mengikuti Beliau.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Jumlah Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Berikut Nama-namanya
Orang pertama yang dijuluki Al-Jufri ialah waliyullah Abu Bakar bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam. Beliau dipanggil oleh datuk dari ibunya Waliyullah Abdurahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah dengan sebutan Djufratiy yang berarti anak kecil kesayangan berbadan gemuk dan kekar. Setelah dewasa ia menjadi seorang ahli dalam ilmu 'Jafar', suatu rumus-rumus menggunakan huruf dan angka yang ditulis di atas kulit Jafar (anak kambing).
Pada suatu hari beliau kehilangan kitabnya yang berisi ilmu Jafar, beliau mencarinya sambil berkata Jafri (maksudnya kitab ilmu Jafarku). Maka mulai sejak itu beliau disebut Al-Jufri. Waliyullah Abu Bakar bin Muhammad al-Djufri dilahirkan di Tarim dikaruniai lima anak lelaki yaitu: Muhammad, Abdullah, Ahmad, Alwi al-Khawas dan Umar.
Dari kelima anak yang terputus keturunannya adalah Muhammad dan Abdullah. Sedangkan tiga anak lainnya menurunkan keturunan Al-Djufri seperti: Al-Kaf, ash-Shafi dan Al-Bahar. Waliyullah Abu Bakar bin Muhammad al-Djufri wafat di Tarim Tahun 860 H.
10. Djamalullail (جمال الليل)
Djamalullail adalah gelar untuk Imam Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam (keturunan terputus) dan al-Imam Muhammad bin Hasan al-Mua'alim bin Muhammad Asadilah bin Hasan at-Turabi.
Gelar yang disandang beliau karena selalu mengisi malam harinya dengan ibadah sholat, membaca Al-Qur'an, shalawat, serta dzikir lainnya. Ini dilakukannya selama hidupnya karena itu beliau digelari Djamalullail.
Waliyullah Muhammad Djamalullail lahir di Kota Tarim dikaruniai 2 anak lelaki yaitu: Abdullah bin Muhammad Djamalullail. Dari kedua cucunya Abdullah bin Ahmad dan Muhammad bin Ahmad menurunkan Al-Djamalullail yang berada di Haddramaut, Makkah dan India serta sebagian di Aceh dan pulau Jawa.
Ali bin Muhammad Djamalullail menurunkan keturunan leluhur Al-Qadri, Al-Asiry, Al-Baharun dan Al-Junaid. Beliau wafat di Kota Tarim pada Tahun 845 H.
Selain 10 marga Habib di atas, ada juga beberapa marga yang eksis di Yaman. Seperti Al-Bayti (البيتى) yang dinisbatkan ke Baiti Maslamah, sebuah desa yang berjarak 10 Km dari Tarim. Marga As-Sakran (السكران) yang dinisbahkan kepada Abu Bakar bin Abdurahman Asegaf. Abu Bakar as-Sakran ini menurunkan keluarga Syahabuddin, Al-Masyhur, Al-Hadi, Al-Wahath, Al-Munawar.
Ada juga marga As-Syathiri (الشاطرى) yang dinisbahkan kepada Waliyullah Alwi asy-Syathiri, lahir di Tarim dan wafat pada Tahun 843 H. Kemudian marga Al-Aidid (العيديد), keturunan waliyullah Muhammad Maula Aidid bin Ali Shahib. Dan masih banyak lainnya.
Menurut Habib Hasan Bin Ismail Al-Muhdor dalam satu kajian "Ahbaabul Musthofa Channel" di kanal YouTube. Cucu Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husein maupun Hasan semuanya sama. Bangsa apa pun, marga apapun, semuanya sama-sama keturunan Nabi.
Mengenai marga Habib itu adalah julukan yang diambil dari kakek buyutnya. Seperti Al-Habib Abdurrahman Assegaf, ayahnya bernama Muhammad Al-Mauladdawilah. Mengapa anak Habib Muhammad bermarga Assegaf? Karena Abdurrahman mendapat julukan sendiri, tidak ikut julukan ayahnya. Beliau menutupi semua maqom seperti atap sehingga dijuluki Assegaf.
Penting digarisbagwahi, keturunan Nabi atau ahlul bait yang paling afdhol bukan dilihat dari marganya, karena semuanya adalah cucu Nabi Muhammad SAW. Tetapi yang paling afdhol adalah yang paling persis seperti Rasulullah SAW atau mengikuti Beliau.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Jumlah Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Berikut Nama-namanya
(rhs)
Lihat Juga :