Jumlah Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Berikut Nama-namanya

loading...
Jumlah Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Berikut Nama-namanya
Jumlah marga keturunan Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam tersebar di berbagai negara yang jumlahnya mencapai 114 marga. Munculnya marga Habaib ini bermula dari Hadhramaut Yaman yang kemudian berkembang ke berbagai negara. Foto/Istimewa
Jumlah marga keturunan Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam ada sekitar 114 marga tersebar di berbagai negara di dunia. Di Indonesia, terdapat 68 marga yang disandang oleh para Habib/Sayyid, julukan untuk keturunan Nabi Muhammad SAW.

Menurut Rabithah Alawiyah selaku organisasi pencatat nasab keturunan Nabi Muhammad di Indonesia, tercatat 1,2 juta orang yang berhak menyandang marga tersebut. Dari 68 marga Habaib yang ada di Indonesia, paling banyak adalah Al-Attas. Rabithah Alawiyah mencatat ada sekitar 2.471 Habaib bermarga Al-Attas di wilayah Jabodetabek.

Beberapa marga yang cukup populer, Al-Attas sekitar 24%. Kemudian Al-Haddad dan Assegaf 15%. Alaydrus 13%, Al-Habsyi 11%. Selanjutnya Bin Shahab 7%, Al-Kaff 5%. Kemudian Al-Jufri sebanyak 4%, Bin Yahya dan Syaikh Abu Bakar bin Salim (BSA) sebanyak 3%.

Nama Umum Gelar Keturunan Nabi Muhammad
Sayyid Idrus Alwi Al-Masyhur dalam bukunya "Sejarah, Silsilah dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Singapura, Malaysia, Timur Tengah, India dan Afrika" menjelaskan bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW mempunyai beberapa panggilan khusus. Di setiap negara dan daerah biasanya berbeda-beda dalam penyebutannya.

1. Syarif (biasanya ditujukan untuk keturunan Sayyidina Hasan cucu Rasulullah SAW, contohnya Syarif-Syarif di Mekkah). Pemakaian gelar Syarif di Mekkah kemudian juga dipakai para keturunan Sayyidina Husein yang menjadi Sultan di Nusantara seperti Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri Pontianak)
2. Sayyid (juga digunakan untuk keturunan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain)
3. Habib, jamaknya Habaib (gelar yang banyak digunakan di Indonesia dan Asia Tenggara)
4. Syed (digunakan di Malaysia)
5. Wan (dulu sering digunakan di Jakarta. Juga banyak ditemukan di wilayah Melayu Nusantara (seperti Kelantan, Patani)
6. Tuanku (digunakan di Sabah dan Sarawak)
7. Sidi (digunakan di Pariaman Sumatera Barat)
8. Yek (digunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur).

114 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW
Jumlah Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Berikut Nama-namanya

Munculnya marga Habaib bermula dari Hijrahnya Imam Ahmad bin Isa (wafat tahun 345 H) dari Basrah ke Hadhramuat Yaman. Imam Ahmad bin Isa atau Imam Al-Muhajir ini merupakan generasi ke-8 keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW.

Cucu Imam Ahmad yang bernama 'Alawi merupakan orang pertama dilahirkan di Hadhramaut Yaman. Oleh karena itu, anak-cucu 'Alawi digelari dengan Ba 'Alawi yang bermakna Bani Alawiyin (keturunan Alawi). Bani Alawiyyin ini menandai kumpulan keluarga besar dari cabang-cabang keluarga keturunan Nabi Muhammad SAW. Munculnya marga Habaib ini terbagi dalam dua fase besar, yaitu:

1. Fase Awal
1. As-Sajjad (yang banyak sujud)
2. Al-Baqir (Membelah), bermakna mengetahui asal dan rahasia ilmu.
3. Ash-Shadiq (Benar dalam kata-katanya)
4. Al-Uraidhi (sebuah tempat yang berada 4 mil dari Madinah)
5. An-Naqib (pemimpin yang sempurna)
6. Ar-Rummi (karena rupanya putih kemerah-merahan seperti pria dari Romawi)
7. Al-Muhajir (telah berhijrah dari Irak ke Hadhramaut)
8. Al-Ustaz Al-A'dzam (guru besar dan seorang sufi yang menjalankan Thariqoh kefakiran)

2. Fase Berkembangnya Nasab Alawiyyin
Seiring waktu nasab Alawiyyin ini berkembang di Hadhramaut Yaman hingga ke negeri lain. Berikut 14 marga keturunan Nabi Muhammad SAW:

1. Assadullah Fi Ardhihi (tekun dan semangat membaca Al-Qur'an dan maknanya bagaikan seekor singa).
2. Al-A'yun (mempunyai warna hitam yang lebar pada matanya hingga terlihat indah).
3. Al-Albar (karena sangat berbakti kepada ibunya dengan sebenar benarnya taat).
4. Al-Battah (lahir di Battah sebuah kota yang terletak di sebelah Barat Sahil, Afrika Timur).
5. Al-Bahar (munculnya banyak karomah ketika sering berlayar di laut, juga karena ilmunya yang luas seperti luasnya laut).
6. Al-Ibrahim (nisbat kepada nama leluhur).
7. Al-Barakat (berharap mendapat berkah dan kebaikan dari Allah).
8. Al-Barum (nama dusun di Hadhramaut).
9. Al-Basri (diambil dari nama Kota Basrah Irak).
10. Al-Babathinah (karena mempunyai masjid Babathinah dan kebun yang subur yang bernama Babathinah).
11. Al-Baiti (nisbat kepada nama desa yang berjarak 10 Km dari Tarim Hadramaut).
12. Al-Abiedh (sering menekuni puasa hari-hari putih, yaitu puasa hari ke 13-15 bulan Qomariyah).
13. Al-Babarik (berasal dari waliyullah Ahmad Babarik bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah).
14. At-Turobi (karena sangat tawadhu dan mengumpamakan dirinya dengan tanah).
15. Al-Bajahdab (karena tinggal di Desa Jahadabah, Yaman).
16. Jadid (karena keluarganya dipimpin oleh Imam Ahmad Al-Muhajir hijrah dari Basrah ke Hadhramaut).
17. Al-Jufri (bermakna banyak, di antaranya: anak kecil kesayangan yang berbadan gemuk dan kekar. Setelah dewasa ia menjadi ahli dalam bidang ilmu Fajar, suatu rumus yang menggunakan huruf dan angka yang ditulis di klit Jafar (anak kambing).
18. Jamalulail (selama hidupnya selalu mengisi malam malam dengan berbagai macam ibadah).
19. Bin Jindan (anak cucu dari Waliyullah Syaikh Abu Bakar bin Salim).
20. Al-Jannah (terkenal dengan ilmu, kemuliaan, dan ibadahnya, selain itu juga karena sering berdoa dan sangat merindukan surga).
21. Al-Junaid (Tabarukan kepada Syaikh Junaid bin Muhammad, seorang Sayyid Atthaillah Al-Sufiyah yang terkenal).
22. Al-Junaid Al-Akhdor (sama seperti di atas)
23. Al-Hamid (karena orang tuanya menginginkan anaknya menjadi orang yang bersyukur kepada Allah dengan memujinya
24. Al-Habsyi (karena sering bepergian ke Kota Habasyah (Afrika) dan pernah tinggal selama 20 tahun untuk berdakwah).
25. Al-Haddad (sering bergaul dengan pandai besi dan sering berada di tempat penempaan besi).
26. Al-Banahsan/Al-Bahasan (terdiri dari keluarga Bahasan Al-Sakran, Bahasan Faqis, Bahasan At-Thowil, Bahasan Jamalullail).
27. Al-Bahusein (keturunan Ahmad bin Husein bin Abdurrahman Assegaf).
28. Al-Hiyyid (sebuah tempat yang berada di lerang gunung di Inat Hadhramaut).
29. Al-Khirrid (sering beribadah di Gua Khirrid di pegunungan Aqram Tarim).
30. Al-Khamenan (berasal dari Kota Khanam, ada juga yang menisbatkan dengan buah kurma).
31. Al-Khamur (karena bermukim di Khamur sebelah barat Kota Sibam Hadhramaut).
32. Al-Mulakhela (karena bermukim di pegunungan Khaillah di sebelah barat Kota Tarim, juga karena sanggup memelihara ibadahnya).
33. Al-Khuun (karena tinggal di desa Khun sebelah timur Hadhramaut).
34. Mauladawilah (Pemimpin Dusun Dawilah yang berada dekat dengan makam Nabi Hud di bagian Timur Hadhramaut).
35. Al-Dzi'bu (pernah berkelahi dan berhasil menangkap seekor serigala karena menyerang sekumpulan kambing).
36. Al-Baraqbah (suatu tempat yang terdapat sumur dan pohon korma dekat Kota Tarim).
37. Al-Rukhailah (karena tidak memiliki apa-apa, hanya mempunyai seekor anak kambing).
38. Al-Zahir (karena cahaya wajahnya indah berseri, jernih saat sedang memberikan nasehat).
39. Al-Basakutah (seorang laki-laki yang banyak diam, sedikit bicara dan jika bicara hanya kata kata yang baik saja).
40. Al-Saqqaf/As-Saggaf (pengayom para Wali, tinggi derajatnya dari para wali lainnya bagaikan kedudukan atap bagi rumah).
41. Al-Sakran (karena cintanya kepada Allah)
42. Al-Bin Sumait/Smith (karena masa kecilnya dipakaikan sebuah kalung dari benang yang biasa dipakai oleh anak kecil dan biasa disebut Sumaith).
43. Al-Bin Sumaithan (karena giat, mempunyai tumbuh kecil dan bertempat tinggal di suatu Desa Badiyah Hadromiyah yang penduduknya merupakan orang-orang yang giat bekerja).
44. Al-Siry (tabaruk kepada waliyullah Syaikh Al-Sirri Al-Saqthi)
45. Al-Bin Sahal (tabaruk kepada Sayyid Sahal Al-Tastari)
46. As-Syathiri (selalu membagi dua harta yang dimilikinya kepada saudara kandungnya, membagi dua dalam bahasa arab adalah Syatara).
47. Al-Syabsyabah (nama dari jenis pohon kurma yang istimewa dan masyarakat lebih suka kalau kurma itu dalam keadaan mengkal (setengah matang).
48. As-Syilli (sebagai Fiil amer dengan makna bawalah atau ambillah)
49. Al-Basyumailaj (terjadinya sebuah keramat dengan menggunakan selimut yang membawa seorang wali ke Mekkah untuk ibadah haji setelah kapal yang akan dia naiki sudah terlebih dahulu berangkat, Syamilah artinya selimut)
50. Al-Syahabudin/Shihab (nisbat kepada para ulama yang agung dan terkenal akan keluasan ilmu mereka. Dan juga mempunyai banyak karya tulis pada zamannya).
51. Al-Basyaiban (berasal dari Syaibu yang artinya beruban, dinamakan Al Syaiban karena berusia lanjut dan mempunyai rambut putih yang menambah kewibawaan dan kewibawaan sang pemilik nama).
52. As-Syaikh Abu Bakar bin Salim (karena seorang guru besar dalam ilmu agama dan seorang pemimpin, juga seorang sufi yang bergelar Wali Quthub)
53. As-Syaikho dan Aal Bin Syaikhon (ada 5 orang yang memakai gelar ini).
54. Shahib Al-Hamra' (karena tinggal di Hamra nama kota yang terkenal di Yaman).
55. Shahib Al-Huthoh (karena tinggal di Huthoh daerah yang terletak di sebelah Barat Kota Tarim, Hadhramaut).
56. Shahib Al-Syi'ib (karena dimakamkan di Syi'ib tempat dimakamkan kakeknya yang bernama Imam Al-Muhajir bin Isa, daerah tersebut terletak di antara kota Tarim dan Sewun).
57. Shahib Qasam (karena pindah dari Tarim ke Qasam).
58. Shahib Mirbath (karena tinggal di Marbath Zhufar).
59. Shahib Maryamah (karena tinggal di Maryamah suatu kota yang terletak dekat Sewun).
60. Al-Basuroh (karena memiliki sebuah bungkusan (Surrah) yang selalu dijaga dan dibawa kemana saja beliau pergi dan isinya ternyata kitab-kitab agama).
61. Al-Shulaibiyah (berasal dari kata Al Sholabu yang berarti teguh dalam menjalankan ajaran Islam).
62. Al-Shafi Al-Jufri (karena melekat yang suci (Safail Qalbu).
63. Al-Shafi Assaqqaf/Assaggaf (karena beliau mempunyai kejernihan hati dan pikiran,kebersihan perasaan, kelembutan tabiat).
64. Al-Thoha (bertabaruk kepada salah satu nama Rasulullah SAW).
65. Al-Thahir (berasal dari nama Waliyullah bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim bin Abdurrahman).
66. Al-Adeni (karena hijrah dari kota Tarim ke Kota Aden).
67. Al-Azhamat Khan (Keluarga yang mulia dan terhormat yang saat itu berada di India kemudian hijrah ke Asia Tenggara).
68. Al-Aqil/Agil (diberikan kepada 4 orang).
69. Al-Ba'aqil/Ba'agil (keturunan dari waliyullah Aqil bin Imam Abdurrahman Assegaf).
70. Al-Ba'alawi (setiap yang bernasab kepada kepada Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Jafar Shodiq sampai akhir nasab yang mulia disebut Ba'alawi).
71. Al-Ali Lala (dalam bahasa Urdu artinya hartawan, jadi Ali Lala adalah Saudagar Ali).
72. Al-Attas (terjadinya sebuah keramat ketika seorang bayi bersin dalam perut dan mengucapkan Alhamdulillah dan itu didengar oleh ibunya).
73. Al-Aydrus (bersifat seperti macan dan singa, dimana saat itu beliau merupakan pemimpin para wali dan nama yang agung untuk seorang sufi).
74. Al-Aidid (karena bermukim di suatu dusun yang tidak berpenduduk disebut Wali Aidid sebelah barat daya kota Tarim).
75. Al-Ba'umar (datuk dari Ali bin Umar seorang wali yang mempunyai derajat tinggi).
76. Al-Auhaj (karena bermukim di dusun yang disebut Auhaj Yaman).
77. Al-Ba'bud (sifat untuk orang yang banyak melakukan ibadah dan kadang dipakai sebagai gelar untuk orang yang bernama Abdullah).
78. Al-Ghazali (berharap putranya seperti Imam Al-Ghazali).
79. Al-Ghusnu (seorang yang lembut dan rendah hati terhadap masyarakat sekitarnya dan selalu berbaik hati kepada keluarganya).
80. Al-Ghamri (air yang banyak, perumpamaan orang yang dermawan dan lapang dada, juga karena terlihat keramatnya yang sempurna).
81. Al-Balghaits (tabaruk kepada waliyullah yang terkenal Abul Ghaits bin Jamil).
82. Al-Ghaidi (karena bertempat tinggal di suatu daerah Al-Ghaidoh di pantai timur Hadhramaut yang banyak ditumbuhi pepohonan).
83. Al Fad'aq (sejenis harimau, karena mempunyai sifat kuat dan berani seperti Harimau saat berdakwah).
84. Al-Bafaqih (alim dan menguasai ilmu fiqih).
85. Al-Bilfaqih (dikenal sebagai seorang ahli fiqih dan mengikuti jejak ayahnya).
86. Al-Faqih Al-Muqaddam (seorang faqih yang menguasai ilmu fiqih dan karena beliau negeri Hadhramaut menjadi negeri yang aman, juga beliau merupakan seorang yang terkemuka/panutan).
87. Al-Bafaraj (yang berarti senang atau berkah, dengan tujuan agar anaknya menjadi orang yang saleh dan penuh dengan kesenangan dan keberkahan dari Allah).
88. Al-Abu Futhaim (karena mempunyai anak perempuan bernama Fatimah yang berasal dari kata Fatama).
89. Al-Fardy (terkenal sebagai ahli ilmu Faraid di zamannya).
90. Al-Qadri (berasal dari kata Qadratullah yaitu takdir Allah. Adapun sebab diberi gelar Al-Qadri karena beliau selalu menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah yang terlihat dari perkataan dan perbuatannya).
91. Al-Quthban (karena gagah berani dalam mengalahkan musuh-musuh).
92. Al-Qori' (karena qari yang terkenal).
93. Al-Kaf (karena mempunyai kekuatan luar biasa, dalam bahasa Hadhramaut kekuatan itu disebut Kaf, selain karena adanya seorang waliyullah yang menuliskan kode pada suatu pengadilan, kode tersebut adalah huruf KAF).
94. Al-Muhdar (karena ingin mendapatkan berkah dari leluhurnya yang bernama Umar Muhdar bin Abdurrahman Assegaf).
95. Al-Mahjud (karena sering beruzlah, mendekatkan diri kepada Allah untuk memohon petunjuk mengatasi kerusakan zaman).
96. Al-Maknun (karena tinggal di Maknun, nama sebuah tempat yang dkenal di Hadramaut).
97. Al-Masyhur (karena terkenal ke penjuru negeri, di mana kewalian tersebut diperoleh dari Allah dengan Jadzab (kewaliannya tanpa didahului oleh amalan).
98. Al-Marzaq (berasal dari Syaikh bin Alwi bin Abdullah bin Alwi bin Syaikh Marzaq).
99. Al-Maqaddi (karena tinggal di suatu tempat terkenal yang terletak dekat Kota Al Hami Al Sahiliah di Hadhramaut).
100. Al-Muqaibil (karena bersifat tawadhu, gelar ini diberikan karena apabila beliau datang beliau selalu mendapatkan penghormatan dari seseorang, selalu membalasnya dengan senang hati dan menghadapkan wajahnya).
101. Al-Musyayyakh (berasal dari keturunan Waliyullah Musyayyah bin Abdullah bin Syaikh Ali bin Abi Bakar Asy-Sakran).
102. Al-Musawa (tabaruk kepada seorang guru besar yang tinggal di Yaman bernama Al-Musawa).
103. Al-Munawar (karena seorang yang baik dan tekun dalam beribadah kepada Allah sehingga cahaya Allah tampak pada wajahnya yang berseri-seri).
104. Al-Mudaihij (karena membiasakan diri untuk sholat berjamaah di masjid Madihij).
105. Al-Muthahar (keturunan waliyullah Muthahar bin Abdullah bin Alwi bin Mubarak).
106. Al-Nahwi (seorang yang sangat mahir dalam ilmu Nahwu).
107. Al-Nadhir (seorang yang gagah perkasa dan bagus).
108. Abu Numay (keturunan dari waliyullah Abu Numay bin Abdullah bin Syekh bin Ali).
109. Al-Haddar (karena berkdakwah dengan suara yang keras bagai suara Guntur, suara semacam itu disebut Haddar).
110. Al-Hadi (bertabaruk kepada Rasul Al-Hidayah dengan harapan agar anaknya mendapat hidayah)
111. Al-Hinduan (karena badan dan iman beliau sangat kuat bagaikan pedang yang tajam terbuat dari besi baja berasal dari India).
112. Al-Baharun (berharap anaknya mempunyai sifat seperti Nabiyullah Harun).
113. Al-Bahasyim (diambil dari nama Hasyim bin Abdullah bin Ahmad).
114. Bin Yahya (berharap anaknya mendapat keberkahan seperti Nabi Yahya yang dapat menerangi hati yang gersang).

Selain nama fam di atas, banyak juga dari mereka yang menggunakan nama langsung kedua cucu Rasulullah SAW dengan laqob "Al-Husaini atau Al-Hasani". Ini adalah hal biasa karena memang jumlah keturunan Rasulullah SAW mencapi jutaan dan tersebar di seluruh dunia. Sehingga tidak semua dari Dzurriyah Nabi menggunakan nama Fam ataupun julukan.

Di samping itu banyak juga keturunan Rasulullah SAW yang belum terdata di wilayah pelosok-pelosok yang kadang sulit dijangkau untuk dilakukan pendataan. Mereka menggunakan gelar laqob "Al-Husaini dan Al-Hasani."

Sebagian Sultan-Sultan di Nusantara, juga para Kiyai, Ajengan, Gus, Buya, Lora, dan tokoh-tokoh bangsa ada yang mempunyai nasab bersambung kepada keluarga besar Walisongo dan keluarga Fam lainnya seperti Basyaiban.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Perbedaan Habib dan Sayyid Berikut Asal Usulnya

Referensi:
As-Sayyid Idrus Alwi Al-Masyhur, Sejarah Silsilah dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Singapura, Malaysia, Timur Tengah, India dan Afrika, Jakarta: Sara Publishing, 2010.
(rhs)
preload video