alexametrics

Meninggalkan Maksiat Adalah Jalan Menuju Ma'rifatullah

loading...
Meninggalkan Maksiat Adalah Jalan Menuju Marifatullah
Jiwa seorang muslimah harus dididik agar aktivitasnya selalu dalam kerangka menjalankan ketaatan pada Allah Taala. Foto ilustrasi/theislamicmonthly
Sebagai seorang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, hendaknya sadar bahwa hidupnya akan selalu dikontrol oleh para malaikat. Catatan malaikat inilah yang kelak akan dibuka di yaumil hisab atau hari perhitungan. Catatan akan dibuka di hadapan hakim yang maha agung dan pencipta seluruh alam dan isinya, AllahAzza wa Jalla.

Raqib dan ‘Atid , misalnya, adalah malaikat yang ditugasi Allah Ta’ala untuk mencatat amal baik dan amal buruk. Karena setiap perbuatan akan dihisab itulah, hendaknya muslimah rutin melakukan muhasabah dan instropeksi diri. Apakah dalam dirinya masih banyak maksiat atau lebih cinta kepada keta’atan. Jiwa seorang muslimahharus dididik agar aktivitasnya selalu dalam kerangka menjalankan keta’atan pada Alla Ta’ala.

Jangan sampai manusia tertipu. Mereka mengharapkan kebahagiaan di dunia tapi tidak bercampur dengan kemaksiatan kepada Allah. Manusia mencari harta dengan susah payah, jabatan dan kedudukan yang tinggi, namun, jika tidak muhasabah, bisa jadi kesengsaraan akhirat yang akan didapat. Dalam mencari harta dunia, manusia justru mencampurkan dengan kemaksiatan dalam perilakunya sehari-hari. (Baca juga : Inilah Keuntungan Orang Tua Memiliki Anak yang Saleh)

Padahal, perbuatanmaksiatmemiliki banyak sekali dampak buruk. Di antaranya, pertama, akan terhalang dari mendapatkan ilmu. Padahal ilmu adalah cahaya yang diberikan oleh Allah kepada hati seorang hamba. Kedua, terhalang atau merasa malas melakukan ibadah kepada Allah. Ketiga, hatinya akan suram dan merasa terasing dari agama. Keempat, hatinya sempit dan lemah, serta akibat buruk lainnya.



Kebanyakan orang tidak memahami dampak burukmaksiat yang memang kadang tidak langsung dirasakan. Namun, efeknya akan dirasakan beberapa waktu kemudian. Dan bagi seorang hamba yang perilakunya penuh dengan maksiat akan bisa menyesakkan hatinya, membuatnya gelisah, dan gundah.

Sebaliknya, dengan meninggalkan maksiat, engkau akan meraih kebahagiaan yang sesungguhnya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;



الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِى الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

“Kebajikan itu adalah apa saja yang jiwa merasa tenang dengannya dan hati merasa tenteram kepadanya, sedangkan dosa adalah apa saja yang mengganjal dihatimu dan membuatmu ragu meskipun manusia memberi penjelasan kepadamu.” (HR. ad-Darimi 2588)

Para muslimah juga perlu tahu bahwa dosa dan maksiat sangat berbahaya bagi hati, seperti bahayanya racun apabila masuk ke dalam tubuh. Seluruh keburukan dan bencana yang menimpa tidak lain dikarenakan dosa dan maksiat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura:51)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak