Pentingnya Mendidik Remaja Mengikuti Generasi Salafus Shalih, Begini Penjelasannya
Kamis, 13 Oktober 2022 - 10:14 WIB
loading...
Generasi As Salafus Shalih adalah generasi umat yang cerdas dan sangat berkarakter ilahiah. Sayangnya, di masa saat ini, banyak pemuda dari kalangan anak-anak kita justru meninggalkan generasi Salafus Shalih ini sebagai panutan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Generasi salaf adalah generasi terbaik dari umau Islam. Secara istilah, yang dimaksud salaf adalah tiga generasi awal umat Islam yang merupakan generasi terbaik, yaitu para sahabat Nabi, para tabi’in, dan tabi’ut tabi’in
Salaf secara bahasa artinya ‘setiap amalan shaleh yang telah lalu; segala sesuatu yang terdahulu; setiap orang yang telah mendahuluimu, yaitu nenek moyang atau kerabat’. Hal ini disebut dalam Al Qamus Al Muhith dari penulis Fairuz Abadi. Generasi salaf menjadikan Al Qur’an dan Al Hadis adalah pedoman hidup semua manusia. Oleh karena itu mereka disebut generasi As Salafus Shalih.
Baca juga: Semangat Ulama Salaf Saat Menimba Ilmu, Gurunya Mencapai Ribuan
Generasi As Salafus Shalih adalah generasi umat yang cerdas dan sangat berkarakter ilahiah. Sayangnya, di masa saat ini, banyak pemuda dari kalangan anak-anak kita justru meninggalkan generasi Salafus Shalih ini sebagai panutan. Mereka menjadikan tokoh barat dan artis di luar Islam sebagai panutan.
Dalam kitab Shina'ah asy-Syabab karya Syaikh Muhammad Sain Hawwa disebutkan bahwa banyak ayat-ayat Al Qur'an memberi contoh-contoh menarik dan mengagumkan tentang pemuda. Yakni baik dalam kejujuran, kesungguhan, maupun dampak keimanannya dalam kehidupan dan masyarakat.
Misalnya, ketika Al Qur'an menceritakan tentang Nabi Ismail Alaihisallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.""
(QS. As-Saffat : 102).
Hendaknya kita mendidik remaja kita seperti para generasi salaf terdahulu. Yakni generasi yang sangat mengadopsi Al Qur'an dan hadis nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam sebagai kekuatan keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti diketahui bahwa para sahabat menyaksikan wahyu turun dan menjadi saksi bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamalkannya. Lalu generasi setelah sahabat, yakni para tabi’in, pun mendapat ilmu langsung dari para sahabat. Demikian juga generasi setelahnya (para tabi’ut tabi’in) yang meneladani mereka dengan baik.
Salaf secara bahasa artinya ‘setiap amalan shaleh yang telah lalu; segala sesuatu yang terdahulu; setiap orang yang telah mendahuluimu, yaitu nenek moyang atau kerabat’. Hal ini disebut dalam Al Qamus Al Muhith dari penulis Fairuz Abadi. Generasi salaf menjadikan Al Qur’an dan Al Hadis adalah pedoman hidup semua manusia. Oleh karena itu mereka disebut generasi As Salafus Shalih.
Baca juga: Semangat Ulama Salaf Saat Menimba Ilmu, Gurunya Mencapai Ribuan
Generasi As Salafus Shalih adalah generasi umat yang cerdas dan sangat berkarakter ilahiah. Sayangnya, di masa saat ini, banyak pemuda dari kalangan anak-anak kita justru meninggalkan generasi Salafus Shalih ini sebagai panutan. Mereka menjadikan tokoh barat dan artis di luar Islam sebagai panutan.
Dalam kitab Shina'ah asy-Syabab karya Syaikh Muhammad Sain Hawwa disebutkan bahwa banyak ayat-ayat Al Qur'an memberi contoh-contoh menarik dan mengagumkan tentang pemuda. Yakni baik dalam kejujuran, kesungguhan, maupun dampak keimanannya dalam kehidupan dan masyarakat.
Misalnya, ketika Al Qur'an menceritakan tentang Nabi Ismail Alaihisallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَا لَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْۤ اَرٰى فِى الْمَنَا مِ اَنِّيْۤ اَذْبَحُكَ فَا نْظُرْ مَا ذَا تَرٰى ۗ قَا لَ يٰۤاَ بَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.""
(QS. As-Saffat : 102).
Hendaknya kita mendidik remaja kita seperti para generasi salaf terdahulu. Yakni generasi yang sangat mengadopsi Al Qur'an dan hadis nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam sebagai kekuatan keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti diketahui bahwa para sahabat menyaksikan wahyu turun dan menjadi saksi bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamalkannya. Lalu generasi setelah sahabat, yakni para tabi’in, pun mendapat ilmu langsung dari para sahabat. Demikian juga generasi setelahnya (para tabi’ut tabi’in) yang meneladani mereka dengan baik.
Lihat Juga :