Kisah Hadiah Gadis Yahudi kepada Sultan Sulaiman, Cikal Bakal Runtuhnya Utsmaniyah

Rabu, 12 Oktober 2022 - 17:13 WIB
loading...
Kisah Hadiah Gadis Yahudi...
Sultan Hamid II mengetahui gerakan Yahudi di negerinya. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Konflik yang terjadi antara Raja Khilafah Utsmaniyah , Sultan Abdul Hamid II, dan orang-orang Yahudi, merupakan peristiwa paling penting dalam perjalanan sejarah Khilafah Utsmaniyah. Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi menyebut kisah ini bermula dari hadiah gadis Rusia-Yahudi dari orang-orang Tartar kepada Sultan Sulaiman Al-Qanuni . Kok Bisa?

Dalam bukunya berjudul "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah", Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi menarik peristiwa runtuhnya Khilafah Ustmaniyah jauh ke belakang.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah

Kisah ini dimulai tatkala orang-orang Tartar yang berkuasa di negeri Qaram menghadiahkan seorang gadis Rusia- Yahudi yang mereka tawan pada suatu peperangan kepada Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada abad kelima belas Masehi.

Ash-Shalabi menceritakan Sultan Sulaiman menikahinya. Dari pernikahan dengan gadis ini, Sultan dikarunai seorang putri. Tatkala puterinya ini besar, ibunya yang beragama Yahudi ini mengawinkan sang putri dengan “anak temuan” Kroasia yang bernama Rustam Pasya. Dengan tipu dayanya pula, dia berhasil membunuh Perdana Menteri Ibrahim Pasya.

Kemudian diangkatlah menantunya sebagai penggantinya. Lebih jauh lagi, dia melakukan konspirasi yang lain, hingga akhimya dia mampu menyingkirkan putra mahkota Musthafa bin Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Anak Sultan dari istri pertamanya, dan menggantinya dengan anaknya sendiri yang bernama Salim ll sebagai putra mahkota.

Pada masa itu, orang-orang Yahudi mengalami tekanan di berbagai tempat, baik di Andalusia maupun di Rusia. Mereka banyak diusir dan melarikan diri karena takut akan adanya proses inkusisi. Maka orang-orang Yahudi itu pergi menghadap Sultan dan meminta izin padanya untuk hijrah dan menetap di dalam wilayah Utsmani. Akhimya mereka pun menetap di lzmir, wilayah Adrianapel, Kota Bursah, dan kawasan-kawasan Utara dan Barat Anatolia.

Ash-Shalabi menuturkan, tatkala mereka berada di bawah pemerintahan Utsmani, maka diterapkanlah syariah Islam sehingga mereka menikmati keindahan syariah Islam itu dan mendapatkan kebebasan luas.

Baca juga: Penyebab Perang Utsmaniyah-Diriyah antara Turki Utsmani Melawan Arab Saudi

Pada realitasnya orang-orang Yahudi Spanyol bukan hanya mendapatkan perlindungan di dalam pemerintahan Utsmani, namun mereka mendapatkan pula kesejahteraan dan kemerdekaan sempuma. Mereka mendapatkan posisi-posisi yang sangat sensitif di dalam pemerintahan Utsmani, seperti yang dialami oleh John Joesef Nasi dan orang-orang Yahudi Spanyol yang lain-lain memperoleh kemerdekaan.

Sedangkan kepala pendeta memiliki hak penuh untuk mengurus semua urusan yang berhubungan dengan masalah-masalah keagamaan dan hak-hak sipil. Semua surat keputusan yang ditetapkan olehnya akan mendapatkan legitimasi dari pemerintah Utsmani, bahkan sering berubah menjadi hukum khusus untuk kalangan Yahudi.

Ash-Shalabi menceritakan Ali Pasya, menteri luar negeri Utsmani yang belakangan menjadi Perdana Menteri, saat melakukan kunjungan resmi ke negeri-negeri Eropa dan negeri-negeri Kristen pada tahun 1865 M diikuti oleh sejumlah besar orang-orang Yahudi.

Mereka menikmati beberapa kekhususan dan perlindungan sesuai dengan undang-undang pemerintahan Utsmani. Mereka mendapatkan rasa damai, keamanan; dan kemerdekaan eksistensi di dalam pemerintahan Utsmani.“

Baca juga: Mustafa Kemal Ataturk, Tokoh Sekuler Turki yang Berandil Meruntuhkan Kekhalifahan Utsmaniyah

Yahudi Dunamah
Ash-Shalabi menjelaskan ada beragam pemahaman tentang Dunamah. Sebab kata itu dilihat dari segi bahasa diambil dari bahasa Turki “Dunamak” yang berarti kembali, balik atau pemurtadan.

Sedangkan pemahamannya dari sisi sosial ia berarti yang murtad, atau yang plin-plan. Sedangkan dari sisi agama ia berarti madzhab baru yang didirikan oleh pendeta Syabtay Zivi.

Sedangkan maknanya secara politis berarti, Yahudi-Muslim yang memiliki eksistensi sendiri secara khusus.

Makna Dunamah memiliki makna khusus hanya bagi Yahudi yang hidup di negeri-negeri Islam, khususnya di kawasan Salanika sejak abad ketujuh belas. Pemerintahan Utsmani memberikan nama Dunamah pada orang-orang Yahudi, dengan tujuan untuk menjelaskan kembalinya seseorang dari agama Yahudi ke Islam.

Setelah itu menjadi istilah yang dinisbatkan pada kelompok Yahudi Andalusia yang meminta perlindungan pada pemerintahan Utsmani, dimana mereka secara pura-pura memeluk akidah Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Palestina Menang, Akankah...
Palestina Menang, Akankah Kiamat Segera Terjadi?
Palestina dalam Kisah-kisah...
Palestina dalam Kisah-kisah Hadis Rasulullah SAW
Rekomendasi
Fenomena Aneh, Ribuan...
Fenomena Aneh, Ribuan Capung Serbu Pantai Rhode Island AS
Dikaitkan dengan Kehidupan...
Dikaitkan dengan Kehidupan di Mars, Fosil Air Berusia 6 Juta Tahun Ditemukan di Italia
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Artikel Terkini
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Infografis
Sultan Al-Neyadi, Astronot...
Sultan Al-Neyadi, Astronot UEA Bakal Puasa Ramadan di Luar Angkasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved